July 13, 2018

Scene on Three (1)


Dalam rangka mengikuti Scene on Three 5th Anniversary Giveaway,  aku akan memposting adegan menarik dari buku yang sedang aku baca sekarang.

Mataku menyapu sekitarku sampai kulihat pagar tempat kulihat Warner untuk terakhir kalinya; aku berjingkat untuk berjongkok. 
Aku terpaksa menutupi mulut agar tidak terkesiap nyaring. 
Warner sedang berjongkok di tanah, memberi makan sesuatu pada si anjing dengan tangannya yang sehat. Binatang itu gemetar, tubuh tinggal tulangnya meringkuk di dalam mantel Warner yang terbuka, gemetar sementara badannya yang kecil mencoba mencari kehangatan setelah membeku sekian lama. Anjing itu mengibaskan ekor, mundur untuk memandang Warner sejenak, kemudian menyusup ke dalam kehangatan jaketnya lagi. Kudengar Warner tertawa. 
Aku melihat pemuda itu tersenyum.  
Adegan tersebut diambil dari buku Unravel Me (seri kedua Shatter Me) karya Tahereh Mafi. Adegan tersebut menarik bagiku karena ini kali pertama Juliette bertemu kembali dengan Warner setelah dia melarikan diri bersama Adam ke Omega Point. 

Di buku pertama Warner digambarkan begitu jahat, yang sanggup melakukan segala cara keji untuk membangkitkan kekuatan Juliette. Tapi di sini, kita melihat sisi yang berbeda dari pribadi Warner. Di balik sikap kejinya, Warner ternyata memiliki kebaikan. 

Selain itu, sejak di buku pertama aku justru tertarik dengan karakter Warner ini daripada para hero dan heroinnya. Warner ini terasa lebih "hidup" dibanding para karakter utamanya. Dan ketika akhirnya Warner muncul di buku kedua ini makin bikin aku jatuh cinta sama dia. 💓💓💓

Oh ya Scene on Three adalah sebuah meme yang digagas oleh Mbak Bzee ditiap tanggal yang mengandunga angka tiga. Lebih lengkapnya bisa dilihat di sini.

May 8, 2018

Belanja Buku Cepat dan Mudah di Mizanstore

Belanja Buku Cepat dan Mudah di Mizanstore
image by pinterest | edited by me
Belanja Buku Cepat dan Mudah di Mizanstore - Dulu—zaman-zaman masih sekolah, aku sering kebingungan ketika ingin membeli sebuah buku bacaan. Tinggal di pinggiran kota kecil dimana toko buku merupakan barang langka, terkadang suka bikin kecewa saat ingin membeli sebuah buku—sekalipun menemukan toko buku, buku yang diinginkan belum tentu ada. Biasanya buku-buku yang dijual di toko buku itu pun judulnya kurang lengkap—bahkan terkadang justru tidak ada atau harus menunggu berbulan-bulan untuk bisa membelinya, karena kebanyakan buku yang dijual adalah buku-buku budidaya tanaman, resep atau buku pelajaran.
Keadaanku yang sebagai penyandang disabilitas pun seakan makin tidak mendukung hobi membacaku, karena aku tidak bisa pergi ke toko buku sendiri untuk memilih bacaan yang aku inginkan. Untuk membeli buku, biasanya aku menitip pada Ibuku atau sepupuku yang kebetulan akan pergi ke kota. Namun acap kali aku harus menelan kekecewaan karena buku yang aku pesan tidak bisa mereka temukan. Atau jika aku minta memilihkan buku yang bagus mereka bingung mana buku yang sesuai dengan seleraku. Akhirnya mereka pun harus pulang dengan tangan kosong.
Hingga kemudian sekitar tahun 2012, aku tanpa sengaja menemukan toko buku online Mizanstore ketika salah seorang penulisyang aku ikuti membuka preorder buku yang ditulisnya di website tersebut. Bagai menemukan sebuah oase di tengah padang pasir, aku sangat bahagia ternyata selama ini ada toko buku yang menjual produknya secara online. Ada diskonnya pula!! (Oke, waktu itu aku kuper banget karena baru tahu adanya sebuah toko buku online -_-)


