January 29, 2016

[Book Review] Pulang – Tere Liye

  • Judul : Pulang
  • Penulis : Tere Liye
  • Editor : Triana Rahmawati
  • Design Cover : Resoluzy
  • Lay Out : Alfian
  • Penerbit : Republika
  • Cetakan : I, September 2015
  • Tebal : 400 hlm

BULRB

"Aku tahu sekarang, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding tubuhnya. Juga mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamak dibanding di matanya."

Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.

REVIEW 

Bujang hanyalah seorang pemuda biasa berumur 15 tahun  yang berasal dari salah satu talang—kampung— yang terletak di pedalaman Bukit Barisan. Tinggal bersama bapaknya, Samad, yang sering memukulinya jika ketahuan belajar ilmu agama dari mamaknya, Midah.

Hidupnya yang biasa-biasa saja akhirnya berubah saat kedatangan Tauke Besar, Kepala Keluarga Tong, yang datang ke kampung Bujang untuk berburu babi hutan yang suka merusak ladang penduduk sekitar atas undangan Samad. Tauke mengajaknya berburu babi hutan di pedalaman hutan Bukit Barisan. Saat itu, dimulailah takdir perjalanan hidup Bujang yang baru—takdir sebagai tukang jagal.

Malam itu, dadaku telah dibelah. Rasa takut telah dikeluarkan dari sana. —hlm. 20

Pulang adalah buku pertama Tere Liye yang pertama kali aku baca. Sebenarnya aku sudah lama mengenal beliau dari medsos dan tahu beberapa judul novel beliau yang sempat hits—serta beberapa diantaranya pernah difilmkan, hanya entah mengapa aku belum begitu tertarik membacanya. Tapi saat novel Pulang ini terbit dan beberapa blog buku memberikan review positif dan sedikit membeberkan isi buku, aku langsung tertarik kepengen membacanya.

Menggunakan alur maju-mundur, kita dibawa Bujang berkeliling dunia dengan perannya sebagai tukang jagal di Keluarga Tong. Bujang juga membawa kita ke masa 20 tahun kehidupannya selama tinggal dan berlatih sebagai salah satu tukang jagal yang kini paling disegani di dunia hitam—shadow economy.
Semua orang punya masa lalu, dan itu bukan urusan siapa pun. Urus saja masa lalu masing-masing. —hlm. 101
Sudut pandang orang pertama membuat kita seolah benar-benar ikut merasakan apa yang sedang dialami dan dipikirkan oleh Bujang—mengingat Bujang itu tipe orang yang irit bicara. Hanya saja ada beberapa adegan yang rasanya aneh saat membacanya. Salah satunya adalah adegan dimana Bujang bertemu Bapak Calon Presiden di awal bab. Di situ Bujang mengatakan bahwa ia sudah pergi keluar gedung dan menerobos para wartawan, tapi ia masih bisa tahu apa yang Calon Presiden lakukan dan katakan pada staf yang mendampinginya. Selain itu ada juga adegan pertarungan menjelang akhir novel dimana Bujang bisa mengetahui apa yang sedang terjadi dengan rekan-rekannya, padahal mereka bertarung di lantai yang berbeda dan hanya berkomunikasi lewat interkom. Apakah selain menjadi tukang jagal, Bujang juga mempunyai kelebihan indra ke enam?

Selain kekurangan tersebut,  di novel Pulang ini juga terdapat beberapa istilah jenis beladiri dan senjata yang yang dipergunakan oleh Bujang yang tidak dijelaskan apa itu sebenarnya. Juga ada istilah perekonomian yang tidak banyak diketahui oleh orang awam—dan membuatku beberapa kali harus bolak-balik membuka eyang google untuk mengetahui maksud istilah tersebut. Yah, seharusnya sih bisa ditambahkan catatan kaki untuk menjelaskan artinya, daripada dijelaskan di samping.istilah itu sendiri. Karena catatan kaki itu menurutku justru lebih mudah dicari dan diingat jika terlupa.

"Bahwa kesetiaan terbaik adalah pada prinsip-prinsip hidup, bukan pada yang lain." —hlm. 187
Di luar kekurangan itu, membaca Pulang terasa begitu mendebarkan dan menegangkan dengan segala aksi yang dilakukan Bujang. Terlebih saat sampai di bab Pengkhianatan. Aku langsung bertanya-tanya, huh, siapa nih pelakunya? Dan ketika Bujang mengungkapkan kecurigaannya, rasanya hampir nggak percaya! Orang yang begitu dekat dengan Bujang sendiri justru pelakunya. Uwaahh!! Rasanya bener-bener tertipu dengan segala omongan dan perbuatan pelaku.

Selain aksi-aksi mendebarkan yang dilakukan Bujang, kita juga diajak berkeliling ke beberapa negara seperti Hongkong, Makau, Jepang, Filipina.

Victoria Harbour. Tempat bertemunya Bujang dengan Kiko dan Yuki. Pencuri profesional yang sering menyamar menjadi turis jepang.

Lan Kwai Fong, Hong Kong. Sentra Kuliner dimana White, teman seperjuangan Bujang menjadi Chef di salah satu restoran di sana.
Grand Lisboa, Macau. Pusat markas Keluarga Lin, musuh besar dari Keluarga Tong.
Dari keseluruhan karakter dalam novel, aku justru suka dengan om Kopong :D Kopong adalah kepala dari semua tukang jagal yang dimiliki oleh Keluarga Tong. Meskipun berwajah sangar—dan postur preman tentu saja—aku merasa justru dia adalah orang yang baik hati jika mendapat kesempatan yang lebih baik. Bisa dilihat dari begitu perhatiannya Kopong kepada Bujang saat Bujang mengalami hal-hal yang berat. Juga karena Koponglah Bujang bisa menjadi tukang jagal yang sangat disegani. Karena Kopong sediri dulu juga hanyalah preman rendahan saat muda, sampai Samad membawanya ke Keluarga Tong dan menampungnya serta memberinya kehidupan yang lebih baik.
Di keluarga ini, masa lalu, hari ini, dan masa depan sepertinya berkelindan erat bagi setiap penghuninya. —hlm. 103
Membaca novel Pulang akan selalu mengingatkan kita, bahwa dimana pun kita berada, kita akan tetap bisa pulang.
"... Kau seperti bisa menyentuhnya, tersenyum takzim, menyaksikkan betapa jernih kehidupan. Saat itu terjadi, kau telah pulang, Bujang. Pulang pada hakikat kehidupan. Pulang, memeluk erat semua kesedihan dan kegembiraan." —hlm. 219
Jadi, bagi para penggemar Tere Liye, Pulang merupakan salah satu novel beliau yang wajib dibaca. Dengan aksi-aksi bela diri dan keahlian menggunakan senjata yang Bujang miliki, sayang sekali untuk dilewatkan.

