March 31, 2016

[Master Post] Young Adult Reading Challenge 2016

Lagi-lagi aku nekat buat ngikutin challenge XD entah sampai akhir tahun nanti aku bisa menyelesaikannya atau tidak. Untuk kali ini, aku mencoba ikut tantangan Young Adult Reading Challenge 2016 yang diadakan oleh mbak Faraziyya.

Aturannya sendiri cukup mudah, yaitu:
  1. Peserta YARC memiliki blog.
  2. Peserta wajib membuat review atas buku yang telah dibacanya. Not a short one, setidaknya review yang dibuat mencakup sinopsis dan tanggapan pribadi atas jalannya cerita di novel yang dibaca.
  3. Tema dan subgenrenya tidak terbatas, jadi kalian boleh membaca novel contemporary, dystopia, horror ataupun historical fiction. Hanya satu catatannya: buku yang dibaca adalah karya fiksi.
  4. Buku yang dibaca boleh dalam bentuk fisik, atau e-book.
  5. Saya, sebagai host, boleh menganulir review yang masuk bila menurut saya buku yang dibaca bukan Young Adult (sesuai dengan defini dari laman Goodreads di atas).
  6. Reread diperbolehkan asal review yang dibuat adalah review yang baru.
  7. YARC boleh digabungkan dengan RC lain.
  8. Mengambil salah satu level berikut:
    • Freshmen | 1-13 books
    • Junior | 14-21 books
    • Senior | > 21 books
  1. Peserta wajib mendaftarkan blognya di google form di bawah ini.
    https://docs.google.com/forms/d/1A7d_pNSzQgQWUlpuyDkkJVUjUeqR2M77I0kT5MbMp_Q/
  2. Peserta wajib membuat rekap atau wrap up post di awal Januari 2017.
  3. Reading challenge ini diperuntukkan kepada yang memiliki alamat di Indonesia saja.
  4. YARC berlangsung dari bulan Januari hingga Desember 2016 (pendaftaran dibuka hingga 31 Maret 2016. Review yang sudah dibuat sebelum master post ini terbit, tetap boleh disetorkan. Klik link berikut untuk menyetorkan review.
    http://www.inlinkz.com/new/view.php?id=595977
  1. Untuk lebih jelasnya, kunjungi blog Faraziyya's Bookshelf
Aku sendiri ingin menantang diriku untuk mengambil level Freshmen sebagai permulaan. Doakan saja aku tidak lupa sudah ikutan tantangan ini dan sanggup menyelesaikannya!

Wishful Wednesday #8 : K-toon "Cat And Dog"

Selamat pagi.. kembali lagi postingan Wishfull Wednesday. Walaupun lagi-lagi cuaca di sini sedikit mendung pagi ini, semoga siang nanti matahari sedikit cerah bersinar.

Di Wishfull Wednesday kali ini, buku yang menjadi inceranku beberapa hari belakangan ini adalah seri K-toon "Cat And Dog" yang telah diterbitkan oleh Penerbit Haru. Selain penasaran sama cerita (yang katanya akan segera dibuatkan dramanya) aku suka dengan karakter Lead Male-nyabu yang terkesan dingin dan misterius. Serasa pengen banget uyel-uyel kalo ada cowok yang kayak gitu, biar dia makin mrengut. Haha.

Oke, berikut seri K-toon Cat And Dog yang sudah diterbitkan oleh Haru:

Cat and Dog #1
Rp 72.000 (resmi) | Rp 57.600 (bukabuku)

Joo Yeong Woo
Meski hanya bertemu sekali saat masih balita, perlahan aku mulai jatuh cinta pada Mo Seul Woo, tunanganku yang tampan dan juga seorang artis. Akhirnya, hari pernikahanku tiba!



Mo Seul Woo
Aku cuma bertemu dengannya sekali sepuluh tahun yang lalu saat dia masih bayi, dan cewek itu buang air besar di depanku. Aku tidak akan pernah menikahinya.

Cat and Dog #2
Rp 74.000 (resmi) | Rp 59.200 (bukabuku)

Mo Seul Woo :
Yeong Woo, pulanglah ke rumahmu. Kita akhiri pernikahan ini.

Joo Yeong Woo :
Aku nggak ingin pergi. Nggak mau! Sial, aku benci Mo Seul Woo.



Cat and Dog #3 
Rp 74.000 (resmi) | Rp 59.200 (bukabuku)

Mo Seul Woo
Bagaimana kau bisa mencintaiku?

Joo Yeong Woo
Ya pokoknya aku mencintaimu. Memangnya perlu alasan?

Sampai akhir bulan Maret ini, Penerbit Haru sudah menerbitkan 3 dari 5 seri volume. Doakan semoga aku bisa segera mewujudkan salah satu wishlist-ku ini ^^

Share Wishful Wednesday mu juga ya!
  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

March 26, 2016

[Giveaway | Winner] Novel Double Spin Round

Selamat pagi~ sudah baca review novel Double Spin Round yang aku tulis? 

Bekerjasama dengan Penerbit Haru, selama seminggu ke depan aku akan membagikan satu buah novel Double Spin Round secara gratis.

Caranya :
  1. Mempunyai alamat pengiriman di Indonesia.
  2. Wajib follow Twitter @penerbitharu dan like juga Fans Pagenya Penerbit Haru di Facebook. Dan kalau mau, follow juga akun twitterku @dabelyuphi.
  3. Wajib juga follow blog ini via GFC, G+ atau pun email.
  4. Share info giveaway ini di akun sosial media yang kamu miliki. Jangan lupa mensyen akun @penerbitharu dan @dabelyuphi. Sertakan hestek #DoubleSpinRoundGA. Jangan lupa untuk ajak teman-temanmu ya~
  5. Berikan komentar apa pun di review Double Spin Round yang sudah aku tulis di postingan sebelumnya.
  6. Jawab pertanyaan dariku. Tuliskan nama, akun twitter, link share, domisili serta jawabanmu di kolom komentar dibawah ya.
Kenapa kamu pengen baca novel Double Spin Round ini?

Giveaway ini berlangsung selama 8 hari saja. Dari tanggal 26 Maret - 2 April pukul 23.59. Pengumuman paling lambat 3 hari setelah GA ini berakhir. Aku akan mengumumkan pemenangnya di blog ini dan menghubungi pemenangnya.
Semoga beruntung ya~ (^^)9

.:UPDATE:.


Sebelum mengumumkan siapa pemenang beruntung yang mendapatkan satu novel Double Spin Round ini, pertama-tama aku ingin mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang udah berpatisipasi di giveaway kedua yang aku adakan bekerjasama dengan Penerbit Haru ini. Aku juga ingin meminta maaf jika dalam pembuatan giveaway ini masih banyak kekurangan dan kesalahan.

Sejujurnya aku cukup bingung untuk memilih siapa pemenangnya. Dan setelah membaca alasan para peserta berulang-ulang kali, akhirnya aku memutuskan untuk memilih alasan yang paling menarik buatku. Dan pemenangnya adalah~

Alfiani Z Fitri 
@falfanyfitri

Selamat kepada pemenang~ \(^0^)/ Silakan mengirim email berisi Nama, Alamat dan No. Hp ke dabelyu_phi[at]yahoo[dot]com dengan subjek Pemenang DSR. Aku akan menunggu konfirmasi email selama 2x24 jam. Jika pemenang tidak segera memberikan jawaban, aku akan memilih pemenang yang baru.

Untuk yang masih belum beruntung, silakan cek blog kak fazidaa yang juga sedang mengadakan giveaway Double Spin Round ini.

Terimakasih~ m(_ _)m

[Book Review] Double Spin Round – Miyashita Natsu & Shoji Yukiya

  • Judul : Double Spin Round
  • Penulis : Miyashita Natsu, Shoji Yukiya
  • Penerjemah : Andry Setiawan
  • Editor : Arumdyah Tyasayu
  • Design Cover : Chyntia Yanetha
  • Proofreader : Yuli Yono
  • Penerbit : Haru
  • Cetakan : Ke-1, Februari 2016
  • Tebal : 268 hlm
  • ISBN : 978-602-7742-75-8
  • Buntelan dari Haru

BLURB

Siapa pun pasti punya rahasia.

Madoka dan Yuichi adalah kakak beradik dengan beda umur yang cukup jauh dan sifat yang bertolak belakang. Madoka yang masih duduk di bangku SD, sedangkan Yuichi sudah SMA. Madoka menyukai Judo, sedangkan Yuichi adalah anggota band.

Keluarga mereka hidup baik-baik saja sampai Madoka menerima sebuah panggilan telepon dari orang yang tak dikenal.

Satu panggilan telepon mengubah keluarga yang tadinya baik-baik saja menjadi keluarga yang menyimpan rahasia satu sama lain.

Apa sebenarnya rahasia keluarga mereka?

REVIEW

Di rumah kami ada Ayah, Ibu Kakek, kakak laki-lakiku, dan terakhir, aku. Lebih lengkapnya, ada Ayah yang serius bekerja di sebuah perusahaan di Tokyo dan setiap hari naik kereta jalur Enoden dan jalur Yokosuka; ada Ibu yang imut dan pintar membuat kudapan manis; ada Kakek yang punya dojo sekaligus klinik tulang; ada Kakak, pelajar kelas 2 SMA yang keren dan pintar bermain piano; dan aku, gadis kelas 4 SD yang sangat-sangat menyayangi Ayah, Ibu, Kakek, dan Kakak. —hlm. 11

Hidup di keluarga Komiya yang terbiasa untuk saling terbuka antar anggota keluarga, membuat Madoka merasa tak ada rahasia apa pun di dalam keluarganya. Padahal Madoka yang kini beranjak 10 tahun dan merasa sudah bukan lagi anak-anak, berharap jika ada sedikit rahasia di rumah mereka walaupun sebuah rahasia kecil. Karena ia merasa jika bisa menyimpan rahasia itu sebuah hal yang menyenangkan—dan itu menandakan jika ia sudah mulai dewasa.

