July 27, 2016

Wishful Wednesday #13: Seri Muhammad - Tasaro GK


Selamat hari Rabu~ kembali lagi di meme Wishful Wednesday. Di pagi yang cukup dingin dan sejuk di Salatiga coret ini, ada sebuah seri buku yang menjadi inceranku. Sebenarnya sudah cukup lama sih ngincernya, umm... sejak awal Januari lalu, tapi sering kelupaan dan malas saat mau memasukaannya dalam post WW.

Dan.. yang menjadi inceranku yang sepertinya sulit untuk diwujudkan adalah buku seri Muhammad karya Tasaro GK yang terdiri dari 4 buah buku yaitu:
1. Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan
Harga : Rp 79.200 (bukabuku.com)

Kashva pergi dari Suriah, meninggalkan Khosrou, sang penguasa Persia tempatnya mengabdikan hidup demi menemukan lelaki itu: Muhammad. Al-Amin yang kelahirannya akan membawa rahmat bagi semesta alam, pembela kaum papa, penguasa yang adil kepada rakyatnya.

Kehidupan Kashva setelah itu berubah menjadi pelarian penuh kesakitan dan pencarian yang tiada henti terhadap sosok yang dijanjikan. Seorang Pangeran Kedamaian yang dijanjikan oleh semua kitab suci yang dia cari dari setiap ungkapan ayat-ayat Zardusht sampai puncak-puncak salju di perbatasan India, Pegunungan Tibet, biara di Suriah, Istana Heraklius, dan berakhir di Yatsrib, sang Kota Cahaya.

Hasrat dalam diri Kashva sudah tak terbendung lagi. Keinginannya untuk bisa bertemu dengan Muhammad demikian besar hingga tak ada sesuatu pun yang membuatnya jerih. Bahkan maut yang mengintai dari ujung pedang tentara Khosrou tak juga menyurutkan kerinduannya bertemu Muhammad.

Kisah pencarian Kashva yang syahdu dalam novel ini akan membawa kita menelusur Jazirah Arab, India, Barrus, hinga Tibet.

2. Muhammad: Para Pengeja Hujan
Harga : Rp 87.200 (bukabuku.com)

"Paman, tolong aku! Tolong aku, Paman!"

Suara Xerxes selalu mengiang di telingan Kashva setiap terbangun dari tidurnya. Anak dari perempuan pujaan yang dititipkan kpadanya ketika terjadi penyerangan oleh pasukan Raja Khosrou itu, kini terpisah darinya.

Minggu demi minggu dilalui Kashva di Tibet dengan mendaki 13 gunung suci bersama Biksu Tashidelek. Ia pun tenggelam dalam lautan peziarah di tempat berkumpulnya segala doa itu, demi satu tujuan. Menemukan kembali Xerxes!

Peristiwa hilangnya Xerxes membuat pikiran Kashva hanya tertuju untuk menemukan cara agar mereka dapat bertemu kembali. Kashva bahkan hampir lupa dengan tujuan utama dari pelariannya kali ini. Sebuah perjalanan panjang untuk mencari Astvat-ereta, Sang Al-Amin, guna menyucikan ajaran Zardust, sebelum akhirnya Tashidelek memberinya sutra-sutra Budha.

Kehilangan yang hampir membuat rasa putus asa juga dirasakan oleh 'Umar bin Khattab. Ia harus menggantikan Abu Bakar yang telah meninggal untuk berangkat ke medan jihad di Irak dan Syam. Rasa ragu dan takut sempat menghampirinya. 'Umar merasa tidak mampu menjadi pemimpin bagi banyak umat, sebab Nabi Muhammad dan Abu Bakar tidak bisa dijumpainya lagi untuk meminta bimbingan.

Perjalanan pencarian Kashva dan perjuangan para mujahid pada zaman pasca kenabian akan membawa kita kembali ke Jazirah Arab ribuan tahun lalu untuk merasakan hidup bersama Muhammad, Sang Manusia Pilihan. Akankah suasana khusyuk di Tibet yang membuat Kashva belajar banyak makna kehidupan dapat.