Aku berharap sih Tere Liye akan membuat lanjutan novel Pulang ini. Karena di sini Bujang tak sempat merasakan cinta padahal umurnya udah pertengahan kepala tiga lho~. Aku sempat mengira akan ada kisah romansa antara Bujang dengan Kiko ataupun Yuki—cucu dari guru Bujang. Tapi sampai akhir cuma ada tonjok-tonjokan dan tembak menembak XD

Ah~ I need sequel~


January 27, 2016

Wishful Wednesday #1

Selamat hari Rabu siang yang mendung~

Akhirnya hari ini aku mencoba untuk mengikuti event Wishfull Wednesday ini. Dan buku yang menjadi inceranku adalah The Kill Order (The Maze Runner 0.5) karya James Dashner.

Judul : The Kill Order
Penulis : James Dashner
Harga : Rp 51.750 (bukabuku.com)
Sebelum WICKED dibentuk, sebelum Glade dibangun, sebelum Thomas memasuki Maze, ledakan sinar matahari menerpa bumi dan menghancurkan semuanya.

Mark dan Trina selamat dari bencana itu. Tak terduga, yang terjadi setelah itu jauh lebih buruk daripada bayangan mereka. Wabah penyakit menjangkiti penduduk di permukiman-permukiman yang tersisa. Penyakit itu dengan cepat bermutasi, menggerogoti otak mereka, memaksa umat manusia bertekuk lutut karenanya.

Mark dan Trina yakin ada cara untuk menyelamatkan manusia yang tersisa sebelum mereka semua terjangkit kegilaan. Mereka bertekad untuk menemukan jalan keluarnya meski nyawa mereka menjadi taruhan. Karena di dunia baru yang luluh lantak ini, setiap nyawa ada harganya. Dan bagi sebagian orang, ada yang dianggap layak untuk hidup, tapi lebih banyak lagi yang dirasa lebih pantas mati.
The Kill Order merupakan prekuel dari seri The Maze Runner. Aku sudah punya ketiga seri dari Trilogi Maze Runner, dan rasanya sayang sekali kalau aku belum memiliki dan membaca buku ini karena dari sinilah akar dari semua masalah yang dialami Thomas bermula.

Sebenarnya udah dari tahun kemarin novel ini terbit di Indonesia, hanya saja sepertinya aku masih belum bisa memilikinya. Yah, semoga saja tahun ini aku bisa punya rejeki berlebih dan bisa berjodoh untuk melengkapi seri Maze Runner ini..
Share Wishful Wednesday mu juga ya!
  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

January 24, 2016

[Book Review] Fangirl – Rainbow Rowell


  • Judul : Fangirl
  • Penulis : Rainbow Rowell
  • Editor : NyiBlo
  • Penerjemah : Wisnu Wardhana
  • Proofreader : Dini Novita Sari
  • Design Cover : Bambang 'Bambi' Gunawan
  • Ilistrasi Isi : @teguhra
  • Penerbit : Penerbit Spring (imprint dari Penerbit Haru)
  • ISBN : 978-602-71505-0-8
  • Cetakan : I, November 2014
  • Tebal : 456 hlm
  • How I Get : Promo Ultah Haru di bukalapak.com/penerbitharu

BULRB

Cath dan Wren--saudari kembarnya--adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. Namun, Cath bukan sekedar fan. Simon Snow adalah hidupnya!

Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di Internet, dan ia terkenal! Semua ornag menanti-nantikan fanfiksi Cath.

Semua terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simon Snow, Bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya.

Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menghadapi temar sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga profesor Penulisan Fiksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir zaman.

Seolah dunianya belum cukup terguncang, Cath juga masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis ayahnya yang labil.

Sekarang, pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia mengahadapi semua itu?

REVIEW

Cather 'Cath' Avery adalah seorang gadis yang introvert dan sedikit pemalu. Namun dia adalah seorang fangirl dari Seri Simon Snow garis keras. Bahkan dia sampai menciptakan sebuah  cerita fanfiksi yang menceritakan Simon dan Baz yang mendapatkan hit yang sangat tinggi di salah satu situs penulisan online. 

Meskipun kembar identik, Wren Avery begitu berbeda dengan Cath. Cath sering menggambarkan Wren sebagai seorang yang luar biasa dibanding dirinya. Cath juga sering mengumpamakan Wren sebagai pribadi yang menyerap lebih banyak sumber kehidupan yang diberikan ibunya selama mengandung mereka (diceritakan kalau Cath harus diinkubator selama 3 hari karena terlahir lebih lemah dibandingkan Wren). Walaupun demikian Cath dan Wren saling menyayangi dan melindungi sejak kecil.
"Inti dari fanfiksi," katanya, "adalah bahwa kau harus bermain di dalam alam semesta orang lain. Menulis ulang aturannya. Atau membengkokkannya..." ―hlm. 131
Bersama, Wren dan Cath menulis sebuah fanfiksi tentang Simon/Baz dengan nama pena Magicath dan Wrenegade sejak masa SMA (meskipun Wren lebih berperan sebagai beta reader bagi Cath). Dan itu merupakan masa-masa yang indah bagi Cath karena saudarinya menjadi orang yang paling mengerti dan paling penting dihidupnya setelah ayah mereka. Namun segalanya berubah sejak mereka masuk ke bangku kuliah. 

