March 19, 2017

Percy Jackson's Greek Gods – Rick Riordan

Percy Jackson's Greek Gods – Rick Riordan
  • Judul : Percy Jackson's Greek Gods
  • Penulis : Rick Riordan
  • Penerjemah : Nuraini Mastura
  • Penyunting : Rina Wulandari
  • Penyelaras Aksara : Tim Redaksi Noura Books, Lani R
  • Penata Aksara : Nurhasanah Ridwan
  • Digitalisasi : Elliza Titin
  • Penerbit : Noura Books
  • Tebal : 500 hlm.
  • Terbit : 29 Juli 2015
  • Genre : YA, Fantasy
  • Rating : 🌟🌟🌟🌟
  • Bisa didapatkan di bukabuku / iJakarta
Siapa yang bisa memberitahu kisah awal mula dewa-dewi Olympus lebih baik dibanding seorang anak demigod di masa kini?

Percy Jackson mengungkap pandangan orang dalam dengan banyak lagak dalam kumpulan kisah ini.

Saat sebuah penerbit di New York memintaku menuliskan apa yang kuketahui tentang dewa-dewi Yunani, tanggapanku adalah, “Apa kita bisa melakukannya secara anonim? Karena aku tak mau para dewa Olympia marah padaku lagi.” Tapi kalau itu bisa membantumu mengenali dewa-dewi Yunani, dan bertahan hidup dari pertemuan dengan mereka kalau-kalau mereka muncul di hadapanmu, maka kurasa menuliskan semua ini bisa menjadi perbuatan baikku di minggu ini.

Dalam Percy Jakson’s Greek Gods, putra Poseidon menambahkan mantranya sendiri—selain sarkasmenya—kepada kisah klasik ini dan menyuguhkan kepada pembaca pandangan pribadinya pada masing-masing tokoh masa purba, dari Apollo sampai Zeus. Kalau kau menyukai banyak penipuan, pencurian, pengkhianatan, dan kanibalisme, bacalah terus, karena ia jelas merupakan Masa Keemasan bagi semua itu.

Baik kau masih awam dengan mitologi Yunani ataupun sudah sangat paham, buku yang sangat menghibur ini akan membuat kisah-kisah dari masa lampau itu jadi relevan dan sulit dilupakan.

Ah... Rasanya menyesal sekali setelah menamatkan membaca buku Percy Jackson's Greek Gods ini. Bukan karena buku ini jelek atau apa, tapi aku kecewa justru karena  sangat terlambat membaca buku karya Om Rick Riordan yang ternyata keren ini!

Aku sendiri belum pernah membaca seri Percy Jackson and The Olympians, hanya pernah menonton dua film adaptasinya yang hasilnya kurang berkesan bagiku. Karenanya aku masih enggan membaca serinya (karena bukunya lumayan banyak, sih!), meskipun ada teman yang bilang jika bukunya 100 kali lebih bagus dan seru dibanding filmnya. Dan ketika menyelesaikan Percy Jackson's Greek Gods ini akhirnya aku tahu mengapa Percy Jackson mempunyai banyak sekali penggemar di luar sana.

Percy Jackson's Greek Gods – Rick Riordan
Penciptaan Gaea, Ouranus, dan Tartarus
Cerita di awali dengan mengisahkan awal pembentukan alam semesta. Chaos—Dewa pertama yang merupakan kabut gelap pekat dengan semua massa di dalam kosmos—mengumpulkan massanya dan kemudian memadat membentuk bumi, yang akhirnya menjadi pribadi yang hidup dan disebut sebagai Gaea—Ibu Bumi. Chaos kemudian menciptakan Ouranus—Langit—sebagai teman Gaea. Chaos juga menciptakan lautan, dunia bawah dan lain-lain sebagai pendamping bumi.

Gaea dan Ouranus menikah, dan kemudian diterlahirlah para Titan, Cyclops dan Para Tangan Seratus. Tapi pernikahan Gaea dan Ouranus merenggang dan diterpa banyak masalah, sebagian besar karena sikap kejam Ouranus terhadap anak-anaknya, karenanya Gaea meminta para Titan—yang dipimpin Kronos—untuk membunuh Ouranus.

Setelah kejatuhan Ouranus, Kronos bersama Rhea memimpin semesta, dan dari mereka terlahirlah enam Dewa-Dewi Olimpia yang pertama. Sayangnya, Kronos juga tak lebih baik dari ayahnya dulu. Ia hobi menelan anak-anaknya sendiri. Hanya Zeus-lah yang selamat, dan akhirnya membebaskan saudaranya dari perut Kronos.