Ibu bilang nama Madoka sendiri berasal dari kue Madeleine—biasanya berbentuk seperti kerang yang terasa renyah dan manis, seperti sifat Madoka yang selalu manis dan ceria. Madoka yang menyukai Judo merasa jika ia harus meneruskan usaha dojo yang kini masih di urus Kakeknya. Karena kakaknya, Yuichi, yang menyukai kedamaian lebih suka bermain musik daripada membanting mau pun dibanting orang lain.

Yuichi telah membentuk sebuah band sejak ia kelas 1 SMP. Bersama Naruchon, Zaki dan Masaya mereka membentuk sebuah band beraliran pop rock bernama DSR—Double Spin Round, yang berarti dua buah pusaran—sebuah band yang melibatkan semua orang yang berputar-putar mengalirkan kekuatan. Dan mereka sangat serius dengan band yang telah 5 tahun mereka bentuk itu. Yuichi dan teman-temanya juga bercita-cita jika suatu saat nanti mereka bisa debut di Tokyo, agar semakin banyak orang yang mengenal mereka dan juga bisa menikmati musik yang mereka ciptakan.

Walaupun memiliki banyak perbedaan dengan Madoka, Yuichi sangat menyayangi adiknya yang manis tersebut—bahkan teman-teman Yuichi pun terkadang iri dengan kedekatan mereka. Nama DSR pun sebenarnya merupakan usul dari Madoka, karena ia bilang jika memiliki Double Spin Round—yang bisa juga berarti dua pusaran rambut—berarti memiliki peruntungan yang kuat, dan itu menandakan kebahagiaan.

Madoka selalu menceritakan apa saja kepada Yuichi—terutama jika ia sedang meminta nasehat. Karena belakangan ini Ibu tiba-tiba saja berubah, sejak Madoka menerima sebuah telepon dari seorang wanita bernama Ashida Nobuko—yang Yuichi ketahui jika ia merupakan teman Ayah. Tapi mengapa Ibu mereka bilang jika ia tidak mengenal Nobuko?

Dan saat Yuichi akhirnya mempunyai tawaran debut dari seorang mantan artis bernama Ishigo Juu, kenapa Ibu menentang tawaran tersebut? Padahal jelas-jelas Ibu selalu mendukung impian Yuichi sebelumnya. 

Mengapa mendadak semua orang mempunyai rahasia?

Madoka yang awalnya begitu tertarik dengan sebuah rahasia, kini menjadi tidak suka dengan adanya rahasia. Ia merasa jika rahasia menjadikan semua orang tiba-tiba saja berubah, dan ia tidak menyukainya!

***

Pertama kali membaca judul Double Spin Round dan blurb novel, aku benar-benar tidak ada ide tentang keterkaitan keduanya. Lalu, ketika akhirnya tahu arti Double Spin Round itu ternyata dua pusaran rambut, aku baru 'ngeh' kalau DSR itu ternyata uyeng-uyeng (kalau di Bahasa Jawa XD). Biasanya kalau di adat Jawa punya dua uyeng-uyeng itu menandakan kalau anak itu nakal, maka di Jepang sana bisa mempunyai dua pusaran rambut merupakan sebuah peruntungan yang membawakan kebahagiaan. #NgitungDSR

Ini kali kedua aku membaca novel dari Jepang yang telah di terjemahkan oleh Penerbit Haru, dan aku suka dengan terjemahannya yang begitu mengalir. Sampai membuatku tanpa sadar telah selesai membacanya. Walaupun aku masih menemukan beberapa typo, itu tidak akan terlalu menggangu.

Aku juga suka dengan tema keluarga yang diangkat, sebuah keluarga yang awalnya begitu harmonis dan saling terbuka mendadak saling menyimpan rahasia. Walaupun semua anggota berusaha bersikap sewajar mungkin, Madoka tetap merasa ada yang berubah dari anggota keluarganya. Temanya ringan, tapi bisa membuatku bertanya-tanya tentang rahasia apa yang dimiliki oleh Ibu Madoka.

Sudut pandangnya sendiri menggunakan sudut pandang orang pertama yang saling bergantian di tiap bab antara tokoh Madoka dan Yuichi. Di sini kita jadi tahu apa yang sebenarnya dikhawatirkan Madoka tentang keluarganya—yang berusaha sedewasa mungkin untuk menghadapi masalah yang ada di dalam keluarga—juga masalah yang ia punyai dengan teman-teman sekelasnya. Kita juga jadi mengerti dengan jalan pikiran Yuichi, yang berusaha sebaik mungkin untuk menjadi kakak yang bijak bagi Madoka dan juga berusaha mencari jawaban akan rahasia yang disimpan Ibunya tanpa perlu membuat adiknya tersebut khawatir.

source : here
Saat membayangkan Yuichi menyanyi aku langsung kebayang Takeru Sato di film Beck Live Action—karena aku merasa karakter mereka sedikit mirip. Dan karakter-karakter yang lain pun berhasil penulis gambarkan dengan baik dan terasa begitu hidup. 

source : here
Setting tempat di dekat laut Shichigahama pun terasa begitu nyata dan detail. Baik sekolah Madoka—yang jika melihat keluar gerbang langsung terlihat lautan lepas, tempat Yuichi biasa tampil, maupun rumah keluarga Komiya yang memiliki taman yang terhubung dengan sebuah dojo.

Aku sedikit tidak menyangka dengan ending ceritanya sendiri. Walapun sejak pertengahan novel rahasia-rahasia yang dimiliki oleh keluarga Komiya sudah sedikit dijelaskan dengan tersirat, rasanya saat Yuichi mengatakan jika Ibunya masih punya rahasia lain dan masih belum bisa mengatakannya benar-benar tak terduga. Apalagi saat Yuichi bilang kalau ia mungkin tahu apa rahasia itu. Tapi bagaimana pun aku merasa endingnya sendiri sudah pas.

Bagi semua yang udah kena Haru Syndrom, novel Double Spin Round merupakan salah satu bacaan wajib yang kudu dimasukin daftar bacaan. Tema keluarga dan misteri yang berhasil diangkat pun sayang untuk dilewatkan.

Overall, rating untuk Double Spin Round


... dalam diri setiap orang, pasti ada masanya untuk berkembang dan menjadi kuat. Oleh karena itu, kami tak perlu terburu-buru. Semakin lama kita menghadapi kesulitan, semakin kita menjadi kuat. —hlm. 46

March 25, 2016

[Master Post] Indah Hanaco Reading Challenge 2016


Karena tahun ini aku ingin lebih banyak membaca buku, terutama dari penulis-penulis Indonesia, aku ingin memberanikan diri untuk mengikuti Indah Hanaco Reading Challenge 2016 yang diadakan oleh Ky's Book Journal.

Peraturan untuk mengikutinya pun cukup mudah, yaitu :

1. Indah Hanaco Reading Challenge 2016 ini berdurasi selama satu tahun, dimulai dari bulan Januari sampai Desember 2016.

[Book Review] Marriage Disaster – Ayra

  • Judul : Marriage Disaster
  • Penulis : Ayra
  • Desain Cover : Chyntia Yanetha
  • Penata Isi : Sofi
  • Penerbit : Grasindo
  • Tebal : 232 hlm
  • Cetakan : Ke-1, Februari 2015
  • ISBN : 978-602-251-895-2

BLURB

Cho Kyu Hyun
"Selagi bumi berotasi mengelilingi matahari, selama itu pula Cho Kyu Hyun akan mengitari orbit Choi Hee Jin. Bahkan, jika seisi dunia berubah, cintaku tetap sama. Hanya untukmu, Choi Hee Jin."

Choi Hee Jin
"Karena keadilan itu tidak pernah mengenal darah, sebab keadilan itu adalah penyeimbang dunia, bahkan jika mereka yang bersalah adalah orang-orang yang kucintai,aku tidak akan goyah."

Kim Jae Joong
"Di dunia yang naif ini, aku tidak pernah ingin menjadi serakah untuk memilikinya. Jika dia bahagia bersamanya, meski hati ini remuk redam, aku akan merelakannya. Meski, aku juga tak akan pernah mampu menyingkir dari kehidupannya. Aku adalah rumah untuknya kembali pulang.."

Sebab, pernikahan tidak selalu menjadi muara terakhir dari sebuah kisah cinta. Dan, terkadang pernikahan adalah awal dari sebuah mimpi buruk yang tiada ujungnya.

REVIEW

Ketika seseorang dilimpahi kebahagiaan, kadang ia lupa bahwa bencana dapat berawal dari sukacita. —hlm.130

Choi Hee Jin merupakan salah seorang jaksa wanita yang cukup populer dan disegani di Kantor Kejaksaan Gangnam, Seoul. Meskipun umurnya masih terbilang muda, karirnya sendiri cukup sukses karena ia selalu berusaha untuk bersikap adil dalam menangani sebuah kasus sehingga makin melejitkan namanya. Cantik, jago beladiri dan menembak, membuatnya bagai seorang anggota Girl Band dengan banyak penggemar baik di kalangan kejaksaan maupun kepolisian.

Banyak orang yang mengira jika Hee Jin dan Kim Jae Joong berpacaran, mengingat seringnya mereka bersama dalam menangani kasus kejahatan. Bahkan, mereka juga digadang-gadang sebagai Angelina Jolie dan Brad Pitt dari institusi Kejaksaan. Sayangnya, Hee Jin hanya menganggap Jae Joong hanya sebagai kakak—seorang pelindung yang selalu ada untuknya. Karena Hee Jin sendiri telah mempunyai seorang kekasih bernama Cho Kyu Hyun—seorang pengusaha muda sukses yang selama enam bulan terakhir telah menjadi pacar rahasia Hee Jin.