Wren menginginkan hidup yang bebas dan tanpa pengawasan di asrama, memilih untuk sekamar dengan Courtney yang sama-sama berasal dari Omaha. Cath yang merasa terkhianati tak bisa berbuat banyak. Terlebih saat ia bertemu dengan Reagan―teman sekamar Cath―yang tidak menginginkan kehadiran Cath. Yang membuat makin tak nyaman adalah kehadiran Levi―'pacar' Reagan―yang sering kali berkunjung ke kamar dan membuat Cath merasa canggung saat berada di antara mereka. Tapi di dalam dunia Cath yang sedang jungkir balik dan sedang berusaha untuk beradaptasi, hadir Nick―teman di kelas Penulisan Fiksi―yang sedikit banyak telah membuat Cath akhirnya merasa menemukan seseorang yang bisa mengerti tentang dirinya di lingkungan yang baru ini, serta membuat hati Cath bergetar setelah putus dengan dengan pacarnya di SMA.

---------
 "Menulis itu sepi." ―hlm. 213

Membaca novel Fangirl ini sedikit mengingatkanku sebagai seorang  fangirl beberapa tahun belakangan saat aku masih aktif sebagai silent reader menjadi penggemar pasangan IchigoxRukia dari manga Bleach karya Tite Kubo-sensei di situs fanfiction.net

Cath digambarkan sebagai seorang fujoshi (sebutan untuk cewek yang suka dengan cerita romantis antara BoyxBoy) garis keras karena pairing yang ditulisnya. Entah Rowell sendiri tahu istilah tersebut atau tidak XD tapi membaca novel ini membuatku terhanyut ke dalam cerita Cath akan keseharian dan apa saja yang dilakukannya sebagai seorang fangirl.

Tema yang diangkat sendiri cukup unik, seorang fangirl dari tokoh fiksi dalam sebuah novel berseri―bukannya fangirl dari penulisnya sendiri, penyanyi atau artis lainnya yang selama ini banyak novel yang menjadikannya sebagai tema major. Sepertinya aku belum menemukan buku yang bertema sama (atau aku yang kurang banyak membaca?), dan ini menjadikan salah satu kelebihan dari novel ini untuk wajib dibaca.

Menggunakan sudut pandang orang ketiga membuatku lebih banyak memahami bagaimana sifat masing-masing karakter sesungguhnya―meskipun Rowell membuat Cath sebagai pusat cerita―bahwa dibalik setiap sikap menyebalkan―ataupun manis―dari setiap karakter mempunyai alasan tersendiri kenapa mereka melakukannya.
Tersenyum itu membingungkan, pikir Cath. Ini sebabnya aku tidak melakukannya. ―hlm. 222
Aku sedikit sebal dengan sifat Cath yang merasa seolah-olah ia adalah pihak yang paling menderita dan paling tidak beruntung di novel ini. Apalagi saat Cath suka membanding-bandingkan dirinya dengan kelebihan yang dimiliki Wren. Padahal jika ia lebih membuka mata, banyak kelebihan yang dimilikinya seperti nilai akademik yang bagus dibandingkan Wren, kesabaran dalam menghadapi sifat buruk Wren atau saat bagaimana Cath merawat ayahnya, serta kebaikan-kebaikan lain yang tak dimiliki Wren.
"... ketika kau menyadari ada seorang cowok yang menatapmu dengan pandangan berbeda―bahwa kau memenuhi lebih banyak tempat di bidang pandangnya. Saat itulah kau tahu dia tidak bisa melihat hal lain selain dirimu lagi." ―hlm. 41
Di luar kekurangan yang dimiliki Cath, aku sempat bertanya-tanya, kepada siapa hati Cath nantinya akan berlabuh. Selain Nick yang yang selalu mengajaknya belajar bersama mengerjakan tugas dari kelas Penulisan Fiksi―setidaknya seminggu dua kali di Love Library, juga ada Levi yang selalu berbuat baik kepada Cath. Karena tidak mau dianggap sebagai teman yang suka makan teman―terlebih saat Cath mulai nyaman dengan Reagan sebagai teman sekamarnya―Cath harus menekan perasaannya. Namun ketika Levi meminta bantuan Cath untuk membacakan buku materi untuk ujian esok harinya, Cath tak tega menolaknya. Terlebih sesaat sebelum jatuh tertidur, Levi sempat menciumnya. Dan itu membuat Cath makin tak bisa mengontrol perasaannya.
"Lalu kenapa? Aku tidak dapat medali kalau bertahan. Itu hanya kuliah. Siapa yang peduli di mana aku melakukannya?" ―hlm. 260
Adegan favorit adalah saat hal baik satu per satu mulai mendatangi Cath―menjelang akhir novel―menggantikan hal-hal buruk yang telah dihadapi dan diselesaikannya.

Untuk karakter favorit, aku justru menyukai Reagan. Ia sendiri sebenarnya kakak angkatan Cath. Meskipun sering berkata kasar, sinis dan bertingkah menyebalkan kepada orang lain, sebenarnya ia sendiri orang yang baik. Seperti saat ia prihatin melihat Cath yang berminggu-minggu hanya bertahan dengan memakan batangan protein―yang dibawanya dari rumah karena tak mengetahui letak ruang makan dan merasa asing jika makan sendirian―akhirnya menyeret Cath untuk makan bersama.

Fangirl adalah buku pertama dari Penerbit Spring yang aku baca. Penerjemah sendiri menerjemahkannya dengan bahasa yang mengalir dan begitu apik. Hingga tanpa sadar membuatku telah menyelesaikan membaca buku ini. Aku menemukan satu typo di dalamnya, tapi lupa mencatat halaman berapa karena aku mungkin itu typo saat kita miss kata dalam sebuah percakapan di telepon. Namun di luar itu terjemahannya begitu sempurna. Dan untuk cover sendiri sih, aku lebih suka cover yang dibuat Penerbit Spring dibanding cover aslinya.