3. Muhammad 3: Sang Pewaris Hujan
Harga : Rp 99.200 (bukabuku.com)

Saya datang kemari dalam sebuah misi yang sangat penting. Saya perlu mengetahui sebanyak-banyaknya peninggalan tertulis Pendeta Bahira, perihal Nabi yang Dijanjikan. Tolong saya.

Pesan dari Elyas semakin membuat Kashva bingung akan keberadaan sahabatnya itu. Dia mencari Elyas dari Suriah hingga ke Yerusalem, hanya untuk mendapati kedua kota itu telah takluk oleh tentara Islam. Adalah ‘Umar bin Khattab yang telah menaklukkan keduanya tanpa pertumpahan darah. Sang Khalifah bahkan melarang perusakan terhadap rumah-rumah ibadah di tanah taklukannya.

Kemuliaan ‘Umar menggetarkan hati Kashva sehingga dia memutuskan untuk mengikuti sang Khalifah sampai ke Madinah. Namun, keselamatan Kashva justru terancam di kota itu. Keberaniannya menentang Hurmuzan—seorang bangsawan Persia pengkhianat yang masuk Islam hanya demi keselamatan dirinya sendiri—membuat Kashva diburu.

Sementara itu, Elyas ternyata masih hidup meski dalam keadaan terluka. Dia berada di Aleksandria, Mesir, tempat di mana perang akan segera meletus. Elyas menjadi saksi kemurkaan Kaisar Heraklius, serta kemustahilan di mana hanya ada empat ribu tentara Islam yang melawan dua puluh ribu tentara Bizantium. Di tengah suasana yang tengah memanas, akankah Elyas menemukan jawaban perihal Muhammad, sang Nabi yang Dijanjikan tersebut?

4. Muhammad: Generasi Penggema Hujan
Harga : Rp 102.400 (bukabuku.com)
Dalam perjalanannya mencari jejak Elyas, Vakhshur mendapati dirinya terjebak di tengah-tengah kemelut kekhalifahan kaum Muslimin. Sejak ‘Umar wafat, umat Islam seakan terbelah menjadi dua, pendukung ‘Utsman bin Affan dan pendukung Ali bin Abi Thalib. ‘Utsman, sebagai khalifah terpilih, menyadari bibit-bibit perpecahan mulai tumbuh. Dan, demi mencegah kobaran api konflik, ‘Utsman dan Ali berusaha untuk menyatukan dan mendamaikan kembali hati umat Islam.

Sementara itu, perjalanan Vakhshur berlanjut kendati yang dia temukan lagi-lagi hanya jalan buntu. “Jejak Tuan Elyas telah lenyap ....” kata Vakhshur putus asa. Namun, di sebuah desa pinggir sungai Nil, Vakhshur akhirnya mendapati kembali jalan menuju Elyas lewat seorang biarawati bernama Maria. Dari sang biarawati pula, Vakhshur mengetahui fakta mengejutkan perihal Elyas dan Kashva, sekaligus menguak tabir tentang apa yang tengah dicari keduanya.

“Maria, jadi maksudmu ... Tuan Elyas kemungkinan sedang belajar Islam?”

“Itu jawaban yang aku cari selama belasan tahun ini.”

Islam, agama yang dibawa oleh seorang nabi bernama Muhammad. Itulah keping petunjuk terakhir bagi Vakhshur untuk menemukan Elyas. Lalu, bagaimana akhir pencarian Kashva dan Elyas? Di saat tunas-tunas fitnah tengah bersemi di tubuh Islam, adakah hujan karunia yang menunggu di ujung jawaban? Inilah babak akhir dari perjalanan Kashva mencari kebenaran agama sang Nabi yang terus digemakan oleh para pengikutnya.