Tanpa pikir panjang, aku segera memilih dan membeli buku-buku yang saat itu aku inginkan di toko buku online Mizanstore. Karena waktu itu pilihan pembayaran hanya melalui transfer bank, aku pun sekali lagi harus meminta bantuan anggota keluargaku untuk melakukan pembayarannya di salah satu bank di kota. (Yah... karena saat itu aku belum punya nomor rekening ataupun kartu ATM)
Setelah melakukan pembayaran di bank dan konfirmasi di web Mizanstore, yang bisa kulakukan hanyalah menunggu pesananku tiba di rumah. Lantaran kala itu pertama kalinya aku belanja secara online, aku sedikit harap-harap cemas kalau buku yang aku pesan tidak sampai ke rumah. Namun ketika paket bukuku akhirnya datang, aku jadi ketagihan membeli buku secara online.
Sejak itu, aku cukup sering membeli buku di toko buku online Mizanstore, terutama kalau ada diskon tambahan saat ada event-event tertentu.  Dan karena terlalu ketagihan membeli buku di sana, tanpa sadar aku pun sekarang menjadi seorang tsundoku (hohoho).
Walaupun dari tahun ke tahun penampilan web, pilihan pengiriman dan metode pembayaran sering berubah-ubah, belanja buku secara online di Mizanstore tetap menjadi favoritku karena sistemnya yang cepat dan mudah.

Cara belanja buku cepat dan mudah di Mizanstore

1. Pergi ke halaman mizanstore.com 

Bisa melalui laptop maupun smartphone. Dua-duanya sama-sama cepat dan mudah karena caranya tidak jauh berbeda.

2. Ketik judul buku yang ingin dibeli di kotak pencarian dan klik "Beli"

Atau kalau bingung ingin membeli buku apa, di halaman awal Mizanstore terdapat pilihan buku-buku yang sedang dalam masa preorder atau special offer (yang tentu saja ada keuntungan tambahan seperti diskon tambahan atau merchandise tertentu), buku yang baru terbit, atau buku populer yang paling sering dibeli di web Mizanstore.

3. Checkout keranjang setelah selesai memilih buku yang ingin dibeli


Setelah checkout kita akan diarahkan ke halaman metode belanja. Kita bisa belanja sebagai tamu atau sebagai member. Jika kita sudah pernah membeli buku di Mizanstore, kita hanya tinggal login dengan email kita yang sudah terdaftar. Jika belum, klik "Belanja Sebagai Tamu" yang nantinya kita akan diarahkan pada halaman untuk mengisi data sebagai member baru. Jangan lupa mengecek kotak masuk email kita untuk melakukan aktivasi akun.

4. Isi data pembeli dengan lengkap

 

Isi data nama, alamat rumah dan nomor hp kita yang aktif dengan lengkap, agar nantinya kalau kurir kebingungan mencari alamat kita, kita bisa lebih mudah dihubungi. Klik "langkah selanjutnya" di langkah "Informasi Data Pengiriman" jika alamat pengiriman sama. Kalau misal kita ingin menghadiahkan buku pada orang lain, klik pada kotak sebelah kiri "Alamat pengiriman berbeda Dengan pembeli" lalu isi data nama, alamat, dan nomor hp penerima.

5. Pilih metode pengiriman


Saat ini ada dua pilihan metode pengiriman yang ditawarkan oleh Mizanstore, yaitu JNE dan Pos Indonesia. Kalau budget terbatas, tentunya pilih yang lebih murah yaitu Kilat Khusus. Kalau ingin lebih cepat sampai sih pilih JNE Reguler.

6. Pilih metode pembayaran


Sebenarnya di halaman paling bawah web Mizanstore terdapat berbagai macam metode pembayaran yang ditawarkan seperti transfer bank, Master Card, Paypal, t-cash, langsung membayarnya melalui Indomaret untuk yang tidak memiliki rekening bank dan banyak pilihan lainnya. Hanya saja, saat sampai di halaman "Metode Pembayaran" terkadang pilihan-pilihan tersebut tidak muncul—yang pasti selalu ada sih pilihan untuk transfer bank. Mungkin untuk metode pembayaran yang lain sering eror, karena di hari berikutnya saat mau checkout pilihan pembayaran selain transfer bank akan muncul kembali.