Buat yang merasa punya nasib sebagai sesama fangirl ataupun seorang fujoshi wajib baca buku ini. Dan yang suka atau sedang mencari bacaan bergenre YA ataupun kisah romance yang ringan, Fangirl ini recomended banget deh!
"Aku penasaran... kalau ada benda seperti mesin waktu, apa ada orang yang menggunakannya untuk pergi ke masa depan?" ―hlm. 281
"Kita saling menyukai. Apalagi yang kurang? Selain itu dibandingkan dengan seluruh dunia, kita punya banyak persamaan. Kalau alien datang ke bumi, mereka bahkan mungkin tidak akan bisa membedakan kita." ―hlm. 295

January 19, 2016

[Book Review] Bonus Track – Koshigawa Osamu

  • Judul : Bonus track
  • Penulis : Koshigawa Osamu
  • Editor : Morita-T
  • Proofreader : Dini Novita Sari
  • Penerjemah : Andry Setiawan
  • Desainer Cover : Angelina Setiani
  • Penerbit : HARU Media
  • ISBN : 978-602-7742-36-9
  • Cetakan : I, Oktober 2014
  • Tebal : 380 hlm
  • How I Get : promo ultah hari di bukalapak.com/penerbitharu

BLURB

Aku sendiri pun terkejut.
Aku tidak pernah berpikir akan
menjadi hantu dan bergentayangan.

Kusano Tetsuya bekerja di sebuah restoran hamburger besar di kotanya. Suatu malam, saat ia pulang kerja sambil mengendarai mobilnya, ia menjadi saksi tabrak lari. Sebuah mobil sport hitam melaju dengan kencang, meninggalkan pemuda bertubuh kecil tergeletak di jalanan di tengah hujan.
Kusano mencoba untuk menolong pemuda itu, bahkan sampai memberikan napas buaatan. Namun semua sudah terlambat. Semalam suntuk ia harus memberikan pernyataan di kantor polisi. Gara-gara itu, Kusano demam tinggi dan bahkan berhalusinasi. Pemuda korban tabrak lari itu muncul di kamarnya, tidur-tiduran di atas sofa, dan bahkan berbuat usil!

Tapi, apa itu benar-benar hanya halusinasi?
Halusinasi itu sendiri sih mengaku kalau ia adalah hantu...

Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik
dibandingkan dengan keseluruhan album.

REVIEW

Kusano hanyalah seorang pegawai tetap di sebuah restoran cepat saji. Meskipun berpangkat manager, dia justru sering melakukan pekerjaan-pekerjaan remeh seperti mengambil permen karet di bawah meja atau membetulkan sepeda-sepeda pelanggan yang ambruk tertiup angin—yang sebenarnya bisa dia serahkan kepada pegawai paruh waktu. Dia melakukannya karena merasa tidak enak jika sering memerintah orang lain seperti rekan kerjanya yang sesama manager. Namun karena sering menanggung semuanya sendiri, dia justru sering terlambat pulang dan kurang istirahat.

Seperti hari itu, Kusano pulang lewat jam 12 malam karena harus menyelesaikan masalah yang terjadi saat penutupan restoran. Dalam perjalanan pulangnya melewati jalan pintas menuju apartemen one mansionnya, dia justru menemukan seorang pemuda yang tergeletak di tengah jalan di bawah guyuran hujan. Awalnya Kusano mengira itu hanya sekor anjing. Tapi setelah diperhatikan lagi kemungkinan pemuda itu adalah korban tabrak lari dari mobil yang sempat menyalipnya.
Berhadapan langsung satu lawan satu dengan korban kecelakaan itu rasanya begitu menakutkan sehingga napas Kusano seolah tercekat di leher. —hlm. 29 
 Kusano sempat ragu saat ingin menolong pemuda itu. Selain karena merasa takut, dia juga tidak yakin apakah ia bisa menolong pemuda itu—meskipun Kusano sedikit banyak sudah belajar tentang pertolongan pertama saat SMA dulu. Namun karena rasa kemanusiaannya yang tinggi, akhirnya Kusano berusaha untuk menyelamatkannya meskipun pada akhirnya pemuda tersebut sudah tidak tertolong. 

Yokoi Ryota, seorang mahasiswa di universitas kelas dua setengah di perfektur Saitama. Dari kecil, hidupnya bisa dibilang penuh kesialan. Terlahir di daerah yang terkenal dengan Kenka Matsuri—festival dimana pesertanya harus saling pukul dan bergelut—tidak serta merta membuatnya tumbuh menjadi anak yang bertubuh besar dan kuat. Dia justru tumbuh sebagai anak yang bertubuh kecil dan tipe anak rumahan yang bahagia ketika menyususn paramodel gundam. Selama masa SMP dan SMA pun dia bertahan hidup dengan "menjilat-orang-yang-senang-dipuji" agar tidak menjadi korban bullying. 

Untuk mengubah nasib buruknya, Ryota berusaha mati-matian agar diterima di salah satu universitas bergengsi di Tokyo. Namun dia justru terpeleset di universitas dengan level yang pas-pasan. 
Akan tetapi! Pada hari ini, tanggal 9 Juni pukul 2 lewat 20 menit dini hari. Kekhawatiranku tentang masa depan pun lenyap.
Kenapa?
Karena aku mati. —hlm. 46
Pertama kali lihat cover buku Bonus Track ini aku sempat mengira-ira kalo mungkin buku ini bercerita tentang kisah cinta romantis seorang hantu yang jatuh cinta dengan orang yang masih hidup dan berlatar tentang hal yang berbau musik. Namun setelah buku ini berada di tangan dan baca beberapa halaman, aku justru mengira kalo bakal ada unsur BoyxBoy di buku ini karena hanya menceritakan dua orang laki-laki muda dewasa.

Haha. Dan ternyata semua ekspetasiku salah besar!