Pertama kali kenal sama buku seri Muhammad ini pas masih buku kedua yang terbit. Awalnya emang kurang tertarik mengingat harga asli bukunya yang sudah hampir mencapai harga 6 digit serta aku kira Muhammad ini adalah buku terjemahan. Tapi pas buku ke-4 terbit dan baru tahu kalau penulisnya ternyata orang Indonesia asli, baru deh pengen punya bukunya. Apalagi setelah baca beberapa review-nya. Jadi makin pengen punya dan dijadiin penghuni rak bukuku... T^T

Tapi lagi-lagi kalau inget harganya jadi pengen guling-guling deh~

Share Wishful Wednesday mu juga ya!
  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

July 24, 2016

[Book Review] Shatter Me – Tahereh Mafi

  • Judul : Shatter Me (Shatter Me #1)
  • Penulis : Tahereh Mafi
  • Penerjemah : Dina Begum
  • Penyunting : Prisca Primasari
  • Proofreader : Yunni Yuliana M.
  • Cetakan : Ke-1, Oktober 2012
  • Penerbit : Mizan Media Utama
  • Tebal : 445 hlm.
  • Harga : Rp 17.000 bukabuku.com
  • My Rate : 3.5/5
Negara melihat betapa menguntungkan betapa bahayanya aku, dan mereka pun memutuskan untuk menyekapku di sebuah penjara menjauhkanku dari manusia normal. Mereka ingin menjadikanku senjata pemusnah menciptakan kedamaian yang sempurna di dunia ini.

Datanglah Adam. Tampan, memikat, mempesona; baik hati. Di matanya, aku cantik aku tidak berbahaya. Lalu, kami pun bersekongkol berdiskusi. Adam akan membantuku keluar dari kurungan pengasingan ini, dan kami akan hidup bahagia nun jauh di sana. Itu janjinya.

Tapi, apakah dia bisa menepatinya? Tidakkah dia sadar, bahwa suatu saat nanti aku bisa saja mengubah dan menghancurkannya menjadi serpihan abu?


Sudah 264 hari Juliette terpenjara dalam sebuah fasilitas yang dia anggap sebagai Rumah Sakit Jiwa. Tiap detik yang bergulir hanya dia habiskan dengan menghitung waktu yang berlalu dan memandangi sebuah jendela kecil di kamarnya, berharap akan ada seekor burung terbang yang melintas—meskipun ia tahu seekor burung yang bisa terbang hanyalah sebuah dongeng di masa kini. Karena kini, dunia tak lagi hijau. Pohon tak sebanyak dulu. Matahari bersinar kemerahan karena sering tertutup awan kelabu. Tumbuhan bermutasi akibat radiasi nuklir menyebabkan hewan-hewan menghilang dan makanan begitu sulit didapat.

Juliette diasingkan—dibuang oleh kedua orang tuanya—karena kekuatan aneh yang dimilikinya—yang membuat siapa pun yang menyentuh kulitnya akan merasa tebakar dan akhirnya mati. Dia terbiasa sendiri—terbiasa diacuhkan dan dibenci orang lain sejak ia kecil. Karena itu meskipun ia menderita di penjara, ia merasa baik-baik saja walaupun terkadang ia lebih suka mati hingga suatu hari datanglah Adam—seorang laki-laki yang ditempatkan satu kamar dengannya—yang kemudian Juliette sadari jika Adam adalah teman masa kecilnya.

Namun, ingatkah Adam pada Juliette? Mengapa ia terlihat begitu kasar dan mengintimidasi, tapi juga peduli saat Juliette diseret keluar dari penjara dan dipaksa untuk bergabung dengan Warner—seorang pemuda 19 tahun yang mengaku sebagai salah satu pemimpin gerakan Tatanan Baru—sebuah oranganisasi yang bertujuan membuat dunia yang telah rusak saat ini agar menjadi lebih baik, namun nyatanya organisasi tersebut justru membuat kerusakan yang lebih parah pada masyarakat dan lingkungan di bumi ini.

***

Butuh waktu yang cukup lama sampai akhirnya aku berhasil menyelesaikan novel ini—bahkan sempat menyelesaikan membaca Rainbow of You lebih dulu selama membaca Shatter Me ini—karena alurnya yang terasa sangat, sangat, sangat lambat. Hampir sekitar 30% narasi dalam cerita merupakan monolog penderitaan yang dialami Juliette. Terlebih dengan adanya pengulangan-pengulangan kalimat serta adanya banyak koreksi perkataan yang Juliette pikirkan, membuat novel ini terasa begitu panjang dan cukup membosankan pada awalnya. Untungnya sih saat keadaan Juliette mulai membaik, kebiasaannya untuk mencoret kalimat yang yang ia pikirkan mulai berkurang menjelang akhir novel.