Sudah sejak lama Kim Jae Joong mencintai Hee Jin. Namun cintanya selalu bertepuk sebelah tangan—dan bahkan Hee Jin pun tak pernah menyadari perasaan yang dimiliki Jae Joong. Walaupun tahu jika Jae Joong tak mungkin bisa memiliki Hee Jin, ia juga tak bisa mengeyahkan cinta yang dimilikinya. Jadi, meskipun ia harus menahan rasa sakit setiap melihat kebersamaan Hee Jin dan Kyu Hyun, Jae Joong akan tetap setia menyimpan perasaannya terhadap Hee Jin.

Meskipun telah menjadi yatim piatu sejak kecil, Cho Kyu Hyun nyatanya berhasil membuat dirinya menjadi salah seorang pengusaha sukses yang cukup berpengaruh di Korea Selatan. Usianya yang terbilang muda dan wajahnya yang tampan membuatnya punya banyak penggemar wanita. Hee Jin adalah satu-satunya wanita yang ia cintai dan paling berharga baginya. Dan Kyu Hyun tak akan segan-segan untuk menghancurkan siapa pun yang mengusik apa yang berarti bagi dirinya.

Hee Jin selama ini selalu menutupi hubungannya dengan Kyu Hyun karena ia takut kredibilitasnya sebagai jaksa akan dipertanyakan jika suatu saat nanti orang yang dekat dirinya tersandung sebuah masalah. Tapi saat Kyu Hyun akhirnya melamar Hee Jin, ia tak bisa lagi menyembunyikan hubungan mereka.

Di pesta pernikahan Hee Jin dan Kyu Hyun yang sedang berlangsung, terjadi sebuah kasus pembunuhan sadis yang melibatkan sebuah keluarga kaya dan cukup berpengaruh di Korea Selatan. Tak berhenti di situ, terjadi kasus pembunuhan lain yang tak kalah sadisnya—dan bahkan pemimpin Hee Jin pun menjadi salah satu korbannya. Tak ada petunjuk apa pun dari kasus pembunuhan berantai tersebut, hanya sebuah pesan kematian yang ditinggalkan para korban.

0221, sebuah pesan kematian yang mengarahkan pada tersangka yang ternyata selama ini menjadi orang terdekat Hee Jin. Sanggupkah Hee Jin mengadili orang yang begitu berharga bagi dirinya tersebut?

***

Pertama kali baca nama tokoh di dalam novel agak geli juga sih, mengingat banyak di antara mereka merupaka nama artis yang terkenal di KorSel sana. Aku agak curiga, jangan-jangan ini sebelumnya merupakan fanfiction sebelum naik cetak :D

Ide cerita yang diangkat cukup menarik, mengingatkanku pada cerita-cerita di drama Korea. Kesan thriler misteri yang dibangun pun cukup berhasil membuatku bertanya-tanya tentang siapa dalang pembunuhan sesungguhnya. Sayangnya, kurangnya adegan aksi saat penangkapan penjahat membuat anti klimaks cerita menjadi kurang berkesan.

Alur majunya begitu pas, tidak lambat maupun cepat membuat ceritanya begitu mengalir. Karakter-karakter di dalamnya yang terasa cukup hidup semakin mendukung alur cerita.Penggunaan sudut pandang orang ketiga pun berhasil menyampaikan bagaimana perasaan masing-masing karakter sebenarnya.

Bagi penggemar novel berbau Korea dengan bumbu campuran thriler misteri dengan sentuhan romansa Hee Jin dan Kyu Hyun, novel ini recomended banget untuk dibaca.

Overall, rating untuk cerita Marriage Disaster dariku

Karena cinta tidak dapat dipersalahkan. Manusia itu sendiri yang menjadikan cinta itu salah. Tapi, bahkan sebuah kesalahan pun akan memberikan sebuah pembelajaran hidup yang berharga. Sebab itu, ketika kau jatuh cinta pada orang yang salah, atau melakukan kesalahan dalam cinta, percayalah... kesalahan-kesalahan itu hanyalah jalan Tuhan untuk menunjukkan kebenaran yang hakiki dan memberi pengajaran menuju pendewasaan diri. —hlm. 232

March 24, 2016

[Book Review] Seoul is My Soul – Grady Irawan

  • Judul : Seoul is My Soul
  • Penulis : Grady Irawan
  • Editor : Anin Pratajuangga
  • Desain Cover & Isi : Chyntia Yanetha
  • Penerbit : Grasindo
  • Cetakan :ke-1, 2014
  • Tebal :219 hlm

BLURB

Jim Herlan adalah seorang lelaki asal Indonesia yang memutuskan untuk melanjutkan kuliah di negeri ginseng, Korea Selatan. Di sana, pada suatu hari di mana udara membekukan kulit, dia bertemu seorang gadis yang kebetulan menemukan tiket keretanya yang hilang. Dan dari sore itulah, kehidupannya mulai berwarna, di awali dari perkenalannya dengan Yun-Ji, gadis korea yang pernah menetap di bali, Indonesia.

Kehidupan percintaannya yang pertama tidaklah semulus yang di bayangkan. Ada Han-Jin, teman kampusnya, yang teryata juga menyukainya. Juga masalah pelik lain yang mengancam keberlangsungan hubungannya dengan Yun-Ji, kemungkinan bahwa gadis itu memiliki hubungan saudara seayah dengan dirinya. Bisakah semua berjalan sesuai keinginan mereka sehingga mereka bisa terus bersama seperti rencana semula?

REVIEW

Adalah sebuah perjuangan ketika aku sanggup membaca novel ini sampai di bab 3—dan itu pun seringnya aku melompati beberapa paragraf saat membacanya. Aku terpaksa melewati sebagian besar bab dan langsung membaca bab terakhir hanya itu membuat review ini. 

Ide cerita dari novel Seoul is My Seoul ini sebenarnya cukup menarik, yaitu tentang dua orang yang tidak saling kenal tidak sengaja bertemu di sebuah stasiun di Seoul dalam perjalanan pulang mereka. Sejak awal pertemuan, sudah membuat masing-masing hati mereka mempunyai perasaan khusus satu dengan yang lainnya. Sayangnya takdir mempermainkan mereka. Keidentikan barang-barang yang dimiliki Yun Ji dengan barang milik tantenya Jim, ternyata membawa ke sebuah kenyataan jika ternyata mereka mempunyai hubungan sedarah.

Alurnya terlalu cepat dan terkesan dipaksakan. Bahasa penulisan yang dipakai benar-benar berantakan. Penggunaan tiga bahasa—Korea, Indonesia dan Bahasa Indonesia—dalam percakapan pun semakin membuat sakit kepala saat membacanya.

Penggunaan sudut pandang pertama melalui sudut pandang Jim pun tak cukup menutupi kekurangan yang telah ada. Dan itu justru menambah keburukan novel.

Aku sedikit heran, bagaimana penerbit yang cukup major seperti Grasindo bisa menerbitkan novel seperti ini. Apakah novel ini tidak melewati proses proofreading sebelum naik cetak? Karena selain bahasanya yang acak-acakan, di bab terakhir pun terselip adegan dewasa. Dan aku cukup kebingungan saat mencari info buku di Goodreads tapi tidak menemukannya.

Overall, rating yang aku berikan ini karena aku lumayan suka dengan desain cover. Setting di kota Seoul pun lumayan terasa saat Jim bolak-balik antara rumahnya, rumah Yun Jin dan kampusnya.

March 23, 2016

[Book Review] Daylight – by Robin Wijaya

  • Judul : Daylight
  • Penulis : Robin Wijaya
  • Editor : Andriyani
  • Penerbit : Elex Media Komputindo
  • Cetakan : ke-1, 2015
  • Tebal : 289 hlm
  • Harga : Rp 51.840 bukabuku.com
  • My Rate : 4/5
Bandung
Sebuah wujud dari mimpi. Satu pesan masuk. Gabriel dinyatakan lolos pada audisi tahap awal sebuah kompetisi memasak yang selama ini merupakan impiannya.

Batam
Sebuah pemakaman. Satu panggilan telepon. Mantan istri Gabriel dikabarkan tewas dalam sebuah kecelakaan, dan meninggalkan si kecil Kate, anak hasil pernikahan mereka dulu. Seketika Gabriel harus memilih; mengejar mimpi atau mengambil kembali perannya sebagai ayah.  

Jakarta
Sebuah kompetisi. Kekacauan terjadi. Gabriel mengambil kesempatannya untuk mengejar mimpi dan meninggalkan Kate bersama Amanda, kekasihnya, selama mengikuti kompetisi di Jakarta. Tetapi kekacauan itu terjadi dan dia menyesali keputusan yang telah diambilnya.

... dan beberapa orang di sekitar mendeklarasikan hal kecil ini, 'bahwa untuk membuatmu maju, kau harus menantang dirimu'. Mereka percaya kalau ada sesuatu dalam diriku yang bisa dikembangkan sampai ke titik maksimal. —hlm. 2

Sudah sejak lama Gabriel ingin mengikuti sebuah ajang kompetisi memasak yang beberapa tahun belakang ini sedang populer baik di TV lokal maupun manca negara. Selain karena permintaan orang-orang yang disayanginya, keikutsertaan Gabriel dalam ajang kompetisi tersebut adalah untuk menguji kemampuan memasak yang dimilikinya.