Buku ini jauh lebih bagus dari sekedar kisah romantis. Banyak sekali pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari buku tersebut (sampai bikin persediaan flagnote menipis untuk menandai kalimat-kalimat sindiriran maupun nasihat). Osamu-sensei benar-benar membuat cerita ini layak diacungi empat jempol. Tidak heran jika novel aslinya sendiri memenangkan Japan Fantasy Novel Award tahun 2004 lalu.

Cerita di dalam Bonus Track sendiri menggunakan dua macam sudut pandang. Sudut pandang orang pertama saat menceritakan pengalaman dan apa yang dirasakan oleh Ryota saat hidup dan ketika menjadi hantu, dan sudut pandang orang ketiga ketika menceritakan apa yang terjadi di sekitar Kusano.

Aku sempat dibuat senyum-senyum dengan apa yang ada di pikiran Ryota yang ternyata sedikit mesum—seperti bagaimana ia begitu ingin menyentuh Sho-chan, gadis yang disukainya. Sho-chan adalah adik staf kelas S, Minami Hiroko, yang juga bisa melihat hantu Ryota. Tapi meskipun ingin, Ryota tidak tidak pernah melakukannya karena dia menghormati Sho-chan, dan sekalipun bisa menyentuhnya, tangan Ryota hanya akan menembus tubuh Sho-chan.

Bagian yang sedih adalah saat dimana Ryota pulang ke rumah untuk menghadiri pemakamannya sendiri. Meskipun dia terima-terima saja dengan kematiannya, saat melihat kesedihan orang tuanya dia merasa tidak tahan berada di dekat mereka. Terlebih saat Ryota satu mobil dengan Eriko, kakak sepupu yang paling dekat dengannya. Dia tidak menyangka jika orang-orang di sekitarnya akan begitu kehilangan dirinya. (Saat menceritakan Eriko aku sempat mengira akan ada interaksi antara dia dan Kusano. Tapi lagi-lagi aku salah -__-) Selain itu, bagian yang tersedih adalah saat perpisahan Ryota dengan teman-teman barunya ketika keinginan terakhirnya telah terkabul.

Bonus Track sendiri diterjemahkan dengan apik. Tidak heran sih, karena kak Andry Setiawan yang menerjemahkannya. Kak Andry sendiri sudah banyak menerjemahkan novel-novel dari Jepang untuk Penerbit Haru. Dan dari keseluruhan buku, aku hanya menemukan satu typo yaitu "fbadan" yang harusnya di tulis "badan" di halaman 50.

Awalnya terasa begitu membosankan saat membaca buku ini. Namun seiring lembar demi lembar yang terlewati, aku tidak bisa berhenti membacanya. Dan novel ini recomended banget buat dibaca dan dikoleksi!

Aku sadar bahwa kematian pasti akan datang, tapi kupikir itu adalah kisah masa depan yang masih jauh. —hlm. 55
Yang namanya arwah itu tidak ada dan yang namanya perasaan itu tidak lebih dari sekedar kinerja otak. —hlm. 56
Ada tapi tidak ada seorang pun yang menyadari. Kalau sudah terbiasa ternyata tidak buruk juga. —hlm. 94
Hanya karena aku tahu dia bekerja rajin di tempat di bekerja bukan berati aku tahu semua tentang dia. —hlm. 118
"Karena hanya halusinasi, kau akan menghilang kalau demamku turun. Karena itu aku tidaak takut... Walau aku takut terhadap kenyataan bahwa aku melihat halusinasi." —hlm. 130
"Aku tidak tahan karena kau menyia-nyiakan waktu. Padahal, kau masih hidup." —hlm. 285
"Aku kadang berpikir, manusia itu lebih mengerikan daripada hantu." —hlm. 321
"Kehidupanku? Apa ya... kalau diringkas mungkin menjadi, 'Album debut sebuah punk band."
"Apa maksudnya?"
"Selesai dengan cepat."
"Begitu, ya." 
"Tapi, di dalam album yang cepat selesai itu ada sebuah bonus track."
"Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan keseluruhan album." —hlm. 332, Ryota to Kusano
Perfektur Saitama
Kenka Matsuri

Sungai Arawa, tempat dimana Kusano menemukan Ryota yang tergeletak setelah menjadi korban tabrak lari.

  



Review ini diikutsertakan dalam:

[Author] Aly Almario



Aly Almario adalah seorang penulis berkebangsaan Filipina. Seorang kutu buku dan pecinta kopi yang bercita-cita menjadi seorang chef meskipun bakatnya tidak begitu besar. Menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menonton drama Asia dan anime, traveling atau wisata kuliner bersama keluarganya.

Author favorit Aly adalah J.K Rowling. Tidak heran jika dia menjadi seorang potterhead yang gambarnya sering diposting di instagram pribadinya.

January 16, 2016

[Master Post] East Asia Reading Challenge

Berhubunng daftar beberapa buku TBR-ku kebanyakan dari Asia Timur, aku jadi tertarik buat ikutan East Asia Reading Challenge yang diadakan oleh The Cute Geek. Tantangannya sendiri berlangsung dari 1 Januari - 24 Mei 2016.

Persyaratannya sendiri cukup mudah kok, antara lain:
  1. Setting buku berada di negara Asia Timur. Dan menurut wikipedia, negara Asia Timur meliputi Republik Rakyat Tiongkok (Cina), Macau (RRC), Jepang, Hongkong, Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara), Korea Selatan, Mongolia dan Taiwan. Oh iya, penulis bukunya tidak harus orang Asia Timur, namun yang diutamakan di sini adalah setting tempatnya. Jadi kalau penulis Indonesia nulis buku tentang Korea misalnya, tidak apa-apa diikutkan reading challenge ini.
  2. Buku yang direview hanyalah buku fiksi dengan genre dan rating bebas. Komik/coloring book/graphic novel tidak diperbolehkan dalam reading challenge ini.
  3. Periode challenge ini mulai tanggal 1 Januari 2016 sampai 24 Mei 2016. Di akhir challenge, dimohon membuat postingan wrap up tentang berapa banyak buku yang telah dibaca dalam rentang waktu challenge ini.