7. Lakukan pembayaran dan konfirmasi

Setelah menerima subtotal pesanan, lakukan pembayaran sesuai nominal rupiah yang tertera di nomor invoice kita. Jika sebelumnya kita memilih metode pembayaran melalui transfer bank, kita memang harus melakukan konfirmasi di web setelah mentransfernya. Tapi untuk metode pembayaran yang lain, kita tidak perlu melakukan konfirmasi lagi.

8. Tinggal santai dan tunggu paket datang

Setelah konfirmasi, kita hanya tinggal menunggu paket pesanan kita dikemas lalu dikirim. Kita bisa memantau sendiri paket kita karena setelah pesanan dikirim, Mizanstore juga akan mengirimkan nomor resi ke email kita.
Paket buku dari Mizanstore pun akan selalu rapi karena dibungkus dengan berlapis-lapis bubblewrap. Kita tidak perlu khawatir buku akan lecek atau basah saat dalam perjalanan. Jadi buku kita pasti akan aman saat tiba di rumah.

Sejauh ini, aku selalu puas saat belanja buku di toko buku online Mizanstore. Selain karena cepat dan mudah, jika ada pertanyaan atau keluhan yang ingin disampaikan pun customer service-nya selalu fast respon untuk membantu.
Oh ya, toko buku online Mizanstore memiliki kelebihan-kelebihan dibanding toko buku online lainnya, yaitu:
  • Tampilan halamannya responsible, baik versi web maupun mobile, dua-duanya mudah diakses.
  • Menyediakan berbagai tipe buku, seperti Ebook, POD (Print on Demand) dan Self Publishing.
  • Untuk buku anak-anaknya lengkap dan variatif. Bisa dilihat dari kategori khusus untuk buku anak di halaman muka. 
  • Informasi kontak costumer service jelas dan cepat tanggap saat dihubungi. Kita bisa memilih untuk menghubungi melalui Twitter, Instagram, Line@, Whatsapp, atau langsung melalui fasilitas chat di web Mizanstore.
  • Memiliki blog yang berisi informasi buku rekomendasi dan buku terbaru, informasi tentang dunia literasi, atau informasi tentang even-event yang sedang diadakan oleh Mizan Grup.

Walaupun berkali-kali berbelanja di Mizanstore, terkadang aku merasa ada kekurangan jika berbelanja di sana. Kekurangan di Mizanstore antara lain:
  • Katalog buku-buku dari penerbit selain Mizan Grup kurang lengkap.  Aku harap kedepannya Mizanstore akan segera melengkapi judul-judul buku dari non Mizan Grup, terutama dari Penerbit Haru grup agar jika ingin membli wishlist tidak repot-repot harus ke toko buku online yang lain.
  • Diskonnya terlalu sedikit untuk buku non Mizan—yang rata-rata hanya 10% saja. Aku harap sih diskonnya bisa ditambah (hehe) atau paling tidak dipukul sama rata yaitu 15%.
  • Pilihan transfer bank hanya BCA dan Mandiri. Sebagai orang yang tinggal di daerah pinggiran, pilihan transfer kedua bank tersebut terasa agak membebani karena bank yang merakyat di daerah pedesaan tentu saja adalah BRI. Dan untuk mentransfer biasanya terkena biaya tambahan. Kan sayang banget duitnya, bisa buat tambah-tambah untuk ongkos kirim (hiks). Aku berharap nantinya ada opsi untuk transfer bank melalui BRI. Mungkin memang bisa diakali dengan metode pembayaran melalui Indomaret, tapi sayangnya opsi tersebut terkadang tidak muncul.
  • Hilangnya pembayaran menggunakan PayPal. Beberapa waktu lalu Mizanstore memang menawarkan pembayaran melalui akun PayPal. Sayangnya sekitar setahun terakhir metode pembayaran tersebut sudah tidak ada lagi. Padahal sekarang ini bisa dikatakan tidak ada toko buku online yang menggunakan metode pembayaran tersebut. Aku harap sih suatu saat nanti Mizanstore akan mempertimbangkan untuk menggunakannya kembali. Karena tentu akan menambah poin plus untuk Mizanstore dibandingkan toko buku online yang lain. 