Meskipun sudah mendirikan sebuah kafe yang ia beri nama The Cushy Cafe, Gabriel merasa jika ia masih perlu banyak belajar dalam hal kuliner. Dan ketika sebuah kesempatan itu datang—yang menyatakan jika ia lolos menjadi salah satu peserta sebuah Reality Show "Star Chef", pilihan berat justru datang dalam hidupnya.

Mantan istri Gabriel—Lily dan suaminya—dikabarkan meninggal dalam sebuah kecelakaan. Kate—putri semata wayangnya—kini hanya memiliki Gabriel sebagai orang tuanya. Dan sebagai keluarga yang tersisa, Gabriel pun harus mengurus dan membawa Kate pulang ke Bandung bersama dirinya.

Awalnya Gabriel ingin mengundurkan diri saja sebagai peserta di Star Chef karena tanggung jawab besar yang dimilikinya kini. Dan mengingat Natalie—satu-satunya keluarga yang ia miliki—masih berada di Seattle. Namun dengan dukungan Amanda—yang merupakan kekasih baru Gabriel dan berprofesi sebagai guru TK—dan ketersediaannya untuk menjaga Kate selama ia berkompetisi, membuat Gabriel akhirnya memantapkan hati untuk tetap mengikuti acara Star Chef.

Sayangnya saat kompetisi akhirnya memasuki babak 10 besar dan kesempatan Gabriel belajar kuliner langsung dari chef di berbagai negara semakin besar, ia justru mendapat kabar jika Kate menghilang. Sanggupkah Gabriel melanjutkan kompetisi di Star Chef? Atau  ia justru memilih untuk mengundurkan diri demi mencari Kate, padahal jalan untuk menuju impiannya sudah semakin dekat. Sudah benarkah keputusan yang Gabriel ambil selama ini?

"Setiap orang punya alasan masing-masing, ya. Dan itu yang bikin kita tetap ingin bertahan di sini, kan?" —hlm. 104

***

Ini kali pertama aku membaca karangan Koh Robin Wijaya, dan aku sangat suka dengan apa yang terjadi di dalam Daylight (terima kasih kepada mbak Rizky, Ky's Book Journal, yang telah memberiku kesempatan untuk membacanya). Bisa dikatakan, Daylight merupakan cerita lanjutan dari novel Nightfall yang telah terbit tahun 2014 lalu.

Jika di Nightfall menceritakan kisah Natalie, Daylight sendiri mengisahkan kakak Natalie yang bernama Gabriel yang mempunyai sebuah kafe di kawasan Bandung. Dan walaupun aku belum pernah membaca Nightfall, tidak membuatku kesulitan memahami alur dalam cerita (tapi tetep banyak kode juga kalau aku kudu baca Nightfall sih. Soalnya beberapa kali Gabriel sedikit menceritakan kisah Natalie, dan itu lumayan bikin aku penasaran).

Menggunakan sudut pandang orang pertama dari sudut pandang Gabriel, membuat kita mengetahui dengan jelas apa saja yang menjadi kegelisahannya. Kita jadi lebih tahu tentang kecemasan Gabriel dengan peran barunya sebagai ayah tunggal—karena selama Gabriel dan Lily bercerai, hubungannya dengan Kate jadi jauh. Juga kecemasan Gabriel selama mengikuti kompetisi.

Alur majunya yang lumayan lambat, terkadang membuatku beberapa kali menghentikan membacanya karena harus mengerjakan berbagai hal. Namun dengan deskripsi yang begitu detail, membuat cerita terasa mengalir dan terasa begitu nyata—bahkan aku sempat dibikin ngiler saat Gabriel membuat Butter Cake karena saking detailnya. #ElapIler

Setting tempat yang digunakan pun tak kalah detail. Dari suasana rumah maupun kafe milik Gabriel di Bandung, juga sudut-sudut kota Bandung selama pencarian Kate. Suasana pemakaman Lily di Batam. Serta suasana kompetisi Star Chef yang diadakan di Jakarta.
Kalau dua orang yang terikat merasa tak punya satu topik pun untuk dibicarakan, kurasa mereka perlu memugar hubungan itu kembali. —hlm. 169

Karakter-karakter yang dibuat Koh Robin juga terasa begitu hidup. Aku suka dengan bagaimana hubungan yang terjalin antara Gabriel dan Amanda. Hubungan yang begitu dewasa—yang saling mengerti dengan kekhawatiran yang dirasakan satu sama lain bahkan ketika mereka bahkan belum saling mengungkapkan. Aku juga lumayan tertarik dengan tokoh Petra, karakter yang menjadi teman terdekat Gabriel selama menjadi peserta Star Chef.

Aku sempat dibuat bertanya-tanya tentang mengapa dan bagaimana Kate bisa menghilang. Aku juga sempat membuat berbagai kemungkinan yang terjadi, namun ternyata jawabannya benar-benar tak terduga.

Untuk kekurangan, aku hanya menemukan satu typo di halaman 114. Kata "tantangan" di halaman tersebut hanya ditulis "tantang" saja.
Ada begitu banyak hal yang berharga di dunia ini. Namun itu semua tak bernilai apa pun, tak akan kutukar dengan satu kebahagiaan kecil bersama putriku. —hlm. 258

Wishful Wednesday #7 : Buku Kedua Seri Lunar Chronicle

Selamat pagi~ 
Kembali lagi di postingan Wishfull Wednesday setelah dua minggu lalu aku absen nulis meme WW ini.
Untuk hari Rabu minggu ini (yang lagi-lagi dengan mendung yang menggantung), buku yang menjadi inceranku adalah 

Scarlet
Marissa Mayer
Rp 65.200 (bukabuku.com)

Nenek Scarlet Benoit menghilang. Bahkan kepolisian berhenti mencari sang nenek dan menganggap Michelle Benoit melarikan diri atau bunuh diri. Marah dengan perlakuan kepolisian, Scarlet membulatkan tekad untuk mencari neneknya bersama dengan seorang pemuda petarung jalanan bernama Wolf, yang kelihatannya menyimpan informasi tentang menghilangnya sang nenek. Apakah benar Wolf bisa dipercaya? Rahasia apa yang disimpan neneknya sampai sang nenek harus menghilang? Di belahan bumi yang lain, status Cinder berubah dari mekanik ternama menjadi buronan yang paling diinginkan diseluruh penjuru Persemakmuran Timur. Dapatkah Cinder sekali lagi menyelamatkan Pangeran Kai dan bumi dari Levana?

Buku ke-2 Lunar Chronicle Series ini sudah diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Spring awal Maret lalu. Dan dua minggu lalu aku akhirnya bisa mendapatkan buku Cinder melalui sebuah Blog Tour yang diadakan oleh Penerbit tersebut.

Rasanya terharu dan seneng banget ketika salah satu WW-ku bisa terwujud. Semoga WW-ku kali ini pun bisa segera terwujud juga. Nggak sabar buat baca Scarlet yang menceritakan kisah Scarlet dan Wolf ini. :)

Share Wishful Wednesday mu juga ya!
  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

March 19, 2016

[Book Review] Stay – Sung Ie

  • Judul : Stay : Mr. O vs Miss A
  • Penulis : Sung Ie 
  • Editor : Cicillia Prima
  • Desain Cover : Jang Shan & Dyndha Hanjani P
  • Penata Isi : Yusuf Pramono
  • Penerbit : Grasindo
  • Cetakan : ke-1, Maret 2015
  • Tebal : 218 hlm
  • ISBN : 139-786-022-518-23-2 

BLURB

Lee Young-Jun
Golongan darah O. Workaholic. Ambisius. Pencemburu. Dua tahun berlalu sejak dia dikhianati oleh kekasihnya, Shin Yun-Jee (Insomnia). Untuk pertama kalinya, setelah dua tahun itu, dia tertarik pada seorang gadis - Seo Ji-Na. Amat berbeda dengan Yun-Hee, gadis ini manis dan lembut. Hangat dan perhatian. Tetapi, di sekitarnya, ada lelaki yang selalu siap untuk gadis itu. Dan, cara gadis itu menjaga sikap di depannya - walaupun Ji-Na berkata mencintainya, bagaimana dia bisa percaya sepenuhnya? Sementara lelaki lain masih berkeliaran di sekitar.

Seo Ji-Na
Golongan darah A. Pelukis. Pemalu. Sederhana. Lugu. Seorang lelaki yang baru dikenalnya - Lee Young-Jun, tiba-tiba saja berkata tertarik padanya. Dengan cepat, kata"tertarik" berubah menjadi "suka", dan "suka" menjadi"cinta". Secepat itu, tetapi Ji-Na juga jatuh cinta pada lelakiyang mendekatinya tanpa ragu - penuh percaya diri itu, tetapi, tampaknya lelaki itu menyimpan kenangan. Ada sosok gadis lain yang melekat dalam memorinya, walaupun dua tahun telah berlalu. Ji - Na meragu. Bagaimana dia bisa yakin Young-Jun mencintainya, jika hadirnya dalam benak lelaki itu masih samar? Sekuat apa pun dia berusaha.

A dan O, adalah dua pribadi yang saling bertolak belakang. Saling berselisih. Saling tersakiti. Saling meragukan. Tetapi, A itu pengertian. Dan O itu setia.

REVIEW

Konon, pasangan golongan darah O dengan golongan darah A tidak direkomendasikan. Terlalu banyak resiko dan rapuh. Tapi... —hlm. 211

Seo Ji Na merupakan salah satu pelukis anonim di Oh! Gallae. Selain bekerja menjadi guru pelukis, terkadang ia juga menjadi penjaga toko G-String—sebuah toko gitar—dimana pemiliknya merupakan putra dari pemilik Oh! Gallae yang sudah dianggap Ji Na sebagai keluarganya sendiri.

