October 27, 2016

[Book Review] Heartling – Indah Hanaco

  • Judul : Heartling
  • Penulis : Indah Hanaco
  • Editor : Irma
  • Desain Sampul : Iwan Mangopang
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
  • Cetakan : Ke-1, 2015
  • Tebal : 256 hlm. 
  • Genre : YA, Romance
  • Rating : 3/5
  • Tersedia di bukabuku.com
  • Bisa dibaca di iJak
Monster!

Bagi Amara, monster itu bernama Marcello. Monster dengan kenangan-kenangan buruk. Cowok. Sahabat. Gaun. Pemerkosaan. Rumah sakit. Amara tidak lagi menginginkan hal-hal itu had r di hidupnya.

Seakan takdir belum puas mengolok-olok Amara, monster itu tiba-tiba muncul mengganggu hubungannya dengan Ji Hwan. Tepat ketika dia berusaha membuka hati.

Apa yang harus Amara lakukan?

Tiap orang punya cara tersendiri untuk menngatasi rasa bersalahnya kan? Ada yang terang-terangan, ada pula yang tersiksa dan merana karenanya, seperti Amara. (hlm. 5)
Setelah mengambil cuti kuliah selama satu tahun, kini Amara Kemali akhirnya memutuskan untuk kembali ke bangku kuliahnya di jurusan Ilmu Komunikasi. Berharap dengan cuti yang diambilnya tersebut membuat Amara tak perlu berurusan lagi dengan orang-orang yang dulu mengenalnya. Karena setahun yang lalu ia mengalami sebuah peristiwa traumatis yang membuatnya sulit untuk berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Namun harapan Amara hanya tinggal harapan ketika ia berkenalan dengan Sophie—seorang mahasiswi periang dan cenderung cerewet—yang menjadi teman sekelasnya di awal Amara kembali masuk kuliah. Meskipun pada awalnya Amara terang-terangan mengabaikannya, tapi perlahan-lahan Amara tak lagi terganggu dengan kehadiran Sophie. Ia mulai menyukai keberadaan Sophie yang hadir dalam hidupnya, karena dialah Amara bisa berteman kembali dengan Brisha—sahabat yang dulu ia miliki sebelum peristiwa traumatis itu terjadi.

Pertemanan kembali Amara dan Brisha membawa Amara berkenalan dengan Seo Ji Hwan—teman dari kakak sepupu Brisha—yang menunjukkan sikap ingin mendekati dan rasa sukanya pada Amara, meskipun berulangkali Amara mengabaikannya, bahkan ia pernah bersikap kasar terhadap Ji Hwan hanya karena rasa gugup dan cemas yang ia rasakan ketika berinteraksi dengan orang lain—terutama pada lawan jenis.

Namun Ji Hwan tidak begitu saja menyerah. Ia begitu sabar dalam menghadapi sikap kasar Amara hingga akhirnya Amara tak bisa bertahan dengan sikap baik Ji Hwan dan Amara mau membuka diri dengan padanya. 

Ketika akhirya Amara mulai bisa menyembuhkan rasa traumanya tersebut, monster yang menjadi penyebab Amara menderita setahun yang lalu tiba-tiba saja hadir kembali dalam hidup Amara dari tempat yang tidak Amara duga. Bisakah kali ini Amara mampu mengatasinya jika moster itu justru hadir dari salah satu dari orang terdekatnya?