Ide cerita yang diangkat sebenarnya cukup unik; tentang seorang gadis yang bisa membunuh hanya dengan sentuhannya, dan karena bakatnya kekuatannya tersebut ia dicari banyak pihak untuk dijadikan sebuah senjata penyiksa yang efektif seperti yang Warner bilang—agar orang-orang yang berusaha memberontak jadi patuh kepada Tatanan Baru.

Entah kenapa aku kurang tertarik kepada para karakter utama; Juliette dan Adam. Aku justru merasa tertarik dan penasaran dengan karakter pendukung di novel ini seperti Warner dan Kenji. Diceritakan jika Warner adalah salah seorang pemimpin Tatanan Baru yang disegani dan ditakuti, tapi banyak juga orang yang berharap akan kejatuhan dan kematiannya. Ia orang yang kejam, tegas, tidak segan untuk membunuh orang yang berkhianat, juga mempunyai semacam sifat obsesif kepada Juliette. Warner mencintai Juliette. Berharap dan rela bersabar agar Juliette mau berada dipihaknya. Namun karena Warner menginginkan kekuatan Juliette untuk hal yang tidak disukainya, Juliette justru membenci Warner. Bagiku, karakter Warner ini begitu misterius. Banyak pertanyaan yang muncul tentang orang seperti apa dia sebenarnya? Siapa nama depannya? Mengapa ia tidak mati saat tanpa sengaja menyentuh Juliette? (sejauh ini yang bisa menyentuh Juliette tanpa kesakitan hanyalah Adam) Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Untuk karakter Kenji sendiri aku tertarik karena kehadirannya, akhirnya bisa mencerahkan suasana di dalam novel—yang sebelumnya interaksi antar karakter yang terasa begitu muram. Kemunculannya di depan rumah Adam mengawali akan adanya adegan yang cukup seru dan menegangkan menjelang akhir novel. Kenji merupakan teman Adam saat menjadi tentara di bawah pimpinan Warner—yang ternyata merupakan mata-mata dari Omega Point; sebuah organisasi yang bertujuan melawan Tatanan Baru. Kenji itu orang yang sering bercanda dan suka bicara blak-blakkan. Dan walaupun Adam sering dibuat kesal—bahkan ingin membunuhnya—dengan sikapnya, ia tetap mau menolong Kenji saat ia terluka parah setelah Adam dan Juliette berhasil melarikan diri dari markas Warner.

Overall, aku lumayan suka dengan novel ini walaupun ekspetasiku begitu jauh berkurang dari ekspetasi awal. Mungkin karena Shatter Me ini merupakan buku pertama dari Shatter Me Series, masih banyak berbagai pertanyaan yang belum terjawab sampai halaman terakhir novel. Seperti organisasi apa sebenarnya Omega Point ini. Kenapa mendadak banyak sekali bermunculan orang-orang yang memiliki kekuatan aneh. Bahkan, dikatakan jika mungkin saja Adam juga memiliki kekuatan spesial, mengingat ia kebal dengan sentuhan Juliette. serta masih banyak pertanyaan lainnya.

Selain itu, agak sebal juga dengan banyaknya feromon yang menguar antara Adam dan Juliette. Oke! Juliette itu seseorang yang haus akan sentuhan orang lain sejak kecil. Ia tak pernah mengenal apa itu pelukan yang menenangkan dan membuat aman. Makanya, saat Adam ternyata kebal akan kekuatannya, Juliette seperti menggila. Juliette begitu menginginkan “sentuhan” Adam (#IYKWIM) di atas tubuhnya. Beberapa kali hamper terjadi, tapi selalu ada saja gangguan :D

Meskipun aku sudah memiliki lanjutannya (Btw, aku kemarin beli ketiga novelnya hanya 45rb saja~ di promo #CrazySale Mizan Store. Lumayanlah buat obat yang cuma bisa ngiler liat event BBW kemaren) entah kapan aku akan membaca buku keduanya. Apalagi mengingat besok Senin sudah memasuki 1 Ramadhan. Rencananya mau baca buku yang ringan-ringan sajalah.