Suatu hari, Ji Na yang begitu sederhana dan lugu bertemu dengan Lee Young Jun—seorang pria ambisius yang begitu bertolak belakang dengan sifat Ji Na—ketika sedang berjaga di G-String. Young Jun yang langsung tertarik dengan Ji Na sejak pandangan pertama, mengajak Ji Na untuk berkencan—terlebih Young Jun ternyata sudah menyukai Ji Na melalui lukisan yang digambarnya.

Awalnya Ji Na ragu untuk memulai hubungan dengan Young Jun—apalagi ketika melihat ramalan golongan darah yang menyebutkan jika mereka tidak akan saling cocok. Namun karena rasa cintanya yang besar, sebisa mungkin Ji Na tetap tinggal di sisi Young Jun.

Sejak pertemuan Ji Na dengan Yun Hee—mantan Young Jun—di sebuah pesta kalangan elit, tanpa sadar membuat Young Jun sering membandingkan Ji Na dengan Yun Hee yang seorang model. Karenanya, Ji Na pun menjadi rendah diri dan perlahan-lahan mulai berubah menjadi gadis yang berbeda—yang tak lagi pemalu dan lebih modis—demi Young Jun.

Namun ketika Ji Na sudah tidak tahan lagi dengan sikap Young Jun yang masih saja belum bisa melupakan Yun He, sanggupkah Ji Na bertahan di sisi Young Jun?

Dan bisakah Young Jun tak lagi membandingkan Ji Na dengan Yun Hee ketika mereka memutuskan untuk memulai lagi semuanya dari awal?

*** 

Stay merupakan salah satu seri novel Blood Type yang diterbitkan oleh Grasindo. Timeline-nya sendiri mengambil setting waktu dua tahun setelah novel Wedding. Meskipun ceritanya tidak terlalu berhubungan, namun ada beberapa tokoh yang saling terkait dalam cerita.

Menceritakan tentang Seo Ji Na yang bergolongan darah A yang mempunyai sifat pemalu, sederhana dan lugu. Golongan darah A juga cenderung tidak percaya diri dan sering berubah menjadi seseorang sesuai dengan orang yang ia cintai. Berbeda dengan Ji Na, Lee Young Jun yang bergolongan darah O mempunyai sifat yang workaholik, ambisius dan juga pencemburu.

Background cerita sendiri mengambil setting di Insandong—sebuah daerah yang terkenal sebagai pusat kesenian di kota Seoul. Di sanalah Ji Na yang bekerja sebagai pelukis dan Young Jun yang bekerja sebagai manajer sebuah perusahaan musik, memulai dan menjalani kisah cinta mereka.

Awalnya memang membosankan saat membaca novel ini—apalagi alurnya yang terlalu cepat dan sedikit dipaksakan. Terlebih di awal bab sendiri tak ada konflik berarti yang terjadi di antara Ji Na dan Young Jun yang terkesan monoton—dan itu sempat membuatku ingin mengedrop saja novel ini. Namun saat mencapai petengahan buku barulah cerita menjadi sedikit lebih menarik saat hubungan Young dan Ji Na mulai diuji.

Yang sedikit mengganggu saat membacanya adalah adanya ketidak-konsistenan pemakaian istilah "appa" dan "abeoji" yang dipakai Young Jun saat memanggil ayahnya. Karena meskipun mempunyai arti sama, dua kata tersebut mempunyai tingkat kesopanan yang berbeda.

Namun di luar kekurangan yang ada di dalam novel, Stay tetap menarik untuk dibaca—dan bisa dijadikan bacaan ringan sebelum tidur. Novel ini cukup recomended bagi penyuka drama romantis Korea.

Overall, rating dariku

"Ketika golongan darah O dan golongan darah A saling mencintai, dan mereka saling membuka satu sama lain, mereka akan menjadi pasangan yang saling mengerti. Ketika mereka saling terbuka dan tidak hidup dengan saling mengira-ira, pasangan ini akan menjadi pasangan dengan hubungan yang paling stabil di antara pasangan golongan darah lain." —216

March 18, 2016

[Book Review] Wedding – by Senselly

  • Judul : Wedding : Mr. AB vs Miss O
  • Penulis : Senselly
  • Editor : Cicillia Prima
  • Desain Cover : Jang Shan & Dyndha Hanjani P
  • Penata Isi : Yusuf Pramono
  • Penerbit : Grasindo
  • Cetakan : ke-1, 2015
  • ISBN :9786-0237-500-4-7

BLURB

Shin Jun-Jae
Banyak yang mengatakan karakter tipe darah AB dan tipe darah O saling berkebalikan. Keduanya tidak mudah untuk menyatu. Mungkin itu memang benar aku yang AB memang sulit menyatu dengan dia yang O. Lalu kenapa harus gadis penjaga toko bunya itu yang membuatku jatuh cinta?

Han Ah-Reum
Banyak yang mengatakan karakter tipe AB dan tipe darah O menciptakan kisah cinta yang warna-warni. Cih... rasanya itu mustahil. Kenapa aku harus jatuh cinta padanya? Pria bermata sipit yang sedikit sekali bicara. Dokter gigi macam apa yang tidak suka tersenyum seperti itu?

Shin Jun-Jae, putra pertama dari keluarga Shin. Terlahir dengan marga itu membuatnya divonis terkena kutukan pernikahan. Jun-Jae akan menjadi lajang seumur hidupnya jika tidak segera menikah sebelum umur 30 tahun. Lalu, sekarang umurnya sudah 31 tahun, Apakah kutukan itu bisa dipatahkan setelah bertemu dengan Han Ah-Reum? Sayangnya, gadis itu memiliki kisah cinta yang rumit dengan dua pria berwajah sama. Kalau seperti ini, bagaimana caranya Jun-Jae bisa menikahi gadis itu cepat-cepat?

REVIEW

Bagi Jun Jae, pasangan hidup bukanlah seseorang yang dia temui dengan sengaja, kemudian menjadi jodohnya sampai maut memisahkan mereka. Pria bermata sipit itu selalu percaya bahwa hanya ada dua pertemuan saja yang akan membuatnya jatuh cinta pada seorang gadis. —hlm. 2

Mengingat umurnya yang sudah lebih dari 31 tahun dan kutukan yang ada di keluarga Shin, mau tak mau membuat Shin Jun Jae mengikuti setiap acara perjodohan yang diadakan Ibunya. Sayangnya, acara perjodohan tersebut belum ada yang berhasil. Tak satu pun dari gadis yang dijodohkan kepadanya yang bisa membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun segalanya berubah sejak Jun Jae bertemu dengan Ah Reum, seorang gadis penjual bunga yang membuka toko di dekat ia membuka tempat praktik Dokter Gigi di daerah Myeongdong.

Bagi Han Ah Reum, jatuh cinta adalah perasaan senang dengan kebiasaan selalu bersama dan merasa kehilangan saat berjauhan, dari situlah awal mula perasaan saling ketergantungan satu sama lain yang tidak bisa dibendung lagi. —hlm. 65

Ah Reum pergi meninggalkan Pulau Jeju dan memilih bekerja sebagai penjaga toko bunga milik Nyonya Ran. Suatu hari, Ah Reum diminta datang ke rumahnya untuk mendekor ulang salah satu kamar karena anak semata wayangnya, Ken, akhirnya pulang ke Korea. Ah Reum yang belum pernah bertemu Ken, mengira ia adalah Lee Gong Ju—kekasihnya yang meninggal dalam sebuah kecelakaan. 

Di malam pesta penyambutan Ken, Ah Reum bertemu keembali dengan Jun Jae. Jun Jae yang telah merasakan cinta pada pandangan pertama pada Ah Reum merasa cemburu melihat interaksi yang terjadi antara Ah Reum dan Ken. Guna memperjuangkan cintanya, Jun Jae langsung menyatakan keinginannya untuk menikah dengan Ah Reum pada pertemuan mereka yang ketiga. Bagaimanakah cara Jun Jae menaklukan hati Ah Reum? Mengingat sifat mereka yang saling berkebalikan?

***

Wedding merupakan salah satu novel Type Blood yang diterbitkan oleh Grasindo.Karakter utama cowok bertipe AB yang biasanya misterius, tidak ekspresif, frontal, dan tidak mudah ditebak, begitu terbalik dengan karakter cewek bertipe darah O yang lebih perasa, ramah, bersahabat, dan senang membawa keceriaan, menjadi tema yang yang diangkat di dalam novel ini.

Bersetting di daerah Myeongdong—salah satu daerah pertokoan di kota Seoul—novel Wedding ini berkisah tentang hubungan Jun Jae dan Ah Reum yang diwarnai banyak drama. Kesalahpahaman yang sering terjadi di antara mereka membuat konflik-konflik baru bermunculan dan membuat hubungan mereka semakin dekat.

Adanya twist sejak awal bagian yang sebenarnya mudah tertebak, masih sanggup membuat pembacanya penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Sayang, alurnya yang menurutku terlalu cepat membuat cerita menjadi sedikit membosankan.

Penggunaan kalimat yang monoton membuat konfliknya terasa begitu sedikit hambar. Padahal jika ide utamanya lebih digali lagi, mungkin membuat cerita akan lebih seru. Adanya beberapa typo dalam novel pun terasa lumayan mengganggu, seperti:
  • kata "biasa" yang seharusnya "bisa" di halaman 31
  • nama "Ah Reum" yang seharusnya "Gong Ji" di halaman 48
  • kata "cantik" yang seharusnya "tampan" di halaman 62
Endingnya pun kurang terasa spesial. Karena menjelang akhir, ceritanya justru terasa begitu datar.

Namun diluar kekurangan tersebut, Wedding ini masih recomended bagi pembaca penyuka genre romance—terlebih bagi penyuka drama-drama Korea. Karena kisah manis antara Jun Jae dan Ah Reum  masih tetap terasa sayang jika dilewatkan.