Spoiler Alert:
Di usianya yang ke-19, Amara mengalami sebuah pemerkosaan yang dilakukan oleh sahabat yang telah lama ia kenal. Ia bahkan hamil walaupun akhirnya mengalami keguguran. Namun karena peristiwa tersebut ia mengalami krisis kepercayaan. Ia bahkan trauma untuk berinteraksi dengan orang lain kecuali keluarganya.
"Aku terpaksa bertahan, bukan karena aku kuat. Aku nggak mau hidupku benar-benar hancur. Cuma itu yang bisa aku lakukan... bertahan hidup." (hlm. 217)
Demi mengatasi rasa traumanya, Amara melakukan berbagai gerakan olahraga ekstrim, berharap rasa sakit yang didapatnya dari olahraga tersebut mampu mengalihkan rasa takutnya. Namun semua itu tak cukup banyak berarti, karena ia masih saja merasa takut dan cemas yang berlebih ketika beinteraksi dengan orang lain, terutama dengan lawan jenis. Hingga akhirnya Sophie menawarkan sebuah permen lolipop untuk mengalihkan rasa takut tersebut. Dan sedikit banyak saran Sophie tersebut berhasil mengurangi fobia Amara terhadap orang lain.
Untuk apa meributkan sesuatu yang tidak bisa kita ubah? Bukankah itu hanya akan membuat frustasi? (hlm. 162)
Yup, Heartling adalah sebuah novel yang mengangkat tema seorang gadis remaja yang berjuang menjalani hidupnya setelah pemerkosaan yang dialaminya. Sebuah peristiwa yang menjadikan taruma besar untuk dihadapi Amara, apalagi orang yang melakukannya adalah Marcello, orang yang sudah ia kenal sejak lama. Dan gara-gara peristiwa tersebut, Amara mengalami sebuah krisis kepercayaan terhadap orang lain sampai ia mulai mengenal Sophie.

Sophie sendiri yang selama ini Amara kenal sebagai orang yang periang dan terkadang begitu cerewet, ternyata mempunyai nasib yang tak kalah sama dengan Amara. Keluarga terdekat Sophie juga mengalami sebuah pemerkosaan. Hanya saja nasib keluarga Sophie tersebut tak seberuntung Amara, karena orang tersebut mengalami gangguan jiwa. Itulah mengapa Sophie yang biasanya ceria terkadang terlihat begitu dewasa dan sabar saat menghadapi sifat keras kepala Amara. Karena sedikit banyak Sophie mengerti apa yang dialami Amara.

Sedangkan Brisha, meskipun di awal-awal cerita Brishalah yang terlihat memilki hidup yang baik-baik saja, tapi kenyataannya ia juga mengalami masalah dengan pacarnya. Brisha yang begitu mencintai pacarnya tak peduli dengan apa yang dilakukan pacarnya terhadap dirinya. Dibutakan dengan cinta, Brisha tak sadar jika Andaru, pacarnya, telah melalukan kekerasan terhada dirinya. Hingga ketika perlakuan Andaru telah mencapai batas toleransi, barulah Brisha sadar, meskipun ia masih saja mencintai Andaru.

Meskipun secara garis besar Heartling menceritakan kehidupan Amara yang berusaha bangkit dalam mengatasi rasa traumanya, kisah sahabat Amara—Sophie dan Brisha—pun sedikit banyak mengajarkan bagaimana seharusnya seorang perempuan bisa tegar dan kuat dalam menghadapi masalah yang dialaminya.
Heartling merupakan karya ketiga Kak Indah Hanaco yang aku baca setelah Rainbow of You dan Stand by Me. Ketiganya mengangkat tema yang berbeda-beda. Meskipun bagiku cerita di Heartling ini tidak seistimewa Stand by Me, tapi banyak pelajaran yang bisa diambil darinya.

Penggunaan sudut pandang orang ketiga membuat pembacanya lebih tahu dan mengerti tentang perasaan sebenarnya masing-masing tokoh. Hanya saja, alur maju yang menurutku lambat di awal sedikit membosankan ceritanya. Tapi untungnya, menjelang akhir cerita alur tersebut sudah lebih pas dibanding awalnya. Karakter-karakter yang diciptakan Kak Indah selalu menarik dan berbeda, begitupun dengan karakter di dalam Heartling ini.

Secara keseluruhan, meskipun masih ada beberapa typo yang sedikit mengganggu jalannya cerita, Haertling merupakan karya Kak Indah yang menarik untuk dibaca bagi pecinta novel romantis. Kisah Amara yang berusaha terlepas dari traumanya sulit untuk dilewatkan begitu saja. Terlebih dengan adanya Seo Ji Hwan, cowok blasteran Korea, yang begitu sabar mengejar cinta Amara merupakan idaman para jomblowati. #Uhuk
Tiap kali berbuat kekeliruan, cukup ditebus dengan kata maaf. Nyatanya, ada banyak masalah yang tidak mungkin ditebus dengan itu. (hlm. 30)