Setelah Kronos mati, maka dimulailah babak baru yang membahas tentang Dewa-Dewi Olimpia. Di mulai dari Hestia, Demeter, Persephone, Hera, Hades, Poseidon, Zeus, Athena, Aphrodite, Ares, Hephaestus, Apollo, Artemis, Hermes, dan terakhir Dionysus yang masing-masing mendapatkan bab tersendiri. 

Percy Jackson's Greek Gods – Rick Riordan
Hades menculik Persephone
Banyak fakta baru dan menarik yang cukup mengejutkanku di buku Percy Jackson's Greek Gods ini. Aku tidak menyangka jika Zeus merupakan seorang dewa yang super playboy (sekalipun ia tipe suami takut istri), Hera yang ternyata sangat pencemburu dan kejam terhadap selingkuhan Zeus, Hades yang tak sejahat yang di film-film, bagaimana Athena bisa terlahir di jidat Zeus, dan masih banyak lagi.

Jujur saja dari semua cerita, yang justru paling aku sukai adalah cerita tentang Hades. Dari semua Dewa-Dewi Olimpia, mungkin ia yang terkesan paling kalem dan paling tidak brengsek. Yah, Hades terkadang juga kejam seperti Dewa-Dewi yang lain, tapi ia menempatkan kekejamannya di tempat yang sesuai—bukan karena mengikuti egonya semata.

Aku suka bagaimana perjuangan Hades mendapatkan dewi yang ia cintai. Caranya mungkin salah, tapi aku suka bagaimana ia begitu bersabar menghadapi Persephone,  berharap agar Persephone mau balik mencintainya. 

Percy Jackson's Greek Gods – Rick Riordan
Hermes mencuri sapi Apollo
Kisah yang cukup menggangguku adalah kisah tentang Dewa Hermes. Bagaimana ia yang masih bayi (dan belum berumur 24 jam) sudah membunuh seekor kura-kura untuk membuat sebuah alat musik. Ia juga melakukan pencurian 50 ekor sapi Dewa Apollo demi memuaskan rasa laparnya.

Well, sejujurnya kisah Dewa-Dewi Olimpia merupakan kisah yang mengerikan dan kejam, karena berisi tentang adegan pembunuhan dan hal-hal keji lainnya. Tapi di dalamnya juga terkandung banyak nasehat tentang kehidupan tentu saja. Seperti kisah yang dialami Hephaestus, bahwa pembalasan dendam tidak akan menyembuhkan sakit hati kita, pembalasan dendam justru akan membuat hati semakin hampa. Om Rick pun memberikan peringatan-peringatan lain tentang bahayanya mabuk-mabukkan melalui Percy.

Buku ini sendiri ditulis menggunakan sudut pandang Percy Jackson, dengan bahasa yang kocak, segar dan penuh sarkasme, yang tentu saja terasa jadi sangat menghibur—membuat kengerian selama cerita berlangsung jadi tak terasa. Beberapa kali aku sempat dibuat tertawa dengan lelucon yang dilontarkan oleh Percy. Ilustrasi-ilustrasi full color yang dibuat John Rocco pun juga menambah daya tarik buku ini.

Bagi yang belum membaca seri Percy Jackson sepertiku, tetap bisa kok membaca buku ini. Karena Percy Jackson's Greek Gods hanya merupakan sebuah buku panduan tentang Dewa-Dewi Olimpia dan terpisah dari kisah tentang kehidupan Percy.

Oh ya, aku sendiri membaca buku Percy Jackson's Greek Gods ini memanfaatkan aplikasi iJakarta. Aku cukup sering meminjam buku di perpustakaan online tersebut. Selain karena praktis bisa pinjam buku kapan saja dan dimana saja, pilihan bukunya pun beragam. Belakangan, buku-buku yang baru terbit pun sudah tersedia di sana dan gratis untuk dibaca.

Untuk Percy Jackson's Greek Gods format bukunya memang agak beda (sepertinya sih), karena di buku ini ada pilihan untuk mengatur kecerahan layar, ukuran huruf dan pencarian yang tidak ada di buku-buku yang lain. Tapi sayangnya, entah kenapa tiap mau geser ke halaman selanjutnya aplikasi sering macet dan langsung keluar sendiri. Bikin sebel juga, tapi karena penasaran sama kelanjutan ceritanya Percy, yah aku sih nggak masalah.