[Book Review] Operation: Break the Casanova's Heart – Aly Almario

  • Judul : Operation: Break the Casanova's Heart
  • Penulis : Aly Almario
  • Editor : K.P. Januwarsi
  • Proofreader : Titish A.K.
  • Penerjemah : Airien Kusumawardani
  • Desainer cover : Saiful Rohman (COCROID)
  • Penerbit : HARU Media
  • ISBN : 978-602-7742-64-2
  • Cetakan : I, Oktober 2015
  • Tebal : 224 hlm
  • How I Get : giveaway @NovelAddict_ & @penerbitharu 

BLURB

Misi: Menghancurkan Hati Sang Casanova
1. Tugas yang Harus Diselesaikan:
1. Buat dia menyadarai keberadaanmu.
2. Buat dirimu menonjol dari cewek-cewek lain.
3. Dapatkan ajakan untuk berkencan.
4. Jadikan kencan tersebut berkesan.
5. Buat dia menganggapmu serius.
6. Pastikan dia hanya berkencan denganmu.
7. Buat dia mengajakmu menemui orangtuanya.
8. Buat dia menciummu, ciuman yang tulus.
9. Jadilah pacar terbaik yang pernah dia miliki.
10. Langkah terakhir: HANCURKAN HATINYA.

Satu-satunya peraturan yang harus kau patuhi dalam misi ini adalah: jangan jatuh cinta kepadanya. Kalau kau melanggar peraturan ini, maka misi akan dianggap gagal. Sebagai gantinya, kau akan menerima hukuman yang berat.

Naomi Perez terpaksa menjalankan misi tersebut karena Stephen Crushsang Cassanovaadalah cowok yang menghancurkan hati sahabatnya, Kryzel.

Apakah Naomi berhasil membuat Stephen jatuh cinta kepadanya?
Ataukah keadaan akan berbalik, justru Naomi yang jatuh cinta kepada Stephen?

REVIEW

Di dalam permainan bernama 'Cinta', yang kalah adalah yang pertama jatuh cinta. —hlm. 3

Naomi sebelumnya hanyalah seorang gadis kutu buku. Penampilannya yang kurang menarik dan agak tomboy—sedikit banyak dipengaruhi oleh empat kakak laki-lakinya yang terkadang tidak memperlakukannya sebagai adik perempuan merekamembuatnya  belum pernah merasakan yang namanya pacaran.

Stephen adalah seorang casanova di kampus Naomi. Tak hanya kaya dan tampan, dia juga termasuk mahasiswa yang pintar, sehingga tidak heran jika banyak cewek yang mengantri untuk menjadi pacarnya. Tapi tidak dengan Naomi.

Kenapa ada cewek yang yang mau berhubungan dengan cowok yang masa pacaran paling lamanya hanya empat hari? —hlm. 7

Sebenarnya Naomi dan Stephen adalah teman sekelas sejak SMA, tapi mereka hampir tidak pernah berinteraksi karena mereka menganggap lingkungan sosial keduanya berbeda. Sampai suatu hari Naomi menemukan fakta bahwa Kryzel jatuh sakit dan masuk rumah sakit karena putus dengan Stephen. Padahal Naomi sedikit berharap jika hubungan sahabatnya itu akan bertahan lebih lama mengingat mereka telah pacaran selama dua minggulebih lama dari mantan Stephen yang lain. Namun ternyata Stephen juga menyampakkan Kryzel seperti cewek lainnya.

Dibakar amarah, Naomi pergi mencari Stephen untuk melabraknya. Namun justru berakhir dengan ciuman pertamanya yang dicuri oleh Stephen.

Karena ingin membalas dendam, Naomi akhirnya bergabung dengan KPSC—Koalisi Pembenci Stephen Cruz—yang diketuai oleh Yannie dan France, dengan misi utama menghancurkan hati sang casanova.

***
Ini adalah pertama kalinya aku membaca cerita fiksi dari Filipina—dan sepertinya Penerbit Haru pun adalah penerbit pertama yang menerbitkan novel yang berasal dari negara tersebut—meskipun sebelumnya aku lumayan sering membaca cerita fanfiksi dari penulis sana. Yah, kebanyakan berbahasa inggris sih... karena aku sendiri pun tidak tahu apapun tentang bahasa Tagalog.

Seperti buku-buku terjemahan Haru yang lain, Operation: Break the Casanova's Heart pun diterjemahkan dengan apik. Beberapa kata tetap menggunakan bahasa asli Filipina, sehingga kita bisa sedikit belajar bahasa Tagalog. Seperti Kuya yang berarti kakak laki-laki. Ahhh~ Kuya Nico~~ /abaikan/

Aku suka bagaimana penulis menggunakan sudut pandang Naomi dan Stephen secara bergantian dalam menceritakan kisah mereka, sehingga kita tahu tentang bagaimana perasaan yang sebenarnya mereka masing-masing miliki.

..., tidak pernah punya pacar bukan berarti aku sama sekali tidak pernah naksir seseorang. —hlm. 8

Naomi sebenarnya menaruh hati pada Drew sejak lama, tapi dia merasa jika Drew tidak pernah memperhatikan sinyal yang sudah lama Naomi berikan, karena sepertinya Drew hanya menganggapnya sebagai sahabat. Namun aku sedikit deg-degan dan was-was ketika akhirnya Drew menyatakan cintanya pada Naomi di saat Stephen mulai menganggap serius cinta Naomi. Aku sedikit deg-degan ketika Naomi dan Drew sedang berduaan, khawatir kalau-kalau Stephen tahu apa yang mereka lakukan. Tapi aku juga sering senyum-senyum sendiri saat bagian ketika Stephen terlihat cemburu melihat kedekatan Naomi dan Drew (padahal saat itu mereka belum menyatakan perasaan mereka masing-masing).