Overall, rating untuk novel Wedding ini
"Jatuh cinta itu memang benar-benar merepotkan, ya? Apalagi jatuh cinta pada pria AB..." —hlm. 46

March 17, 2016

[Book Review] Not A Perfect Wedding – Asri Tahir

  • Judul : Not A Perfect Wedding
  • Penulis : Asri Tahir
  • Editor : Afrianty P. Pardede
  • Penerbit : Elex Media Komputindo
  • Tebal : 297 hlm
  • Tahun terbit : Mei 2015
  • ISBN : 978-602-02-5897-3

BLURB

Raina Winatama
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya.

Prakarsa Dwi Rahardi
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi aku harus pergi untuk selamanya.

Pramudya Eka Rahardi
Di hari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki-laki. Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi.

REVIEW

Dan tak ada satu pun dari mereka yang bisa mengelak dari takdir yang telah digariskan. Suka atau tidak, segalanya telah terjadi. Karena mulai sekarang, sebuah awal untuk kehidupan mereka yang baru akan dimulai. —hlm. 42

Sehari sebelum hari pernikahannya, Prakarsa Dwi Rahardi (Raka) mengalami sebuah kecelakaan mobil yang membuatnya harus meregang nyawa. Dan sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Raka meminta kakaknya—Pramudya Eka Rahardi (Pram)—untuk menggantikan dirinya menjadi mempelai pria bagi calon istrinya, Raina.

Raina yang yang tidak mengetahui jika orang yang menjadi suaminya bukanlah Raka, melainkan Pram—orang asing yang hanya ia ketahui sebagai kakak Raka yang telah lama menetap di London—begitu marah. Terlebih saat ia tidak diberitahu jika orang yang dicintainya ternyata telah meninggal, ia begitu merasa sedih dan kecewa terhadap keluarganya karena membohongi dirinya. Hanya kepada Pram—orang asing yang kini telah sah menjadi suaminya, Raina bisa membagi kesedihan akibat ditinggal Raka.

Awalnya Pram menikahi Raina hanya untuk memenuhi permintaan terakhir Raka. Karena demi kebahagiaan adiknya, Pram akan melakukan apapun. Namun seiring berlalunya waktu, rasa cinta mulai tumbuh di hati Pram. Kebersamaannya bersama Raina mulai menumbuhkan perasaan yang sempat ia kira tidak akan pernah datang lagi sejak Sashi—mantan Pram—pergi meninggalkannya. Bisakah Pram menggantikan posisi Raka di hati Raina?

Bagi Raina dunianya telah hancur sejak kematian Raka. Namun, karena perhatian yang selalu Pram berikan kepadanya membuat Raina perlahan-lahan mulai bisa bangkit kembali dan berusaha untuk menata ulang hidupnya.

Awalnya Raina tak ingin melanjutkan pernikahannya bersama Pram karena ia merasa pernikahan mereka sejak awal merupakan suatu kesalahan. Ia juga merasa tak akan ada cinta di antara mereka. Tapi karena kegigihan Pram yang tetap berusaha untuk mempertahankan pernikahan mereka, mau tak mau membuat hati Raina luluh. Dan ketika akhirnya cinta tumbuh di hati Raina, Sashi kembali hadir di hidup Pram. Sanggupkah Raina mempertahankan pernikahan mereka?


Pernikahan mereka tidak akan pernah sempurna dan mungkin akan selamanya begitu. Selalu ada celah yang tak kasatmata yang akan selalu menjadi bayang-bayang kehidupan mereka. —hlm. 264 

***

Sebenarnya tema pernikahan yang diangkat oleh Asri Tahir bukanlah tema yang baru, bisa dikatakan cukup banyak penulis yang menulisnya. Tapi di novel Not A Perfect Wedding ini, Asri cukup berhasil mengaduk-aduk emosiku saat membacanya. Membuatku merasa hampir menangis saat kepergian Raka yang begitu tragis, juga tak berhenti tersenyum ketika Pram memperlakukan Raina begitu manis demi menghilangkan kesedihan di hati Rain—panggilan sayang Pram karena Raina yang sering menangis.

Karakter-karakter di dalamnya pun begitu hidup. Aku paling suka interaksi yang terjadi di antara Raina dan kakaknya—Kak Arman dan Kak Pasha—yang walaupun sudah berumur, kelakuan mereka masih seperti anak kecil. Tidak malu untuk saling menggoda di tempat umum untuk menunjukkan kasih sayang antara adik dan kakak. Selain itu aku juga suka dengan karakter Pram yang begitu sabar menghadapi sifat-sifat Raina yang terkadang begitu manja dan keras kepala.

Menggunakan sudut pandang orang ketiga, membuatku lebih bisa menyelami perasaan masing-masing karakter di dalam novel. Seperti kesedihan dan kekhawatiran Raina, atau kegelisahan perasaan Pram.

Adegan yang menjadi favoritku adalah saat Pram membawa Raina berlibur—mungkin bisa dikatakan bulan madu walaupun tak banyak terjadi apa-apa—di Pulau Sangiang. Karena di situlah Pram dan Raina mulai saling terbuka dengan perasaan mereka masing-masing.

Penulisan alurnya yang pas, membuat cerita di dalamnya terasa begitu mengalir saat membacanya—dan tanpa sadar aku sudah menyelesaikannya hanya dalam beberapa jam saja.
Sayang masih ada beberapa typo di dalam novel, seperti penggunaan huruf miring yang tidak sesuai, pemberian spasi di tempat yang salah atau lupa memberi tanda petik dalam percakap. Walaupun tidak begitu mengganggu, alangkah baiknya jika kesalahan itu diperbaiki di cetakan selanjutnya (karena denger-denger Not A Perfect Wedding ini sudah cetak ulang dengan cover baru).

Namun di luar kekurangan tersebut, novel ini cukup direkomendasikan bagi penggemar novel romance. Namun aku sarankan untuk pembaca yang sudah 17+ sih, mengingat label Le Marriage yang sematkan dalam novel dan karena di dalamnya ada sedikit unsur dewasanya.

Overall, rating dariku untuk suami idaman seperti Pram
"Atas nama takdir, terkadang manusia bersembunyi dengan rasa takutnya. Menyalahkan keadaan sebagai rasa pelariannya. Untuk mereka yang percaya takdir, sang Sutradara selalu menyimpan kisah manis untukmu, meski dengan cara berliku."

March 15, 2016

[Book Review] At The Park – Kristi Jo

  • Judul : At The Park
  • Penulis : Kristi Jo
  • Editor : Irma
  • Desain Cover : Orkha Creative
  • Penebit : Gramedia
  • Cetakan : ke-1, 2015
  • ISBN : 978-602-03-1857-8
  • Tebal : 288 hlm

BLURB

Tiara sudah dua tahun menjadi pacar Raymond—model keren, ganteng dan berkelas. Tapi ketika dinner bersama Raymond, kenapa jantung Tiara tidak lagi berdebar kencang seperti dulu ya?

Debar itu justru Tiara rasakan ketika bertemu dengan Al di taman. Alfred Effendi, cowok sederhana, berkacamata, bertampang biasa, dan mempunyai passion yang sama dengan Tiara, yaitu penyayang binatang.

Tanpa terasa kejadian demi kejadian di taman membuat dunia Tiara jungkir balik. Ia merasakan lagi yang namanya jatuh cinta. Tapi... saat Tiara menyatakan perasaannya pada Al, kenapa Al malah menolaknya?

REVIEW

Meskipun banyak ketidakcocokan di antara Tiara dan Raymond, nyatanya mereka berdua berhasil mempertahankan hubungan mereka selama lebih dari dua tahun. Raymon yang berkerja sebagai seorang model mempunyai kehidupan yang glamor—sesuatu yang kurang disukai oleh Tiara.

Walaupun banyak yang bilang wajah Tiara yang cantik sangat cocok menjadi seorang model, Tiara lebih memilih menjadi gadis SMA sederhana yang suka mengajak anjing golden retrivernya—Lopez—untuk berjalan-jalan di Doggy's Park—kegiatan yang sangat di benci Raymon. Karena Raymon bukanlah tipe penyayang binatang seperti Tiara.

Saat Tiara membawa Lopez ke Doggy's Park, tanpa sengaja ia bertemu dengan Al—pemilik anjing bernama Santana yang sering diusili Lopez. Al yang ternyata memiiliki sebuah shelter anjing dan pencinta binatang sangat cocok dengan kepribadian Tiara sejak pertama kali mereka bertemu.

Kejadian demi kejadian yang terjadi di Doggy's Park membuat Tiara dan Al semakin dekat. Mereka juga sering membuat janji untuk bertemu di sana. Ketika Tiara akhirnya menyadari jika ia memiliki perasaan lebih dari sekedar teman kepada Al, bisakah ia meminta putus kepada Ray?

Dan saat Tiara akhirnya memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Al, mengapa ia menolaknya? Padahal Tiara merasa jika Al juga memiliki perasaan yang sama kepadanya. Lalu, akankah Tiara memperjuangkan perasaannya tersebut?

***

Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir aku membaca novel Teenlit. Saat meminjamnya di aplikasi i-Jak, aku memang tidak begitu memperhatikan genre-nya. Tapi walaupun lumayan sulit untuk bisa nyambung dengan creitanya, ternyata aku masih bisa menikmati saat membacanya.
"Semua makhluk hidup diberikan perasaan. Cinta atau kasih sayang. Dan kita berhak memberikannya kepada siapa pun. Manusia atau hewan. Sama saja. Yang penting tulus." —hlm. 113
Mengangkat tema tentang penyayang binatang, At The Park cukup menarik untuk dibaca. Mengingatkan kita jika terkadang masih banyak binatang yang mendapat perlakuan kasar dari majikannya. Juga binatang-binatang terlantar di luar sana yang kelaparan dan masih banyak orang yang tidak peduli dengan keberadaan mereka. Apalagi dengan taman khusus binatang yang keberadaannya sedikit sekali di kota-kota besar.