Akhir kata, aku berharap di lain waktu iJakarta mau berbaik hati menyediakan buku-buku karya Om Rick yang lain juga. Penasaran banget sama kehidupan Percy! Buku bajakannya memang banyak, tapi lebih baik meminjam secara legal di iJak! 😉😉

March 15, 2017

Wishful Wednesday #21


Selamat pagi... tanpa terasa sudah memasuki Rabu ketiga di bulan Maret ini. Awal bulan lalu sudah semat niat buat rajin ngeblog, tapi apa daya tiap minggu ada aja kesibukannya, jadi nggak punya waktu khusus buat megang Ruby dan nulis di sini. (by the way, Ruby is my netty's name 😁)

Di WW kali ini ada dua buku yang pengen aku punya suatu saat nanti. Buku tersebut adalah

One by Sarah Crossan
Harga Resmi: Rp 87000
Alasan pengen punya karena covernya yang cantik. Ceritanya pun tak kalah menarik, tentang dua saudari kembar siam.








An Ember in The Ashes by Sabaa Tahir
Harga Resmi: Rp 115.000
Awal terbit dulu sebenarnya mau skip buku seri ini karena bukunya baru sampai seri kedua dari total 4 buku. Dan karena saya tipe orang yang nggak sabaran kalau baca buku berseri, mikirnya "Nanti dululah kalau mau beli." 

Tapi melihat sinopsis dan rating yang lumyan tinggi, sepertinya sayang untuk melewatkannya. Hitung-hitung sambil nabung-nabung dululah.




Yuk share juga wishlistmu di Book To Share 😉😉😉

March 3, 2017

Cinder - Marissa Meyer

image by Pinterest | edited by me 
"Apakah jenismu itu tahu apa itu cinta? Apakah kau bisa merasakan sesuatu, atau semua itu hanya ... program?

Pada era setelah Perang Dunia Keempat, demi menjaga perdamaian, bumi terbagi menjadi 6 negeri besar—Kerajaan Inggris, Federasi Eropa, Uni Afrika, Republik Amerika, Australia dan Persemakmuran Timur. Bumi pun telah berubah begitu banyak, manusia tak lagi menjadi penghuninya yang tercerdas. Kini bumi juga dipenuhi oleh android dan cyborg, namun tentu saja kelasnya lebih rendah dari manusia. Dan sebuah wabah baru—Letumosis—pun menjangkiti seluruh penduduk bumi tanpa diketahui penyebab dan belum ditemukan obatnya.

Di New Beijing—salah satu kota di Persemakmuran Timur, Linh Cinder hidup bersama Ibu asuh dan dua adik tirinya, Pearl dan Peony. Dan karena Ayah angkatnya telah meninggal terkena wabah, Cinder pun dipaksa bekerja sebagai seorang mekanik oleh Ibu asuhnya demi mencukupi perekonomian mereka.

Suatu hari Pangeran Kai—putra mahkota dari Persemakmuran Timur—mengunjungi bengkel Cinder untuk memperbaiki android kerajaan pribadinya yang mendadak rusak. Pertemuan tersebut membawa mereka ke pertemuan-pertemuan berikutnya di istana tanpa sengaja saat Cinder punya alasan tertentu di sana. Meskipun Pangeran Kai selalu bersahabat dan bersikap ramah padanya, Cinder selalu merasa canggung dan salah tingkah, sebagian besar karena Cinder tak mau Pangeran tahu ia seorang cyborg.

Di sisi lain penyebaran wabah letumosis sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan karena telah menjangkiti Kaisar dan membuatnya meninggal dunia. Pangeran Kai pun mendapat ucapan bela sungkawa dari Kerajaan Bulan yang selama ini bersitegang dengan Bumi. Dan ketika penobatan Kai, Ratu Levana—ratu dari Kerajaan Bulan yang terkenal kejam, licik dan pandai memanipulasi—datang menghadiri upacaranya.

Bukan tanpa alasan Levana datang ke Bumi, karena selama ini ia berambisi untuk menguasai Bumi. Dan untuk memenuhi ambisinya tersebut, Levana harus menikahi Pangeran Kai agar  memiliki hak untuk tinggal dan berkuasa di Bumi.

Di antara semua ketegangan yang ada, Pangeran Kai akan mengadakan sebuah acara pesta dansa tahunan di istana. Setiap orang diundang, dan Kai secara khusus mengundang Cinder untuk datang karena ia menaruh perasaan tersendiri kepada Cinder.