Meskipun cerita dengan mengusung tema tentang seorang playboy itu sudah terlalu umum, dan akhir ceritanya mudah ditebak, tapi penulis berhasil memberikan kejutan-kejutan adegan di dalamnya, yang membuatku bertanya-tanya apa yang selanjutnya akan terjadi? Apakah Naomi akhirnya memilih untuk menghancurkan hati Stephen setelah dia tahu alasan di balik sikap brengseknya itu? Dan yang membuatku semakin terkejut adalah alasan Yannie membentuk KPSC yang ternyata bukan untuk menyakiti Stephen namun justru ingin menyelamatkannya.
Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berbagi penderitaan. —hlm. 122
"... Aku mendoakan agar kau benar-benar bahagia. Dan kalau kita memang ditakdirkan untuk bersama... kita akan bersama," —hlm. 139

"Seandainya saja sejak dulu  aku tahu  jatuh cinta rasanya seindah ini, aku pasti sudah memberi cinta kesempatan bertahun-tahun yang lalu." —hlm. 142

"Dia juga mencintaimu, kan? Berjuanglah untuknya. Ingatkan dia apa yang pertama kali membuatnya jatuh cinta kepadamu." —hlm. 170

Buku ini cukup tipis dan ringan, yang bisa dihabiskan sekali baca. Remomended banget buat yang suka genre romance comedy dan YA.

Oh ya, ini adalah buku kedua hasil aku berburu buntelan yang diadakan oleh Penerbit Haru (buku pertama Chronicle of Audy: 4/4 yang aku dapatkan tahun kemarin, tapi aku belum sempat membuat reviewnya) dan ini adalah buntelan pertama yang aku dapatkan tahun 2016 ini. Aku cukup beruntung mendapatkan buku yang masih bertanda tangan asli dari penulisnya. Sepertinya aku sedikit berjodoh dengan Haru :p


Overall My Rating for Stephen is



Review ini diikut sertakan dalam:

January 15, 2016

[Master Post] Receh Untuk Buku 2016

Akhirnya yang aku tunggu-tunggu tiba. Mbak Maya (sok kenal. haha XD) bikin challenge Receh Untuk Buku lagi di tahun 2016 ini. Sebenarnya aku cukup tertarik ingin mengikutinya tahun kemarin, tapi berhubung aku tahunya telat, yah cuma bisa berharap tahun depan ada lagi. Dan ketika aku baca postingan Receh Untuk Buku 2016 (Master Post) aku langsung excited dan nggak sabar mau ikutan.

Peraturannya sih mudah:
1. Kumpulkan semua uang receh yang kamu punya sejak bulan Januari-Desember 2016
2. Setelah akhir tahun, hitung jumlah uang tersebut dan belikan buku yang kamu inginkan/bukunya dihadiahkan ke orang lain
3. Buat postingan tentang challenge ini di blog kamu, share di media sosial yang kamu punya
4. Pasang banner Receh Untuk Buku 2016
Untuk lebih jelasnya, silakan berkunjung di blog mbak Maya di sini.

January 11, 2016

[Master Post] Tantangan Membaca Haru 2016

Setelah sukses mengadakan Tantangan Membaca Haru di tahun 2015 kemarin, tahun ini Penerbit Haru kembali mengadakan Tantangan Membaca Haru 2016 untuk kalian yang terkena #HaruSyndrom. Berhubung aku mengenal Haru baru sekitar April tahun kemarin, aku belum tahu banyak tentang Haru. Setelah lebih dari setengah tahun ini kepo akun medsos Haru, awal tahun ini aku memutuskan untuk mencoba mengikuti tantangan ini.

Di tahun ini, Penerbit Haru menyediakan 4 fase yang bisa kita pilih sendiri. Apakah kalian tertarik? Lalu bagaimana cara mendaftarkan diri dalam Tantangan membaca ini?

Berikut tata cara yang bisa kalian lakukan: 


1. Like facebook fanpage Penerbit Haru dan follow twitter @PenerbitHaru
2. Memiliki blog seperti blogspot, tumblr, kompasiana, wordpress (note Facebook tidak bisa)
3. Pasang banner ini di blog kamu. Banner harus ditautbalikkan ke postingan ini selama program ini berlangsung.
4. Membaca buku terbitan Haru dan membuat resensinya.
5. Membuat artikel mengenai Haru. Artikel dapat berupa, ulasan mengenai apapun yang berhubungan dengan Haru. Contoh
Label Haru (K-Iyagi, J-Lit, M-Novel, dll)
  • Kota kelahiran Haru (Ponorogo, Jawa Timur)
  • Kover/editan/penerjemahan buku Haru
  • Kegiatan yang pernah Haru lakukan: pameran, Haru Awards atau blog tour
  • Saran untuk Haru
  • dll
6.Memilih tingkat tantangan yang merupakan tingkatan #HaruSyndrome yang kamu derita.
7. Buku Haru yang dibaca boleh mana saja, juga boleh membaca ulang. Namun, HARUS membuat resensi baru yang dipost mulai Januari 2016. Resensi yang pernah diikutkan dalam Tantangan Membaca Haru 2015 TIDAK BISA diikutkan lagi.
8. Wajib membuat post awal. Post awal adalah postingan yang berupa info bahwa sedang mengikuti ‘Tantangan Membaca Haru’ ini.
9. Mendaftar ke tantangan.haru@gmail.com dengan subyek [Tantangan Membaca Haru 2016_Nama_Pilihan Fase]
Isi data berikut
Nama | Alamat | No hp | E-mail | Twitter | Facebook |Link blog post awal:
10. Pada akhir tahun, WAJIB membuat post akhir yang berisi kesan kalian saat mengikuti ‘Tantangan Membaca Haru’ beserta link resensi yang telah dibuat.
Periode waktunya sendiri dimulai dari Januari 2016-Desember 2016

*** 

Dan karena aku masih pemula dalam menjadi Blogger Buku serta ini adalah tantangan yang pertama kali aku ikuti, aku akan memilih Fase Primer (10 Buku + 1 artikel Haru)

Dan berikut buku yang telah berhasil aku baca:
  1. Operation: Break the Casanova's Heart - Aly Almario
  2. Bonus Track - Koshigawa Osamu
  3. The Stolen Years - Ba Yue Chang An
  4. Single Ville - Choi Yun Kyo