Untuk karakter, aku merasa Kristi masih kurang dalam mengambarkannya. Terutama karakter Ven—yang merupakan adik—dia hanya seperti karakter yang numpang nama saja. Mungkin seharusnya ia dihilangkan, karena tidak punya pengaruh apa-apa dalam cerita. Tapi sebenarnya aku cukup terkejut dengan karakter Al di sini. Al yang serba bisa ternyata mempunyai kekurangan yang besar. Tapi dengan kekurangan tersebut tidak menghalanginya untuk merintis usaha shelter anjing yang dimulainya sejak nol.

Kristi Jo menggunakan sudut pandang orang pertama dalam menulis At The Park ini. Dan ia berhasil membuatku ikut merasakan kegalauan yang dirasakan Tiara akan perasaannya, baik terhadap Ray maupun Al.

Alurnya ditulis dengan pas—tidak terlalu cepat maupun lambat. Namun untuk plot sepertinya ada yang janggal. Rasanya aneh saat membaca bagian dimana Al dan Ray berkelahi. Itu adalah saat pertama kalinya mereke bertemu, tapi mereka seperti sudah saling kenal. Padahal Tiara tidak pernah menceritakan keberadaan mereka satu sama lain.

Bagi penyuka novel romance Teenlit, apalagi penyayang binatang—terutama anjing—novel ini recomended untuk dibaca.

Overall rating untuk At The Park dariku

"Ada saatnya kita harus berjuang, tapi ada juga saatnya kita harus berhenti ketika semesta kayaknya nggak mendukung kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan." —hlm. 263

[Book Review] Winter in Tokyo – Ilana Tan

  • Judul : Winter in Tokyo (Season Series #3 / New Cover)
  • Penulis : Ilana Tan
  • Desain Cover : Orkha Creative
  • Penebit : Gramedia
  • Cetakan : ke-24, September 2014
  • ISBN : 978-602-03-1018-3
  • Tebal : 320 hlm

BLURB

Tetangga baruku, Nishimura Kazuto, datang ke Tokyo untuk mencari suasana baru. Itulah katanya, tapi menurutku alasannya lebih dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan, dan bisa diandalkan. Perlahan-lahan—mungkin sejak Malam Natal itu—aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan sejak itu pula rasanya sulit membayangkan hidup tanpa dia.
—Keiko tentanng Kazuto

Sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu yang menarik dari Ishida Keiko. Segalanya terasa menyenangkan bila dia ada. Segalanya terasa baik bila dia ada. Saat ini di dalam hatinya masih ada seseorang yang ditunggunya. Cinta pertamanya. Kuharap dia bisa berhenti memikirkan orang itu dan mulai melihatku. Karena hidup tanpa dirinya sama sekali bukan hidup.
—Kazuto tentang Keiko

Mereka pertama bertemu di awal musim dingin di Tokyo. Selama sebulan bersama, perasaan baru pun mulai terbentuk. Lalu segalanya berubah ketika suatu hari salah seorang dari mereka terbangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang tadinya sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya...

REVIEW

Nishimura Kazuto memutuskan kembali ke Tokyo setelah lebih dari 10 tahun ia dan keluarganya pindah ke Amerika. Ia meninggalkan New York untuk mencari kehidupan baru, serta melupakan orang yang selama ini dicintainya—Iwasaki Yuri—yang akan segera menikah dengan sahabatnya sendiri. Bukannya ketenangan yang ia dapat, ia justru bertemu dengan Keiko—seorang gadis keturunan Indonesia-Jepang yang tinggal di seberang apartemennya—yang membuat hidupnya lebih indah dan berwarna.
Nishida Keiko bekerja di perpustakaan di daerah Shinjuku. Dan ia sangat suka membaca—karenanya terkadang ia mempunyai imajinasi yang berlebihan. Mendengar tetangga barunya yang sejak tiba di apartemen 202 tidak keluar dari pagi hingga malam, Keiko berinisiatif mengecek keadaannya. Namun niat baiknya justru berakhir dengan memalukan saat si tetangga tiba-tiba membuka pintu apartemen ketika telinga Keiko sedang menempel di pintu tersebut.

Sejak SD, Keiko sudah menyukai seseorang. Seorang anak laki-laki bertopi wol biru yang membantunya mencari kalung pemberian neneknya yang dihilangkan temannya. Keiko hanya pernah bertemu dengan anak itu sekali. Dan sampai sekarang ia masih saja mencari sosok yang ia ketahui bernama Kintano Akira tersebut. Namun, ketika Kazuto mulai mengisi hari-hari Keiko dengan lebih menyenangkan, apakah ia masih akan tetap mencintai Akira saat akhirnya ia bisa bertemu kembali dengannya?

***

Alhamdulillah... Akhirnya punya kesempatan baca Winter in Tokyo secara legal dengan meminjamnya lewat aplikasi i-Jak. Aku sudah lama punya copy-annya. Tapi sejak memutuskan untuk belajar mereview buku, aku jadi malas saat akan membacanya—walaupun udah penasaran sama jalan ceritanya sejak novel ini akan difilmkan.

Mengambil kota Tokyo sebagai latar tempatnya, Ilana Tan begitu jelas dalam menggambarkan sudut-sudut kota Tokyo.  Membaca Winter in Tokyo sanggup membuatku seperti benar-benar merasakan suasana musim dingin di jalanan Harajuku, keramaian yang terjadi saat di perempatan Shibuya—yang terkenal sebagai perempatan paling padat di dunia dengan lautan manusianya—atau tempat terkenal yang lain yang ada di Tokyo.

Mengingat jalan cerita saat akhirnya Kazuto menyadari jika ia mulai mencintai Keiko dalam waktu yang tidak sampai dua minggu, aku merasa jika alurnya berjalan terlalu cepat. Padahal saat itu ia sedang berusaha melupakan Yuri—yang sudah dicintainya sejak lama. Membuatku jadi bertanya-tanya, apakah ia bisa melupakannya secepat itu gara-gara Keiko? Apalagi ketika Kazuto mengalami pengeroyokan oleh anggota yakuya hingga membuatnya terkena amnesia parsial karena hantaman yang ia dapat di kepalanya. Konfliknya terasa begitu klise. Eksekusi cerita pun terasa dibuat tergesa-gesa dan dipaksakan. Tapi di luar kekurangan tersebut, aku cukup terkejut dan suka dengan adegan yang ada di epilog.
Ia tidak ingin terlalu berharap. Harapan yang dihempas kembali ke tanah akan terasa sangat menyakitkan – hlm. 228
Walaupun sejak awal sudah bisa menebak dengan siapa Keiko akan berakhir, aku sempat berharap jika yang mendapat amnesia itu Keiko. Karena, aku justru lebih suka dengan karakter Akira—karena karakter Kazuto menurutku begitu sempurna— yang berprofesi sebagai dokter tapi tetap banyak kekurangan sebagai pacar Keiko. (duh, tapi siapa sih yang nggak jatuh hati kalo diperlakukan manis sama seorang dokter muda yang kece? apalagi kalo dia adalah cinta pertama kita).


Winter in Tokyo merupakan buku ketiga dari seri musim yang ditulis Ilana Tan. Jujur saja, aku lebih suka dengan cover yang baru daripada yang sbelumnya. Cover baru lebih menggambarkan latar tempat dari novel. Sedang cover lama justru hanya menggambarkan kedekatan Keiko dan Kazuto. Aku sebenarnya belum membaca Seri Musim yang yang sebelumnya. Tapi jalan ceritanya sendiri tidak terlalu berpengaruh saat membacanya.

Bagi penggemar cerita metropop—apalagi fans Ilana Tan—buku ini sangat recomended untuk dibaca. Terlebih karena Winter in Tokyo ini sudah difilmkan. Lebih baik kalau kita membacanya dulu sebelum menonton filmnya.

Overall rating dariku

Kini ia tahu bagaimana rasanya terbangun dari mimpi indah dan dihadapkan pada kenyataan. Rasanya menyakitkan. –hlm. 252
Tetapi bagaimanapun juga, ada saatnya ketika rasa sakit sama sekali tidak penting. –hlm 291

Review ini juga diikutsertakan pada:
East Asia Reading Challenge 2016

March 11, 2016

[Book Review] Single Ville – Choi Yun Kyo


  •  Judul : Single Ville
  • Penulis : Choi Yun Kyo
  • Penerjemah : Krisnadiari
  • Editor : Kp Januwarsi
  • Proofreader : Dini Novita Sari
  • Desain Isi : Angelina Setiani, Frendy Putra
  • Penebit : HARU Media
  • Cetakan : I, Desember 2014
  • ISBN : 978-602-7742-43-7
  • Tebal : 308 hlm
  • Harga : Rp 52.800 (bukabuku.com)

BLURB

Di Tempat Ini Apa pun Mungkin Terjadi!
Kecuali Percintaan

Apakah Anda sudah lelah akan cinta?
Apakah Anda sudah bosan hidup Anda diganggu orang lain?
Inilah Single Ville, sebuah cottage yang modern.
Syaratnya hanya satu: single!
Mulailah sekarang juga, kehidupan yang menyenangkan tanpa cinta.