Akankah Cinder datang ke pesta dansa? Karena keinginan terbesar Cinder adalah kabur dari rumah dan dari pengawasan ibu asuh yang selama ini bersikap kejam padanya. Lalu apa hubungan antara Pangeran Kai, Cinder dan Ratu Levana?

Sepertinya butuh waktu lumayan lama untuk menyelesaikan novel ini. Heheh, antusiasme membacanya benar-benar nggak sebanding saat novel Cinder ini pertama kali terbit, bahkan sempat mengulang tiga kali membaca bab-bab awalnya. Alurnya terasa membosankan di awal-awal bab saat pengenalan para karakter, teknologi serta konflik di dalam cerita.

Terjemahannya pun terasa agak kaku dan kurang mengalir dalam pemilihan kata-katanya, sehingga membuatku semakin lama untuk menyelesaikan novel ini. Jujur saja, aku baru benar-benar bisa menikmati ceritanya saat menjelang akhir buku, saat ancaman Ratu Levana makin tak terhindarkan dan memaksa Cinder untuk menolong Kai meskipun nyawanya sebagai taruhan.

Karena masih buku pertama, bagiku ceritanya pun masih belum cukup seru. Sebagian besar cerita masih berupa pengenalan para karakter dan konflik utama dalam cerita. Walaupun lumayan bisa menebak jalan cerita dan rahasia-rahasia yang dimiliki para tokohnya, rasanya tetap nggak nyangka kalau tebakanku tersebut ternyata benar.

Cinder sendiri merupakan novel yang menceritakan kembali  dongeng Cinderella dengan cara yang berbeda. Dengan balutan kecanggihan teknologi canggih di masa depan, Cinder merupakan novel yang sangat wajib diikuti (di luar kekurangan yang aku sebutkan di atas). Dan karena endingnya sendiri sanggat menggantung, emang seharusnya punya semuanya serinya dulu baru baca. (Yeah, saya tipe  pembaca yang nggak tahan sama ending yang nggantung sih!)

By the way, aku justru bikin review Scarlet lebih dulu, karena sebenarnya aku agak lupa sama jalan cerita Cinder pas selesai baca. Dan baru lumayan ingat pas selesai baca Scarlet.

×××

Judul : Cinder
Penulis : Marissa Meyer
Seri : The Lunar Chronicle #1
Penerjemah : Yudith Listiandri
Penyunting : Selsa Chintya
Proofreader : Titish A.K
Penerbit : Spring
Tebal : 384 hlm.
Terbit : 1 Januari 2016

March 2, 2017

Scarlet - Marissa Meyer

image by Pinterest | edited by me 
Scarlet selalu terburu-buru dalam melakukan sesuatu tanpa memikirkannya matang-matang, dan hal itu selalu menyebabkannya terkena masalah. Ini hanyalah salah satu contoh bagaimana emosi membawanya terhanyut, tergila-gila pada seorang pemuda yang baru ia kenal... gadis itu berusaha menghitung mundur dan tersadar dengan kaget karena mereka saling mengenal kurang dari satu hari.

Nenek Scarlet Benoit menghilang—meninggalkan chip identitas yang seharusnya terpasang di lengannya tergeletak begitu saja di kamarnya. Dua minggu telah berlalu, dan usaha pencarian Scarlet pun berakhir sia-sia karena ia tak mendapat petunjuk apapun. Kepolisian pun menganggap kepergian Michellle Benoit sebagai usaha pelarian yang tak ingin ditemukan atau sebuah usaha bunuh diri. 

Scarlet marah dengan keputusan pihak kepolisian. Apalagi setelah kehadiran Ayah Scarlet yang selama ini menghilang, tiba-tiba muncul dan mengacak-acak barang milik Nenek Scarlet. Scarlet pun makin membulatkan tekad untuk mencari neneknya, terlebih setelah tahu keadaan yang sebenarnya dari ayahnya.

Ze'ev "Wolf" Kesley, seorang petarung jalanan yang baru dikenal Scarlet menawarkan diri untuk membantunya menemukan Michelle. Tanpa pikir panjang, Scarlet pun menerima tawaran tersebut karena Wolf terlihat menyimpan informasi tentangg keberadaan neneknya.