[Book Review] Unexpected Wedding – Frisca Marth

  • Judul : Unexpected Wedding
  • Penulis : Frisca Marth
  • Penata Letak : Tri Kuncoro P. H & Muhammad Oriza N
  • Desain Sampul : Febryanto Nugroho
  • Penerbit : Buku Oryzaee
  • Cetakan : I, 2015
  • Tebal : vi + 321p
  • ISBN : 978-602-73305-0-4
  • Harga : Rp 62.800,- (oryzaee.com)

BURLB

Evelyn Sander tidak pernah menyangka jika pertemuannya dengan gadis kecil bernama Angelica akan membawa perubahan besar dalam hidupnya. Berawal dari keisengannya memberikan permen pada gadis kecil berusia tujuh tahun itu, Angelica lantas mengira bahwa Evelyn adalah Mommy yang telah lama pergi meninggalkannya. Di hadapan Ben, sang Ayah, Angelica memohon pada Evelyn untuk tetap tinggal bersama mereka.

Evelyn menjadi kelabakan. Dan semakin kelabakan ketika Ben benar-benar melamarnya demi sang buah hati, Angelica, yang ternyata mengidap penyakit yang cukup parah. Karena alasan itu pula, pada akhirnya Evelyn menerima lamaran lelaki itu.

Di tengah-tengah pernikahan mereka, mampukah Evelyn menolak pesona Ben? Mampukah Evelyn tetap menjaga perasaannya untuk Billy, sang kekasih yang tengah berjuang memantaskan diri demi menjadi pendamping hidupnya? Lalu... apa yang akan terjadi ketika akhirnya Billy


REVIEW


Evelyn atau Eve sebelumnya hanyalah perempuan sederhana yang bekerja sebagai kasir di sebuah Cafe di dekat tempat tinggalnya. Hari itu sebenarnya dia ingin menemui sahabatnya Monica yang kini menjadi seorang pengajar di sebuah TK, tapi Eve justru bertemu dengan Angelica yang tengah berdiri di depan sekolah dan sedang menunggu mobil jemputannya. Merasa kasihan, Eve menghampirinya dan memberikan sebatang lolipop kepada Angel.

Angel yang telah lama kehilangan ibunya, mengira Eve sebagai Mommy-nya. Tanpa pikir panjang Angel membawanya menemui Ben dan meminta ayahnya agar Eve tinggal bersama mereka.
"Bagaimanapun di saat-saat terberat dalam hidupnya, anak kecil akan jauh lebih membutuhkan kasih sayang seorang Ibu, Eve. Aku yakin kau juga mengetahui itu." —Katie, hal. 28
Eve bisa saja menolak permintaan Angelica, karena dia sudah mempunyai Billy, kekasih yang sedang berjuang untuk memantaskan diri agar bisa menjadi pria yang layak berdiri di samping Eve. Tapi, mengingat penyakit keras yang diderita Angel, mau tak mau Eve akhirnya menerima lamaran Ben yang awalnya hanya meminta selama 5 bulan—menunggu sampai Angel mendapatkan donor untuk penyakitnya.

Orang bilang cinta bisa datang karena kita terbiasa dengan orang yang selalu ada di samping kita. Begitu pun dengan Eve dan Ben. Selama dua bulan pernikahan, cinta mulai tumbuh di antara mereka. Ketika Ben akhirnya menyatakan cintanya kepada Eve, Billy justru pulang ke Amerika untuk menemui Eve karena rasa rindunya yang sudah tidak lagi tertahankan. Dan Eve semakin terkejut saat mengetahui jika ternyata Billy adalah salah satu orang terdekat dan yang paling berharga bagi Ben. Siapakah yang Eve pilih pada akhirnya?

***

Aku suka dengan bagaimana penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga karena kita bisa mengtahui apa saja yang dirasakan oleh masing-masing tokoh dalam buku. Alurnya sendiri menurutku terlalu cepat, mengingat bagaimana Eve dan Angel bertemu, cinta yang dirasakan Ben, dan poin yang utama adalah proses kesembuhan Angel yang begitu cepat. Mengingat di awal cerita Angel diceritakan mengidap kebocoran jantung parah yang membuat nyawanya berada di ujung tanduk.

Ide awal cerita tentang penyakit yang diderita Angel sebenarnya cukup unik dan menarik, hanya saja mungkin penulis sepertinya kurang melakukan riset sehingga tidak banyak dibahas di buku ini. Padahal jika lebih dibahas, mungkin buku ini semakin menarik untuk dibaca.

Terlepas dari kekurangan buku, aku paling suka dengan tokoh Billy. Sebenarnya aku tipe orang yang mudah jatuh cinta dengan pria yang menjadi tokoh utama dalam sebuah cerita, namun kali ini sepertinya tidak, ya. Aku suka bagaimana penulis menggambarkan sosok Billy di buku ini. Dia sosok yang sabar dan pantang menyerah dengan apa yang sedang dia perjuangkan. Meskipun pada akhirnya keputusan tetaplah berada ditangan Eve.
"... Cinta memang sulit ditebak dan diperkirakan kapan datangnya. Aku tidak menyesali itu, selama dia merasa bahagia bersamamu." —hal. 240
Oh iya, aku mendapatkan buku Unexpected Wedding ini dari blog tour yang diadakan kak Luckty di blognya Luckty Si Pustakawin, errr hampir sebulan yang lalu. Dan aku baru bisa membuat review-nya sekarang -___-

Bagi kamu yang suka sama kisah cinta yang manis dan bikin melting sama seperti perlakuan Ben terhadap Eve, kamu wajib membaca buku ini.

Eh iya, sebelumnya cerita Unexpected Wedding ini pernah dipublish akun wattpad Frisca tapi sepertinya telah dihapus ketika akan dicetak. Aku sendiri belum pernah membaca versi wattpad, jadi kurang tahu ada perbedaan atau enggak dengan versi cetak.

Overall, aku memberikan 3 cinta untuk Billy :D