Yup, itulah pengalamanku ketika berbelanja buku di toko buku online Mizanstore.  Cepat, mudah dan tentu memuaskan! Semoga bisa membantu yang lain jika kebingungan untuk membeli buku secara online yang terpecaya. Sekarang nggak perlu repot lagi deh kalau mau beli buku ;)

April 5, 2018

[Review] The Hunger Games – Suzanne Collins

Judul : The Hunger Games (The Hunger Games #1)
Penulis : Suzanne Collins
Penerjemah : Hetih Rusli
Penerbit : GPU
Tebal : 408 hlm.
Terbit : Oktober, 2009
Rating : 🌟🌟🌟🌟

Dua puluh empat peserta.
Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.
Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah : membunuh atau dibunuh.
Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.

Jauh di masa depan, Amerika Utara telah musnah dan di  bekasnya berdiri sebuah negara bernama Panem yang dikelilingi 12 distrik dengan Capitol sebagai pusat kotanya. Tiap tahun diadakan sebuah acara pertarungan yang ditayangkan langsung di televisi guna memperingati pemberontakan yang dulu pernah terjadi, Capitol mewajibkan tiap distrik untuk mengirimkan dua peserta untuk mengikuti acara yang disebut The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang hidup di tiap tahunnya, artinya kau harus membunuh atau dibunuh untuk jadi pemenangnya.
Katniss Everdeen yang tinggal di daerah termiskin di distrik 12, terpaksa mengajukan dirinya sebagai peserta The Hunger Games demi menggantikan Prim—adik yang paling dia sayangi ketika namanya terpilih untuk mewakili distrik mereka. Berbekal kemampuan berburu dan memanah yang dimilikinya, Katniss bertekad untuk memenangkan permainan tersebut dan pulang dengan selamat.
Dalam persiapan acara The Hunger Games, Katniss berkenalan dengan Peeta Mellark—teman satu distrik yang dulu pernah membantu Katniss di masa terburuknya. Di saat-saat terakhir sebelum permainan dimulai, Peeta justru menyatakan perasaannya pada Katniss—yang tentu saja membuat perasaannya memburuk karena peraturan The Hunger Games yang hanya memenangkan satu peserta. Katniss tak tahu, apakah Peeta tulus dengan perasaannya atau semua itu hanya rencana Peeta untuk melemahkan pertahanannya dan akhirnya akan membuat Katniss terbunuh.
"Begini saja. Kaumenangkan Hunger Games ini, lalu pulang. Dia pasti tidak bisa menolakmu, kan?" kata Caesar memberi dukungan.
"Kurasa cara itu takkan berhasil. Menang… sama sekali tak membantuku," kata Peeta.
"Kenapa tidak?" tanya Caesar heran.
Wajah Peeta bersemu merah dan dengan gagap dia berkata, "Karena… karena… dia datang kemari bersamaku."
Mungkin sepertinya aku cukup telat ketika memutuskan untuk membaca seri The Hunger Games ini. Jujur saja ketika buku dan filmnya dulu ramai dibicarakan, aku justru tidak terlalu tertarik. Filmnya pun dulu kutonton sambil lalu karena aku kurang suka dengan premis ceritanya. Minatku baru benar-benar tergugah ketika aku menonton film keduanya dan begitu penasaran dengan akhir yang menggantung dan akhirnya membuatku membaca buku ketiganya karena penasaran dan tidak sabar untuk tahu dengan lanjutan ceritanya.
Setelah membacanya, cerita antara film dan bukunya ternyata tak banyak perbedaan. Mungkin ada detail-detail yang ditambah atau dikurangi dari buku ketika difilmkan, tetapi tak terlalu berarti (kalau nggak salah sih... karena aku pun sudah lumayan lupa dengan film yang kutonton bertahun-tahun yang lalu)
Peggunaan sudut pandang orang pertama di cerita justru membuatku kurang bersimpati dan terkadang justru sebal dengan sifat Katniss yang ternyata terlihat begitu egois dan selalu insecure di buku. Yah, mungkin bisa dimaklumi karena di distriknya pun dia tidak befitu percaya dengan orang lain. Tapi kadang gregetan juga kalau dia sering sangsi dengan apa yang dilakukan atau apa yang dikatakan Peeta. Padahal dia jelas selalu jujur dengan semua tindakannya (mungkin karena efek sudah nonton film duluan sih. Seandainya aku jadi Katniss, mungkin aku juga tidak akan mudah percaya dengan Peeta peraturan Hunger Games)
Overall, aku sangat suka dengan The Hunger Games ini. Salah satu novel distopia terbaik yang aku baca. Sekalipun telah menonton filmnya lebih dulu, ketegangan dan keseruan cerita tidaklah hilang.