"Teori sinting! Kamu kira, kenapa orang bisa hidup bersama orang lain selama bertahun-tahun? Kamu kira mudah bertoleransi setiap saat? Nggak, kecuali ada cinta yang mengikat. Jadi, ketika ada pasangan yang memutuskan untuk berpisah, apa pun yang dijadikan alasan nggak patut dipercaya. Orang berpisah cuma karena satu hal, massing-masing berhenti mencintai. Mereka sudah tidak mau memaklumi segala kekurangan pasangannya. Hal-hal seperti itu membuat mereka menderita dan lelah. Lalu... voila, perceraian menjadi pilihan yang paling jenius." (hlm. 97)

"Andai bisa, aku tentu saja sangat iggin membencinya. Karena Ayah membuat Ibu sangat menderita. Tapi, apa itu ada gunanya? Membenci seseorang cuma membuat jiwaku sakit." (hlm. 151)

"Jangan selalu ingin mengambil beban di dunia. Ada banyak hal yang memang tidak bisa kita kendalikan. Kalau kamu tidak tahu soal itu, mungkin karena Sophie tidak menginginkannya. Bagaimanapun, orang tua yang tinggal di tempat seperti itu bukanlah kenyataan yang manis." (hlm. 158)
 

October 22, 2016

[Book Review] 9 dari Nadira – Leila S. Chudori

  • Judul : 9 dari Nadira
  • Penulis : Leila S. Chudori
  • Penyunting : Wendie Artswenda
  • Desain Sampul & Isi : Ario Anindito
  • Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
  • Cetakan : Ke-1, Oktober 2009
  • Tebal : 270 hlm.
  • Genre : Kumcer
  • Rating : 4/5
  • Tersedia di bukabuku.com
Di sebuah pagi yang murung, Nadira Suwandi menemukan ibunya tewas bunuh diri di lantai rumahnya. Kematian sang ibu, Kemala Yunus—yang dikenal sangat ekspresif, berpikiran bebas, dan selalu bertarung mencari diri—sungguh mengejutkan.

Tewasnya Kemala kemudian mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak ("Melukis Langit"); seorang wartawan ("Tasbih"); seorang kekasih ("Ciuman Terpanjang"); seorang istri, hingga akhirnya membawa Nadira kepada sebuah penjelajahan ke dunia yang baru, dunia seksualitas yang tak pernah disentuhnya ("Kirana").

October 20, 2016

[Book Review] Kembar Dizigot – Netty Virgiantini

  • Judul : Kembar Dizigot
  • Penulis : Netty Virgiantini
  • Penyunting : Wienny Siska
  • Desain Sampul : Chyntia Yanetha
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
  • Cetakan : Ke-1, Maret 2015
  • Tebal : 200 hlm.
  • Rating : 3.5/5
  • Genre : Teenlit, Romance
  • Tersedia di bukabuku.com
Nadhira stres berat ketika pergelangan tangan kanannya cedera akibat ulah Kemal, si Onta Padang Pasir! Ke mana-mana ia harus menggendong tangannya yang dibalut slab gips. Apa-apa pun harus dibantu. Yang lebih menyakitkan, Ayah melarangnya pacaran dengan Narotama, dan kesempatan itu justru dimanfaatkan oleh kembarannya, Bashira, untuk mendekati cowok yang sama-sama mereka sukai itu. Nggak fair! Dasar saudara kembar pengkhianat! Mentang-mentang Bashira lebih cantik dan lebih pintar, ya?

Ketika tangannya sembuh, Nadhira semakin galau mendapati kenyataan ia tak bisa menggambar seperti dulu lagi. Arggh… ternyata begini risikonya jatuh cinta, cemburu, patah tangan sekaligus patah hati kuadrat. Sakitnya nggak cuma di sini—menunjuk dada—tapi di mana-mana.

Untung ada anak-anak “Pintu Belakang” yang terus menyemangati Nadhira berlatih. Hingga akhirnya ia punya kesempatan membalas dendam lewat ilustrasi di majalah sekolah. Ia bertekad membuat Bashira dan Narotama bertekuk lutut!