Enam orang, yang terdiri atas laki-laki dan perempuan, akan menjadi penghuni Single Ville. Mereka adalah orang-orang yang terpilih melalui persaingan ketat dengan tingkat persaingan 1:1000. Akan tetapi, yang menanti mereka di tempat itu bukanlah kehidupan yang tenang. Setiap hari berbagai peristiwa aneh dan misteius menimpa orang-orang yang memimpikan kehidupan lajang yang indah. Mulai dari jendela yang pecah, seorang penguntit meninggalkan tulisan aneh di kamar mandi, tersangka pembunuhan yang berkeliaran, dan... pelanggar peraturan utama Single Ville.

Akankah mereka menikmati ketenangan yang mereka dambakan?
Lalu, siapakah yang nantinya akan menerima hukuman karena jatuh cinta?

REVIEW

Single Ville adalah sebuah desa yang terdiri atas sebuah area peristirahatan dan enam buah cottage. Indahnya hutan pohon birch putih memagari tempat tersebut bagaikan tirai, yang memberi kenyamanan layaknya negeri dalam dongeng. Seluruh bangunan didirikan dengan menggunakan batang kayu, serta dilengkapi jendela besar dan perapian yang menambah keanggunannya. —hlm. 7


Novel Single Ville ini berkisah tentang berbagai peristiwa yang terjadi pada para penghuni Single Ville. Cerita berpusat pada Choi Yun Seong—seorang penulis buku yang memilih menyembunyikan identitas aslinya sebagai Seong Yun, penulis dongeng best seller di Korea—dan Kang Hyeon Ah—seorang ilustrator buku lepas yang memutuskan untuk hidup melajang setelah rencana pernikahannya dibatalkan secara sepihak oleh calon mempelai pria dan menyamar sebagai Im Seo Yeong agar bisa tinggal di Single Ville.

Takdir seolah memang ingin mempertemukan Yun Seong dan Hyeon Ah. Yun Seong tanpa sengaja bertemu dengan Hyeon Ah pertama kali saat ia akan bertemu dengan Myeong Bok—editor dimana ia bernaung. Yun Seong yang benci dengan keramaian yang biasa terjadi di dalam lift sebuah mall memilih untuk mamakai tangga darurat. Tapi di sana ia justru bertemu Hyeon Ah yang sedang menangis memakai sebuah gaun pernikahan setelah acara foto preweddingnya gagal akibat Oh Tae Ho membatalkan pernikahan mereka. Yun Seong yang tak ingin repot-repot berempati pada orang lain, memilih untuk melompati Hyeon Ah—seolah tak ada apa pun di sana.

Takdir kembali mempertemukan Yun Seong dengan Hyeon Ah sebagai penulis dan ilustrator dari seri dongeng monster terakhir yang sedang ditulis Seong Yun, meskipun mereka tak saling menyadari jika ternyata mereka juga bertetangga di Single Ville.

Choi Yun Seong memilih pindah ke Single Ville karena ia merasa sedikit socialphobia. Yun Seong sering mengalami sesak saat ia berada di dalam sebuah keramaian. Ia juga benci dengan tetangganya yang sering menggedor-gedor pintu apartemen saat ia sedang memutar musik untuk mencari inspirasi dalam bukunya.
"... Cinta dan menjalin hubungan... kedua hal itu membingungkan dan merepotkan. Karena benci pada hal itu makanya aku pindah ke cottage ini, jadi semua itu tidak ada hubungannya denganku." —hlm. 137
Yun Seong berharap ketika ia pindah ke Single Ville hidupnya akan jauh lebih damai dan tenang, tanpa harus melakukan banyak interaksi dengan tetangganya. Tapi Hyeon Ah yang menyamar menjadi Im Seo Yeong justru melanggar privasinya tanpa bisa ia cegah. Dan semakin ia ingin menolak kehadiran Seo Yeong—yang mengingatkan pada cinta Yun Seong saat muda—Yun Seong justru merindukan kehadirannya, dan mengkhawatirkan wanita yang sering bertindak ceroboh tersebut ketika tidak berada di sekelilingnya.
Bukankah umumnya semua hal akan menjadi hambar seiring bertambahnya umur kita? Sama seperti percintaan. Sudah jadi takdir manusia untuk sering mengalami kegagalan dalam percintaan. —hlm. 131
Awalnya Hyeon Ah begitu mengaggumi Seong Yun, namun kini ia jadi sangat membencinya. Karena terlalu bekerja keras menggarap ilustrasi buku Seong Yun, Hyeon Ah jadi sering membatalkan janji kencan dengan Tae Ho, dan itu membuat jarak di antara mereka semakin membentang. Secara tidak langsung Seong Yun-lah yang membuat pernikahan Hyeon Ah gagal.

Hyeon Ah menggantikan Seo Yeong untuk menempati rumah nomer 3 di Single Ville karena Seo Yeong harus menyelesaikan berbagai masalah yang sedang ia hadapi lebih dulu. Hyeon Ah mulanya merasa senang ketika ditawari untuk tinggal dan menyamar sebagai Seo Yeong sementara waktu di sana. Namun ketika salah seorang penghuni mengetahui penyamarannya, Hyeon Ah  menjadi ketakutan—apalagi jika sampai diusir karena ia sudah tidak punya tempat untuk dituju. Karena itulah Hyeon Ah jadi sering mengunjungi Yun Seong—tetangga pertama yang membantunya ketika terjadi insiden cat berdarah.
... menjalin hubungan adalah satu hal yang berbeda. Hubungan yang dibangun oleh dua orang sama dengan lahirnya sebuah kehidupan. —hlm. 242
Ilustrasi para tokoh di Single Ville. (dari kiri ke kanan) Jeong Mi In, Choi Yun Seong, Im Seo Yeong, Jeong Geon Woo, Go Seong Min.
Ilustrasi para tokoh di Single Ville. (dari kiri ke kanan) Lee Jeong Hyeok, Kang Hyeon Ah, Oh Tae Ho, Kang Min Ah, Jang Myeong Beok.
***

Novel Single Ville ini tak hanya bercerita tentang kisah romansa antara Yun Seong dan Hyeon Ah. Ada juga kisah Jeong Mi In—anak seorang konglomerat sukses di Korea Selatan sekaligus pemilik dan pendiri Single Ville. Mi In mencurahkan seluruh hidupnya untuk membesarkan Jang Geon Woo—penghuni rumah nomor 4—yang merupakan anak dari kakaknya yang telah meninggal karena kecelakaan ketika Geon Woo berusia 5 tahun.

Ada juga Go Seong Min—seorang mantan detektif—yang mencurigai keberadaan Viper—seorang pembunuh berantai perempuan lajang yang sudah bertahun-tahun diburunya—yang kemungkinan kini tinggal di Single Ville. Ketika sedang menyelidiki kemungkinan tersebut, ia justru menaruh perasaan kepada Jeong Mi In. Seorang wanita yang terlihat mandiri dan angkuh namun sebenarnya begitu rapuh. Selain itu, ada Lee Jeong Hyeok—penghuni rumah nomor 6—yang disukai adik Hyeon Ah, Kang Min Ah, namun ternyata Jeong Hyeok adalah seorang gay.

Tokoh yang menarik perhatianku di sini sejak awal adalah Im Seo Yeong, yang membuatku bertanya-tanya; siapakah sih dia sebenarnya? Kenapa sepertinya hampir sebagian besar penghuni Single Ville punya hubungan dengannya? Apakah Seo Yeong yang dikenal Hyeon Ah adalah juga mantan kekasih Yun Seong? Dan walaupun sudah menduga hubungan yang ada di antara para penghuni, rasanya tetap tidak menyangka saat mengetahui kebenaran dan reaksi masing-masing tokoh saat hal itu terungkap.

Menggunakan alur maju mundur terkadang sedikit membuatku kebingungan saat membacanya. Apalagi saat tiba-tiba terjadi pergantian alur dan tokoh, aku harus sedikit mengulang membacanya saat bagian tersebut.

Entah mengapa aku sedikit tersendat saat membaca terjemahan Single Ville ini. Entah karena naskah aslinya yang terkadang memang sedikit membingungkan alurnya sehingga penerjemahnya pun mengalami kesulitan saat menerjemahkannya, atau karena pikiranku sendiri yang sedang penuh sehingga aku tidak bisa langsung mencerna tiap kalimat di novel tersebut. (bahkan aku sampai harus mengulang membacanya dari awal lagi padahal sudah sampai sepertiga bagian buku)

Namun di luar kekurangan tersebut, Single Ville tetap menarik untuk dibaca. Single Ville bahkan mampu membuatku tersenyum-senyum sendiri di bagian ketika akhirnya Yun Seong menyadari perasaan cintanya pada Hyeon Ah. Yun Seong masih saja pura-pura bersikap dingin, padahal sebenarnya ia ingin sekali sekali memeluk dan mencium Hyeon Ah.
Cinta dan pertemuan, semua itu memerlukan timing yang tepat. —hlm. 296
Lalu bagaimana dengan peraturan utama yang ada di Single Ville, yang menyatakan bahwa tidak ada yang boleh berpacaran di sana? Apakah pada akhirnya para penghuni Single Ville akan terusir? Karena tiap penghuni ternyata justru mengalami indahnya perasaan yang bernama cinta saat mereka mulai tinggal di Single Ville.

Single Ville ini sangat direkomendasikan bagi pembaca yang menyukai novel romance. Apalagi yang sudah terkena Haru Syndrom, wajib sekali untuk dikoleksi.

Overall, rating dariku untuk sikap Yun Seong yang sering bertolak belakang dengan hatinya kepada Hyeon Ahdan sukses bikin senyum-senyum sendiri
Baik jatuh cinta karena wajah maupun terbawa suasana, yang namanya cinta jika sudah menetapkan orang tersebut sebagai tujuan akhir; maka kelebihan, kebenaran, dan kehidupan orang tersebut—semuanya akan tersedot masuk dalam black-hole dan terlempar ke dunia lain. —hlm. 192