baca via iJakarta


 http://amenobook.blogspot.co.id/2018/01/proyek-baca-buku-perpustakaan-2018.html

March 20, 2018

[Review] Pasung Jiwa – Okky Madasari

Judul : Pasung Jiwa
Penulis : Okky Madasari
Penyunting : Anastasia Mustika
Desain Sampul : Rizky Wicakcono
Penerbit : GPU
Tebal : 328 hlm.
Terbit : Mei, 2013
Rating : 🌟🌟🌟
Bisa dibeli di bukabuku.com
Apakah kehendak bebas benar-benar ada?
Apakah manusia bebas benar-benar ada?

Okky Madasari mengemukakan pertanyaan-pertanyaan besar dari manusia dan kemanusiaan dalam novel ini.
Melalui dua tokoh utama, Sasana dan Jaka Wani, dihadirkan pergulatan manusia dalam mencari kebebasan dan melepaskan diri dari segala kungkungan. Mulai dari kungkungan tubuh dan pikiran, kungkungan tradisi dan keluarga, kungkungan norma dan agama, hingga dominasi ekonomi dan belenggu kekuasaan.
Novel Pasung Jiwa berkisah tentang Sasana—sebuah kefeminiman—yang terjebak dalam tubuh jantannya. Sejak lahir Sasana telah membenci dirinya sendiri—membenci apa yang ia miliki dan apa yang selalu diberikan kepadanya. Karena semuanya tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan dan mengekang hidupnya.
Hingga kemudian ketika Sasana mulai masuk bangku kuliah dan jauh dari kedua orang tuanya—yang selama ini membuatnya harus menahan apa yang selalu diingkannya, ia bertemu dengan Jaka Wani—seorang seniman jalanan (alias pengamen) yang mendorongnya untuk membebaskan apa yang selama ini menjadi keinginan Sasana.
Kehidupan Sasana setelah bertemu Jaka Wani pun tak berjalan mulus. Terlebih setelah mereka harus membantu Cak Man mencari anaknya yang hilang. Keduanya harus terpisah. Saling terkekang. Dan justru saling memusuhi ketika pada akhirnya bertemu kembali.

Seluruh hidupku adalah perangkap. Tubuhku adalah perangkap pertamaku. Lalu orangtuaku, lalu semua orang yang kukenal. Kemudian segala hal yang kuketahui, segala sesuatu yang kulakukan. Semua adalah jebakan-jebakan yang tertata di sepanjang hidupku. Semuanya mengurungku, mengungkungku menjadi tembok-tembok tinggi yang menjadi perangkap sepanjang tiga puluh tahun usiaku. (Sasana, h. 293)

Pernahkan kita berpikir jika kehendak bebas itu benar-benar ada? Bagiku sendiri kebebasan itu sesungguhnya tidak benar-benar ada. Karena setiap manusia sejatinya akan selalu terikat oleh hukum dan norma yang berlaku dimanapun ia berada.
Jujur saja, sebenarnya aku bingung ingin memberi nilai buku ini. Di satu sisi, aku menyukainya hingga aku tak bisa berhenti membacanya. Di sisi lain aku juga tidak menyukainya karena jika aku mendukung "kebebasan" yang ada di dalamnya itu tidak sesuai dengan apa yang aku yakini. Yah.. karena aku selalu mengikatkan diriku pada hukum dan norma.
Plot novel ini sebenarnya bagus, karena selalu membuatku penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya pada karakter utama. Tema utamanya tentang seorang transeksual pun menarik, terlebih karena setting dan isu-isu yang diangkat diambil pada masa orde baru dan peralihan ke reformasi menjadi bumbu yang membuat novel ini lebih menarik lagi. Hanya saja anti-klimaks novel ini menurutku kurang nendang dan membuatku sedikit kecewa pada akhir cerita.
Meski demikian aku tetap menyukai novel Pasung Jiwa ini, karena membuatku sedikit memahami gejolak batin yang mungkin terjadi pada para transeksual.

baca via iJakarta

February 7, 2018

[Review] 4 Ways To Get A Wife – Hyun Go Wun

Judul : 4 Ways To Get A Wife (Cover Baru)
Penulis : Hyun Go Wun
Penerjemah : Putu Pramania Adnyana
Penyunting : NyiBlo
Proofreading : Seplia
Desain sampul : Junweise
Layout sampul : @fadiaaaa_
Penerbit : Haru
Tebal : 398 hlm.
Terbit : Januari, 2018 (Cetakan pertama)
Rating : 🌟🌟🌟
Bisa dibeli di bukabuku

Dicari:
Istri Kontrak
Persyaratan: Usia 25-30 tahun, fisik sehat, dan penampilan rapi. IQ di atas 130. Memiliki pekerjaan tetap.