October 16, 2016

[Book Review] Lho, Kembar Kok Beda? – Netty Virgiantini

  • Judul : Lho, Kembar Kok Beda?
  • Penulis : Netty Virgiantini
  • Penyunting :Wienny Siska
  • Desain Sampul : Chyntia Yanetha
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
  • Cetakan : Ke-1, Juli 2014
  • Tebal : 216 hlm.
  • Rating : 4.5/5
  • Genre : Teenlit, Romance
  • Tersedia di bukabuku.com
Semua kesempurnaan cewek ada dalam diri Bashira. Wajahnya bulat, kulitnya kuning langsat. Rambut hitamnya bergelombang indah, pas dengan postur tubuhnya yang tinggi berisi. Kecerdasannya membuat Bashira selalu berada di posisi tiga besar dan terpilih menjadi sekretaris OSIS.

Tak ada yang menyangka Nadhira yang "ancur" adalah kembaran Bashira. Wajahnya oval dengn kulit kecoklatan. Tubuhnya mungil dan kurus, mirip papan penggilasan cucian. Dia selalu kesulitan mengikuti pelajaran sehingga wajib mengikuti kelas tambahan. Belum lagi, ia langganan dipanggil guru BP karena ketahuan menggambar saat jam pelajaran berlangsung.

"Lho, kembar kok beda?" Pasti begitu komentar orang-orang.

Setelah tujuh belas tahun hidup dalam perbedaan, akhirnya mereka menyadari satu persamaan; sama-sama menyukai Narotama! Tapi bisakah mereka bersaing secara fair dan terbuka? Ataukah malah terjebak dilema antara cinta dan saudara?

October 14, 2016

[Book Review] Dangerous Love – Cristina Tirta

  • Judul : Dangerous Love
  • Penulis : Cristina Tirta
  • Penyunting : Donna Widjajanto
  • Desain Sampul : Marcel A. W.
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
  • Cetakan : Ke-1, Juli 2015
  • Tebal : 296 hlm.
  • Rating : 3.5/5.0
  • Genre : Metropop, Romance
  • Tersedia di bukabuku.com
Dunia Catherine luluh lantak saat ibunya menikah lagi dengan Ayah Chantal. Chantal adalah gadis manis yang menyenangkan dan dicintai seluruh dunia. Hanya Catherine yang bertekad membencinya sepenuh hati. Bagaimana tidak? Chantal merebut Mami, satu-satunya orang yang ia sayangi. Chantal bagaikan tsunami yang menghancurkan kehidupan Catherine.

Namun, membenci Chantal bukanlah masalah terbesar Cath.

Hidupnya makin berantakan seperti keping-keping puzzle yang berserakan sejak Christ, pria misterius yang dikenalnya di kafe tenda Joe berhasil mencuri hatinya. Ia terpaksa menjalani kebohongan yang bagai jerat tak berujung pangkal.

Tertatih-tatih Cath berusaha melepaskan diri. Melewati berbagai rintangan yang membuatnya mengalami dan menyadari arti cinta dan benci.

Mencintai dan dicintai.

Membenci dan dibenci.

Sanggupkah Catherine terbebas dari perangkap itu dan menyusun keping-keping puzzle-nya hingga utuh?

[Book Review] Perempuan Kertas – Alga Biru

  • Judul : Perempuan Kertas
  • Penulis : Alga Biru, Selvia Stiphani
  • Penyunting : N. Luky Andari
  • Desain Sampul : -
  • Penerbit : Quanta
  • Cetakan : Ke-1, Oktober 2014
  • Tebal : 186 hlm.
  • Genre : Motivasi
  • Rating : 3/5
  • Tersedia di bukabuku.com
Perempuan itu sosok yang indah. Ia juga rapuh, banyak lemah. Semakin lemah jika ia dihadapkan oleh pujian dan harapan. Jika lelaki mulai memuji, hatinya senang bukan kepayang. Apalagi jika lelaki memelas, perempuan langsung luruh.

Hai kamu.... Iya kamu! Perempuan jangan seperti kertas ya. Gampang dirobek-robek. Buku di tanganmu ini menghimpun berbagai rasa, tentang diri, harapan, dan kejadian.

Buat yang sudah telanjur jadi perempuan kertas alias perempuan galau juga korban iseng-iseng lelaki doang, buku ini memberi jalan baru. Bikin kita jadi lebih dewasa tanpa melanggar fi trah, terselubung fi tnah, dan kembali pada jati diri muslimah.

Selamat Membaca!!!