Di sisi lain, atas bantuan dokter Erland, Cinder berusaha kabur dari penjara Persemakmuran Timur. Dalam usahanya tersebut ia bertemu dengan Kapten Thorne Carswell, dan ia menawarkan pesawat ruang angkasa miliknya jika Cinder berhasil membawanya kabur. Cinder pun setuju karena ia juga membutuhkan akomodasi untuk memenuhi janjinya bertemu lagi dengan dokter Erland.

"Orang-orang begitu cepat menuduh dan mengkritik, tapi mereka tidak tahu apa yang telah ia alami atap apa yang membuatnya melakukan hal-hal yang dia lakukan. Apakah kita bahkan tahu betul bahwa dia memang melakukan sesuatu?"

Tapi pelarian Cinder bukan tanpa konsekuensi. Levana sangat marah atas kaburnya Cinder dari penjara. Ancaman yang selalu diberikan Levana kini bukan lagi sebuah ancaman. Levana kini memulai aksi perangnya, dan bukan hanya Persemakmuran Timur yang ia serang, seluruh bumi kini menjadi sasaran pasukan khususnya yang mau tak mau membuat Kai pun merasa bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Bisakah Cinder menyelamatkan Kai lagi? Rahasia apa yang sebenarnya disimpan Michelle Benoit? Serta hubungan apa yang dimiliki Scarlet dan Cinder?

"Aku hanya berpikir harusnya kita tidak menghakimi dia, atau siapa pun, tanpa mencoba memahami mereka terlebih dahulu. Bahwa harusnya kita mendapatkan kisah selengkapnya sebelum mengambil kesimpulan. Pemikirann yang gila, aku tahu."

Dibandingkan dengan buku pertamanya, aku lebih menikmati kisah di buku kedua seri The Lunar Chronicle ini. Yang pasti karena konfliknya semakin beragam dan membuat ceritanya pun semakin seru. Karakter Cinder pun semakin terlihat berkembang seiring berjalannya cerita.

Seperti diketahui, Scarlet ini merupakan sebuah novel yang mengadaptasi dongeng Red Ridding Hod atau Serigala dan Kerudung Merah. Meskipun ceritanya begitu jauh berbeda, penulis berhasil membuat cerita di dalamnya sangat menarik tapi tetap bisa mempertahankan unsur utama dongeng Serigala dan Kerudung Merah ini di dalam cerita.

Jujur saja, aku kurang begitu suka hubungan yang terjalin antara Scarlet dan Wolf. Segalanya berjalan terlalu cepat. Mereka pertama kali bertemu seminggu yang lalu, mulai saling mengenal dalam sehari dan Scarlet langsung menaruh hati pada Wolf. Yah, tapi sah saja sih mengingat bagaimana Scarlet. Jika aku jadi dirinya, aku pun juga akan jatuh pada pesona Wolf—sekalipun terkadang ia terlihat aneh dan mencurigakan.

"Kau mungkin orang Bulan gila, tapi kau tidak jahat. Sepanjang kau menggunkan daya pikatmu untuk menolong orang lain, dan yang lebih penting, untuk menolongku, maka tak ada yang perlu disesalkan.

Aku justru paling suka interaksi yang terjalin antara Cinder dan Thorne (lebih dari Cinder dan Kai di buku pertama). Walaupun seringkali narsis, Thorne adalah sosok yang cukup bisa diandalkan Cinder di saat ia mengalami syok akibat kekuatan bulan yang dimiliki Cinder yang menyebabkan orang lain celaka. Kehadiran Thorne juga cukup menghibur saat suasana di dalam novel terasa tegang.

Dari segi terjemahan, aku juga labih suka Scarlet dibanding Cinder dulu. Walaupun masih agak kaku di awalnya, terjemahannya sudah lebih terasa mengalir menjelang pertengahan buku. Adegan-adegan aksinya pun diterjemahkan dengan cukup baik dan jelas.

Secara keseluruhan, aku lebih menikmati cerita Scarlet dibandingkan dengan Cinder. Mungkin pengaruh banyaknya ulasan yang aku baca—yang mengatakan Cinder sebagai novel yang bagus—dan meninggikan ekspetasiku tapi ternyata membuatku kurang terkesan.

×××

Judul : Scarlet
Penulis : Marissa Meyer
Seri : The Lunar Chronicle #2
Penerjemah : Dewi Sunarni
Penyunting : Selsa Chintya
Proofreader : Titish A.K
Desain sampul: @hanheebin
Penerbit : Spring
Tebal : 444 hlm.
Terbit : Februari 2016