Kesepakatan:
Diberikan uang kontrak dan upah per tahun standar lulusan universitas. Disediakan pakaian dan pembantu rumah tangga. Setelah kontrak selesai, akan diberikan keuntungan khusus seperti belajar di luar negeri.

Perhatian:
Bukan kontrak seumur hidup. Masa kontrak maksimal 3 tahun. Kontrak akan diperbarui setiap tahun. Tidak diperbolehkan adanya kontak fisik atau keluhan apa pun.
Lampirkan CV, surat keterangan kesehatan, dan sertifikat tes IQ. Wawancara akan dilakukan setelah lulus seleksi dokumen.
 
####

Dunia sepertinya sudah semakin gila ketika aku melihat iklan untuk mencari'istri kontrak' yang terpasang di koran hari itu. Apalagi, adikku sendiri yang baru berumur 20 tahun, yang memiliki perbedaan umur lebih dari 12 tahun dengan lelaki itu. Benar-benar sinting!
Setelah bersusah payah menjauhkan dan menyelamatkan adikku, lelaki itu malah berkata padanya dengan wajah datar. 'Tidak ada burung pegar, ayam pun jadi.'

Ayam? Siapa yang ayam? Sekarang ia malah menawariku menjadi istri kontraknya!

Terkadang ada sesuatu yang harus kita relakan di dunia ini karena kita tidak bisa mendapatkan semuanya sekaligus. (h. 85)
Kisah berawal dari Yoon Shin Hee yang kesal dengan sikap Kim Geon Hyeong yang tidak menahannya ketika dia akan dinikahkan orangtuanya dengan pria lain. Shin Hee pun akhirnya memasang sebuah iklan pencarian istri untuk Geon Hyeong.
Meskipun hidup dalam keluarga pas-pasan dan penuh hutang, Kim Jung Woon tidak terima ketika adik perempuannya mendaftarkan diri sebagai calon istri Geon Hyeong. Di saat Jung Woon ingin menyelamatkan adiknya, ia justru terjebak dalam sandiwara yang dibuat Geon Hyeng demi menjauhkan Shin Hee dari sisinya.
Awalnya Jung Woon menolak. Tapi ketika hutang yang ditinggalkan pamannya dan pihak bank yang terus meminta Jung Woon agar segera mengosongkan rumah penuh peninggalan orangtuanya yang telah lama tiada, Jung Woon tidak berdaya ketika Geon Hyeong melunasi hutangnya. Dan ia pun terpaksa berpura-pura menjadi pasangan Geon Hyeong sebagai balasannya.
Di tengah sandiwara yang mereka jalani, tanpa sadar membuat keduanya semakin dekat dan saling memahami satu sama lain. Hanya saja sifat Geon Hyeong yang keras kepala dan tidak mudah percaya pada orang lain akibat masa lalunya yang buruk, membuatnya tidak segera menyadari perasaannya yang sesungguhnya.
Tentu saja kita bisa mencari kelemahan orang lain sebanyak mungkin, sebelum kita benar-benar dibutakan oleh cinta.
Tetapi setelah menemukan pasangan yang benar-benar cocok, Tuhan seolah membuat kedua orang itu buta. (172)
Jujur saja, awalnya agak sulit bagiku untuk masuk ke dalam cerita, terutama dengan pengenalan banyak karakter di bagian pembuka. Hubungan antar karakter yang seakan langsung ditumpahkan sekaligus pun membuatku semakin pusing selama membacanya. Aku sampai harus mengulangi membaca beberapa bagian agar lebih paham.
4 Ways To Get A Wife adalah novel pertama Hyun Go Wun yang pertama aku baca. Sudah sejak lama aku penasaran ingin membacanya karena novel ini termasuk K-Iyagi yang lumayan populer. Hanya saja setelah membacanya aku sedikit kecewa. Mungkin karena pengaruh terjemahan yang menurutku kurang mengalir dan adanya beberapa saltik, membuatku tidak bisa benar-benar larut dalam kisah Jung Won-Gyeon Hyeong ini.
Temanya sendiri tipikal drama-drama Korea yang benci jadi cinta, dibumbui masalah keluarga, dan perebutan kekuasaan. Konfliknya sendiri cukup ringan, jalan ceritanya pun bisa mengalir dengan baik dan tidak membuat bosan.
Aku suka dengan karakter-karakter dari keluarga Kim Jung Won unik. Selain mereka saling melindungi, di keluarga mereka juga punya buku peraturan hidup peninggalan orangtua mereka yang harus dipatuhi. Dan dari peraturan tersebutlah sifat Kang Geon Hyeong yang dingin berubah menjadi lebih hangat dengan orang lain.
Overall, aku suka novel ini dan wajib banget dibaca, terutama buat pecinta drama Korea. Karena bisa jadi guilty pleasure saat membacanya.

