March 3, 2017

[Review] Cinder – Merissa Meyer

  • Judul : Cinder
  • Penulis : Marissa Meyer
  • Seri : The Lunar Chronicle #1
  • Penerjemah : Yudith Listiandri
  • Penyunting : Selsa Chintya
  • Proofreader : Titish A.K
  • Penerbit : Spring
  • Tebal : 384 hlm.
  • Terbit : 1 Januari 2016
  • Genre : YA, Fantasy, Dystopia, Science Fiction, Fairy Tale Retelling
  • Rating : 🌟🌟🌟
  • Tersedia di bukabuku
Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk Bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg, dan android. Sementara itu, di luar angkasa, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

Cinder—seorang cyborg—adalah mekanik ternama di New Beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua orang saudari tirinya. Suatu saat, dia bertemu dengan Pangeran Kai yang tampan. Dia tidak mengira bahwa pertemuannya dengan sang Pangeran akan membawanya terjebak dalam perseteruan antara Bumi dan Bulan. Dapatkah Cinder menyelamatkan sang Pangeran dan Bumi?

Pada era setelah Perang Dunia Keempat, demi menjaga perdamaian, bumi terbagi menjadi 6 negeri besar—Kerajaan Inggris, Federasi Eropa, Uni Afrika, Republik Amerika, Australia dan Persemakmuran Timur. Bumi pun telah berubah begitu banyak, manusia tak lagi menjadi penghuninya yang tercerdas. Kini bumi juga dipenuhi oleh android dan cyborg, namun tentu saja kelasnya lebih rendah dari manusia. Dan sebuah wabah baru—Letumosis—pun menjangkiti seluruh penduduk bumi tanpa diketahui penyebab dan belum ditemukan obatnya.

Di New Beijing—salah satu kota di Persemakmuran Timur, Linh Cinder hidup bersama Ibu asuh dan dua adik tirinya, Pearl dan Peony. Dan karena Ayah angkatnya telah meninggal terkena wabah, Cinder pun dipaksa bekerja sebagai seorang mekanik oleh Ibu asuhnya demi mencukupi perekonomian mereka.

Suatu hari Pangeran Kai—putra mahkota dari Persemakmuran Timur—mengunjungi bengkel Cinder untuk memperbaiki android kerajaan pribadinya yang mendadak rusak. Pertemuan tersebut membawa mereka ke pertemuan-pertemuan berikutnya di istana tanpa sengaja saat Cinder punya alasan tertentu di sana. Meskipun Pangeran Kai selalu bersahabat dan bersikap ramah padanya, Cinder selalu merasa canggung dan salah tingkah, sebagian besar karena Cinder tak mau Pangeran tahu ia seorang cyborg.

Di sisi lain penyebaran wabah letumosis sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan karena telah menjangkiti Kaisar dan membuatnya meninggal dunia. Pangeran Kai pun mendapat ucapan bela sungkawa dari Kerajaan Bulan yang selama ini bersitegang dengan Bumi. Dan ketika penobatan Kai, Ratu Levana—ratu dari Kerajaan Bulan yang terkenal kejam, licik dan pandai memanipulasi—datang menghadiri upacaranya.

Bukan tanpa alasan Levana datang ke Bumi, karena selama ini ia berambisi untuk menguasai Bumi. Dan untuk memenuhi ambisinya tersebut, Levana harus menikahi Pangeran Kai agar  memiliki hak untuk tinggal dan berkuasa di Bumi.

Di antara semua ketegangan yang ada, Pangeran Kai akan mengadakan sebuah acara pesta dansa tahunan di istana. Setiap orang diundang, dan Kai secara khusus mengundang Cinder untuk datang karena ia menaruh perasaan tersendiri kepada Cinder.

Akankah Cinder datang ke pesta dansa? Karena keinginan terbesar Cinder adalah kabur dari rumah dan dari pengawasan ibu asuh yang selama ini bersikap kejam padanya. Lalu apa hubungan antara Pangeran Kai, Cinder dan Ratu Levana?
"Apakah jenismu itu tahu apa itu cinta? Apakah kau bisa merasakan sesuatu, atau semua itu hanya ... program? [hlm. 67]


Sepertinya butuh waktu lumayan lama untuk menyelesaikan novel ini. Heheh, antusiasme membacanya benar-benar nggak sebanding saat novel Cinder ini pertama kali terbit, bahkan sempat mengulang tiga kali membaca bab-bab awalnya. Alurnya terasa membosankan di awal-awal bab saat pengenalan para karakter, teknologi serta konflik di dalam cerita.

Terjemahannya pun terasa agak kaku dan kurang mengalir dalam pemilihan kata-katanya, sehingga membuatku semakin lama untuk menyelesaikan novel ini. Jujur saja, aku baru benar-benar bisa menikmati ceritanya saat menjelang akhir buku, saat ancaman Ratu Levana makin tak terhindarkan dan memaksa Cinder untuk menolong Kai meskipun nyawanya sebagai taruhan.

Karena masih buku pertama, bagiku ceritanya pun masih belum cukup seru. Sebagian besar cerita masih berupa pengenalan para karakter dan konflik utama dalam cerita. Walaupun lumayan bisa menebak jalan cerita dan rahasia-rahasia yang dimiliki para tokohnya, rasanya tetap nggak nyangka kalau tebakanku tersebut ternyata benar.

Cinder sendiri merupakan novel yang menceritakan kembali  dongeng Cinderella dengan cara yang berbeda. Dengan balutan kecanggihan teknologi canggih di masa depan, Cinder merupakan novel yang sangat wajib diikuti (di luar kekurangan yang aku sebutkan di atas). Dan karena endingnya sendiri sanggat menggantung, emang seharusnya punya semuanya serinya dulu baru baca. (Yeah, saya tipe  pembaca yang nggak tahan sama ending yang nggantung sih!)

By the way, aku justru bikin review Scarlet lebih dulu, karena sebenarnya aku agak lupa sama jalan cerita Cinder pas selesai baca. Dan baru lumayan ingat pas selesai baca Scarlet.

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, mohon gunakan kata sopan dan bijak, serta gunakan Nama/Url. Bukan menggunakan user Anonim. ^^