Sebelum datangnya islam pada zaman Rasulullah, perempuan mempunyai kedudukan yang sangat rendah dalam tatanan hidup di masyarakat. Entah itu di daratan Eropa, Barat ataupun di tanah Arab sendiri. Para perempuan hanya dijadikan sebagai alat pemuas nafsu ataupun sebagai budak yang bisa seenaknya diperjualbelikan dan dibunuh sesuka hati. Namun sejak datangnya Rasulullah, perempuan mulai mendapatkan tempat yang mulia. Perempuan itu laksana sebuah kertas—yang jika salah menempatkannya akan mudah lecek dan sobek-sobek. Karenanya islam begitu menjaga perempuan.

Namun di era sekarang ini, para 'pemikir modern' berlomba-lomba mengangkat tema feminisme untuk menggoyahkan pemikiran perempuan dengan mengumbar stigma jika agama hanyalah alat pengekang perempuan. Dan yang sangat disayangkan adalah banyak perempuan yang lebih tergoda untuk menyingkirkan 'pelindungnya' demi tuntutan hidup modern dan tidak menyadari dampak mengerikan yang akan ditanggungnya di akhirat kelak.
Terkadang cewek nggak sadar apa yang ia lakukan itu akan membawa melapetaka yang besar. Yang penting happy, maka apa yang terjadi di depannya sudah tidak dipedulikan. (hlm. 3)
Secara garis besar sih buku ini membahas dan mengkritisi pergaulan para remaja perempuan sekarang ini. Terutama masalah pacaran yang telah menjadi semacam gaya hidup remaja-remaja sekarang, yang mudah tergoda dengan bisikan-bisikan setan tentang 'indahnya' pacaran karena emosi mereka yang masih labil.

Selain membahas tentang akibat-akibat yang nantinya ditimbulkan oleh pacaran, buku ini juga membahas tentang cara-cara memperbaiki diri agar menjadi muslimah yang lebih baik lagi yang mulai terurai dalam bab Tobat. Di sini para remaja perempuan diajak agar tidak melulu berpikir tentang romantika pasangan yang belum halal. Mereka diajak lebih komitmen untuk memperbaiki diri terlebih dahulu. Belajar etika pergaulan dengan lingkungannya. Dan yang paling penting adalah berhati-hati dengan hati.

Meskipun cara bertutur yang digunakan penulis dalam buku ini berkesan gaul, tidak menggurui dan mudah dipahami oleh para remaja, butuh waktu tiga hari bagiku untuk bisa menyelesaikannya. Terhitung sangat lambat mengingat ketebalan buku yang lumayan tipis. Mungkin faktor jarang-baca-buku-non-fiksi ikut berpengaruh juga di dalamnya.

Di awal-awal bab, penulis menciptakan figur Alga dan Putri Padi dalam menyampaikan materi-materi di dalam buku. Konsep ini sebenarnya menarik, karena penulis jadi seperti sedang curhat dengan para pembacanya. Hanya saja semakin ke belakang, figur tersebut mulai menghilang dan saat itulah membaca buku Perempuan Kertas ini jadi mulai membosankan.
Menantang arus, hanya dilakukan oleh orang-orang yang bernyali. Apakah kita cukup bernyali? (hlm. 19)
Walaupun demikian, dengan membaca Perempuan Kertas ini sedikit banyak mengingatkanku tentang bagaimana seharusnya perempuan muslim bertindak, bergaul dan berpakaian yang sesuai syari'at islam. Perempuan Kertas juga mengingatkan akan dampak-dampak yang akan kita terima jika kita terlalu terbawa oleh arus modern. Sebuah buku yang bagus untuk memotivasi perempuan (terutama yang masih remaja) untuk menjadi perempuan lebih baik dan bukannya menjadi perempuan kertas.

October 5, 2016

Wishful Wednesday #17: Buku yang Difilmkan


Terkadang, sering banget kepincut sama sebuah buku hanya karena tahu buku tersebut akan (atau sudah) difilmkan. Well yeah, saya emang semacam orang yang mudah terbujuk dengan rayuan iklan ^ω^ Tapi enggak semua buku-yang-difilmkan pengen saya tumpuk di timbunan baca. Biasanya tergantung dengan genre yang saya sukai sih.