January 31, 2018

Proyek Baca Buku Perpustakaan 2018

Assalamualaikum... 
Di tahun 2018 ini sebenarnya aku agak malas untuk mengikuti tantangan baca apapun selain dari Goodreads, mengingat tahun lalu aku gagal dalam semua tantangan. Aku ingin lebih menikmati membaca bacaan yang aku sukai saja tahun ini daripada menantang diri sendiri dan akhirnya justru berimbas pada minat baca. 
Tapiiii... Karena tantangan baca ini lebih menjurus ke proyek, jadi apa salahnya untuk ikutan. Lagian buku-buku di perpustakaan online sekarang makin bertambah dan beragam. Serta banyak juga genre yang aku sukai. 
Oke, untuk ikutan proyek baca ini cara mainnya tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yuk disimak!
  1. Pinjam dan baca buku dari perpustakaan di kota kalian. Perpustakaannya bisa perpustakaan daerah/kota, perpustakaan provinsi, perpustakaan sekolah, perpustakaan kampus, taman baca, dsb. Termasuk perpustakaan digital.
  2. Periode baca bukunya dari tanggal 1 Januari – 31 Desember 2018.
  3. Share foto buku + kesan singkat kalian setelah membaca buku tersebut atau link review (kalau kalian mereview bukunya) di akun Twitter kalian dengan hashtag #bacabukuperpus2018 dan mention akun Twitter saya di @irabooklover. Pastikan label buatan perpustakaannya terlihat di foto sebagai bukti kalau buku tersebut memang dipinjam dari perpustakaan. Yang baca dari perpustakaan digital, share screenshoot bukunya di aplikasinya ya.
  4. Yang mereview bukunya di blog, jangan lupa pasang logo Proyek Baca Buku Perpustakaan 2018 di blog kalian juga. Sertakan juga logonya di setiap post review yang kalian buat :). Tautkan balik logonya ke post ini.
  5. Masukkan link share Twitter kalian di MisterLinky yang ada diakhir post ini. Supaya tidak numpuk banyak seperti tahun lalu, MisterLinky-nya saya buat dua, satu untuk memasukkan link untuk buku-buku yang kalian pinjam di perpustakaan digital dan satunya lagi untuk buku-buku yang kalian pinjam di perpustakaan non digital.
  6. Semua link yang masuk akan saya undi via random.org pada tanggal 1 Januari 2019. 1 link terpilih dari masing-masing perpustakaan (digital dan non digital) akan mendapat hadiah berupa buku pilihan sendiri senilai maksimal Rp100.000. Hadiah bisa bertambah (insya Allah tidak akan berkurang) sesuai situasi dan kondisi
  7. Kalian boleh memention saya berkali-kali untuk satu buku yang sama. Kalian juga bisa men-share di akun medsos kalian yang mana saja, tapi link yang harus kalian masukkan dan yang saya nilai cuma link share via Twitter.
  8. Dipersilakan membuat Master Post dan Wrap Up Post untuk proyek ini. Biar rapi, masukkan master post dan wrap up postnya di MisterLinky juga ya
Nah, gampang kan? Kalau masih ada yang kurang jelas, silakan kunjungi blog Ira Book Lover