September 7, 2016

[Book Review] Landline – Rainbow Rowell


  • Judul Buku : Landline
  • Penulis : Rainbow Rowell
  • Penerjemah : Airien Kusumawardhani
  • Penyunting : M. R. Prajna Pramudita
  • Proofreader : Titish A.K.
  • Desain Sampul : Chyntia Yanetha
  • Cetakan : Ke-1, April 2016
  • Penerbit : Spring
  • Tebal : 372 hlm.
  • Tersedia di bukubuku.com
  • Rating : 4.6/5
JIKA KAU PUNYA KESEMPATAN KEDUA UNTUK CINTA, APAKAH KAU AKAN MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG SAMA?

Sebagai mesin waktu, sebuah telepon ajaib tidak terlalu berguna.

Penulis acara TV Georgie McCool tidak benar-benar mengunjungi masa lalu—satu-satunya yang bisa ia lakukan hanya meneleponnya, dan berharap masa lalunya menjawab.

Dan berharap pria itu menjawab.

Karena begitu Georgie sadar ia memiliki telepon ajaib yang bisa menghubungi masa lalu, ia hanya ingin memulihkan hubungannya dengan sang suami, Neal.

Mungkin Georgie bisa memperbaiki berbagai hal di masa lalu mereka yang sepertinya sudah tidak bisa diperbaiki di masa sekarang. Mungkin telepon konyol ini memberi Georgie kesempatan untuk mengulang semua dari awal lagi....

Apa Georgie ingin mengulang dari awal lagi?

"Apa kita bisa mengulang semua dari awal?"
Georgie terpaksa harus membatalkan keberangkatannya sehari sebelum kepergian ia dan keluarganya untuk liburan natal di rumah ibu Neal di Omaha. Georgie terpaksa memilih tetap tinggal di rumahnya, Los Angeles, karena akhirnya ia mendapatkan tawaran kontrak untuk mewujudkan acara situasi komedi yang telah ia rencanakan bersama Seth—rekannya dalam menulis naskah komedi—sejak mereka masih magang di The Spoon saat masih kuliah dulu. Jadi tentu saja ia tak mungkin melewatkannya, meskipun ia harus melewatkan natal tanpa bersama anak-anak dan suaminya.

"Kau tidak akan pernah tahu kapan terakhir kali kau melihat seseorang, dan kau tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal."
Georgie berusaha menjelaskan pilihannya kepada Neal—berharap suaminya itu akan mengerti seperti biasanya. Neal memang hanya diam, dan itu dianggap sebagai persetujuan oleh Georgie. Tapi di pagi keberangkatan Neal dan anak-anaknya, Neal bersikap begitu dingin dan terlihat begitu jauh. Dan hal tersebut tentu saja mengganggu pikiran Georgie selama perpisahan mereka. Apalagi ketika ia menelepon ponsel Neal, Neal tak pernah mengangkatnya. Hanya Alice, Noomi ataupun ibu Neal yang menjawab.

Kau tidak bisa begitu saja mengabaikan telepon yang bisa menghubungi masa lalu. Kau tidak bisa 'tahu telepon itu ada di sana' dan tidak menelepon.
Di tengah kekalutannya, Georgie terus berusaha menelepon Neal hingga akhirnya ia tersambung dan bisa berbicara dengan Neal di tahun 1998—Neal yang belum menjadi suaminya—menggunakan sebuah telepon tua yang sudah lama tersimpan di kamar masa remajanya dulu. Awalnya Georgie pikir itu hanya halusinasinya—menelepon Neal di masa lalu. Tapi setelah ia memikirkannya lagi, mungkin telepon putar kuning yang menghubungkannya ke masa lalu itu adalah sebuah keajaiban—yang bisa memperbaiki atau justru menghancurkan hubungannya dengan Neal di masa sekarang.

Bisakah Georgie memperbaiki hubungannya dengan Neal? Ataukah ia akan membujuk Neal untuk putus dan membencinya saja ketika ia akhirnya menyadari jika Neal sepertinya semakin tidak bahagia selama pernikahan mereka? Lalu, sanggupkah Georgie kehilangan anak-anaknya jika Neal di masa lalu memilih untuk tidak melamar Georgie, jika masa lalu mereka berubah?

***

Landline adalah buku kedua karya Rowell yang aku baca setelah Fangirl. Seperti Fangirl, aku puas dengan terjemahan yang Penerbit Spring berikan—terlebih dengan nihilnya typo membuatku bisa sangat menikmati ceritanya.

Alurnya sendiri lumayan lambat di awal. Dan dengan adanya alur maju mundur yang dipakai penulis, membuatku kadang cukup kebingungan, kadang bosan, kadang bingung lagi pada awalnya. Tapi setelah aku bisa masuk ke dalam inti cerita, rasanya sulit untuk berhenti membacanya, dan tahu-tahu novelnya sudah habis dibaca.

Sejauh ini aku selalu suka dengan karakter-karakter yang dibuat oleh Rowell. Karakternya selalu unik dan tidak biasa sehingga sulit dilupakan. Aku jatuh cinta pada Neal—seorang suami yang meskipun jarang tersenyum dan mengungkapkan perasaannya, tapi jauh dilubuk hatinya ia begitu mencintai Georgie. Rasanya sulit untuk tidak memasukkan Neal ke dalam daftar suami idamanku. Apalagi dengan adanya Alice dan Noomi yang punya kepribadian menggemaskan. Keluarga kecil Georgie itu benar-benar seperti keluarga impian (terlepas dari masalah yang ada).

Aku suka dengan penggambaran rumah Georgie dan Neal. Meskipun tidak terlalu banyak dibahas, aku suka dengan detail yang diceritakan, seperti dinding-dinding yang dicat mural oleh Neal. Pasti rumah Georgie itu indah banget, terlebih Neal sebenarnya juga seorang seniman komik dulunya. Jadi rumahnya seperti terlihat artistik dan unik.

Adegan favorit itu saat kilas balik masa lalu dimana Georgie akhirnya mencoba menyerah untuk mendekati Neal karena sepertinya Neal tidak menyukainya. Tapi akhirnya justru Neal-lah yang mengejar hubungan mereka (err lebih seperti Neal menunggu Georgie, dan Georgie-lah yang berlari ke arah Neal). Paling suka dengan gaya bercumbu Neal-Georgie yang seperti jerapah, hihi. uhuk. Sempet terharu juga pas mendekati akhir cerita, terutama di bab 36.

Jujur saja, dibandingkan cover aslinya, aku lebih suka cover dari Spring. Karena lebih menggambarkan setting dan suasana dari keseluruhan cerita. Dimana salju yang menjadi khas suasana natal.

Meskipun sedikit kurang puas dengan endingnya (karena bagiku agak menggantung sih) overall sih aku sangat suka dengan Landline ini. Bener-bener recomended dehh... Pantas jika novel ini memenangkan Best Fiction di Goodreads 2014 lalu.

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, mohon gunakan kata sopan dan bijak, serta gunakan Nama/Url. Bukan menggunakan user Anonim. ^^