Minggu ini ada dua buku yang pengen saya timbun miliki—walaupun entah kapan bisa beli. Buku tersebut antara lain:

Rumah Miss Peregrine untuk Anak-anak Aneh (Miss Peregrine's Home for Peculiar Children) - Ransom Riggs 
Beli di bukabuku.com
Sebuah pulau misterius. Panti asuhan yang terbengkalai. Dan koleksi foto yang aneh bukan main. Semuanya menunggu ditemukan dalam kisah Miss Peregrine's Home for Peculiar Children, novel unik yang menggabungkan fiksidan fotografi menjadi pengalaman membaca yang mendebarkan.

Jacob Portman yang berumur 16 tahun baru saja kehilangan kakek kesayangannya. Dulu kakeknya suka bercerita sambil menunjukan koleksi foto anak-anak, dan Jacob mengira kakeknya hanya membual. Setelah kakeknya meninggal tidak wajar. Jacob mengikuti pesan terakhirnya dan pergi ke pulau terpencil di luar pantai Wales, untuk mencari rumah Miss Peregrine dan anak-anak aneh itu. Yang ditemukannya hanya reruntuhan, tetapi ketika Jacob menjelajahi sisa kamar-kamar dan lorong-lorongnya, semakin jelas bahwa anak-anak ini sungguh-sungguh ada dan. Ajaibnya. Mereka masih hidup sampai sekarang. Walaupun tampaknya mustahil. Dan ada sebabnya mereka mengasingkan diri di pulau terpencil itu.

ROOM - Emma Donoghue
Beli di bukabuku.com
Ma bilang aku sungguh harus dibungkus dengan Karpet sekarang, Nick Tua mungkin akan datang lebih awal karena aku sakit. Kami mengucapkan rencana kami berulang-ulang. Mati, Truk, Menggeliat keluar, Lompat, Lari, Seseorang, Pesan, Polisi, Obor las.

Ini ulang tahun aku yang kelima. Aku dan Ma merayakan di kamar itu—Kamar tempat aku lahir dan tumbuh besar. Tak ada yang tahu ulang tahunku, kecuali Ma… dan Nick Tua.

Nick Tua membawakan jip, dengan remote. Aku senang bermain jip. Tapi Ma benci Nick Tua. Dia bilang Nick Tua orang jahat. Ma ingin segera pergi dari Kamar. Katanya di luar ada rumah, kebun, anjing, Kakek dan Nenek—seperti yang ada di TV. Ma ingin bertemu dengan mereka.

Aku tahu Ma tidak bohong. Tapi bagaimana cara kami ke luar? Hanya Nick Tua yang bisa membuka pintu Kamar. Lalu Ma bilang sudah punya rencana dan aku harus membantunya. Hanya aku satu-satunya yang bisa menyelamatkan kami berdua.

Share Wishful Wednesday mu juga ya!
  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

October 1, 2016

[Book Review] Stand by Me – Indah Hanaco

  • Judul : Stand by Me
  • Penulis : Indah Hanaco
  • Penyunting : Arumdyah Tyasayu
  • Desain Cover : -
  • Penerbit : Elex Media Komputindo
  • Cetakan : Ke-1, Juli 2014
  • Tebal : 330  hlm
  • Ratingku : 3.7/5.0
  • Tersedia di bukabuku.com
Anugerah yang luar biasa bagi Mya, ketika ia mempunya abang yang sangat menyayanginya. Tidak hanya itu Chris, Joe dan Ralph, sahabat-sahabat abangnya juga sangat memanjakannya layaknya seorang putri. Sayangnya rasa sayang mereka diartikan lebih oleh Mya.

Mya bertekad menunjukkan kalau dirinya bukan lagi anak kecil, dan dia layak dicintai layaknya seorang perempuan dewasa. Sayangnya Chris menyepelekan perasaannya dan malah jadian dengan perempuan lain. Mya patah hati, tapi itu membuatnya bersumpah, suatu saat nanti, dia akan menikah dengan salah satu sahabat abangnya.

Editor's Note
Kisah romance yang sangat indah. Jalan cerita yang membuat pembaca terbuai dengan kisah manis seorang gadis keras kepala seperti Mya. Membaca novel ini membuat orang memiliki harapan, cinta yang tulus akan selalu menjaga dan memelihara rasa yang dimilikinya.