Wishful Wednesday #12

Ternyata sudah sebulan lebih blog ini enggak produktif review buku, ya? Selama bulan Juni kemaren cuma posting satu artikel, dan itu pun postingan WW (-__-) Padahal selama bulan puasa bisa melahap empat buku, tapi cuma satu yang direview, dan itu pun juga masih dalam daftar draft. Entah kenapa hasrat mereview buku masih di titik terendah. Apalagi kemampuan membaca sekarang justru dari yang siput malah ditambah jadi polymagist. Jadi makin lama saja untuk menyelesaikan membaca satu buah buku.

Harusnyakan meme WW ini dipost tiap hari Rabu. Tapi.. berhubung WW minggu ini istimewa, yaitu Wishfull Wednesday [200] - Special Giveaway di blog-nya kak Astrid, dan karena minggu ini WW kak Astrid mau bagi-bagi hadiah, rasanya sulit untuk dilewati.

Nah, sebenarnya bingung juga nih mau pilih apa yang menjadi buku inceranku buat minggu ini. Tapi setelah diingat-ingat ada beberapa buku inceran yang entah kapan bisa memilikinya.


1. The 5th Wave - Rick Yancey
Bisa di beli di bukabuku.com | bukukita.com
Sebagai pecinta novel dystophian, rasanya sulit untuk melewati novel Rick Yancey ini untuk menjadi salah satu penghuni rak bukuku. Novelnya sendiri sudah difilmkan (walaupun aku belum nonton juga sih). Rating filmnya rendah di imdb, cuma sekitar 5.5. Tapi kan mana ada sih sebuah film adaptasi dari sebuah buku (apalagi genre dystopia) yang memuaskan?! Mungkin cuma 1 dari 10 judul. Makanya aku lebih penasaran sama novelnya daripada filmnya sendiri.








2. The Infine Sea - Rick Yancey
Bisa dibeli di bukukita.com
Kalo udah punya The 5th Wave, nggak mungkin kan kalo nggak punya The Infine Sea sekalian? :p Karena buku ini merupakan seri lanjutan dari The 5th Wave.













3. The Silkworm - Robert Galbraith
Bisa dibeli di bukukita.com
Walaupun The Silkworm ini seri kedua dari Comandor Strike (dan aku juga belum pernah membaca buku pertamanya) aku justru penasaran sama seri keduanya ini dibanding buku pertamanya.













4. Seri Buku Dongeng Klasik
Walaupun sering ngaku kalo lebih suka baca buku anak-anak, pada kenyataannya tidak banyak buku anak yang sudah aku baca. Sering sedih juga, karena di rumah cuma aku yang punya hobi baca buku jadi nggak bisa menularkan antusiasme setelah selesai membaca buku yang bagus. Pengen banget menularkan hobi baca buku sama adek paling bontot. Dan mungkin dengan menyodorkannya buku dongeng klasik bisa meningkatkan minat bacanya. Meskipun udah masuk SMA, tingkat membacanya bener-bener payah! Sering ikut-ikutan baca novel tapi nggak pernah selesai. Dia lebih suka main sosmed daripada megang buku. Nyadar juga sih.. pas kecil dia hampir nggak pernah mengenal buku dongeng. Makanya dia suka males banget kalo disuruh membaca. Jadi, walaupun terlambat menularkan, pengen banget punya seri buku dongeng klasik (dan kalo bisa yang bahasa Inggris, sekalian buat belajar). Dan kalo disuruh milih, buku dongeng yang pengen dibeli antara lain:

Fairy Tales - HC Andersen
Bisa dibeli di bookdepository.com

Grimm's Fairy Tales - Jacob Grimm
Bisa dibeli di bookdepository.com
The Little Prince - Antoine de Saint-Exupery 
Bisa dibeli di bookdepository.com
Yup, itulah beberapa WW-ku minggu ini. Kalo dipaksa mikir, ternyata banyak banget buku yang pengen dibeli. Tapi sering kelupaan kalo masuk toko buku, dan biasanya justru berakhir dengan membeli buku yang lain. Makanya, daftar wishlist bukannya berkurang justru jadi bertambah panjang (T^T)