January 11, 2016

[Book Review] Unexpected Wedding – Frisca Marth

  • Judul : Unexpected Wedding
  • Penulis : Frisca Marth
  • Penata Letak : Tri Kuncoro P. H & Muhammad Oriza N
  • Desain Sampul : Febryanto Nugroho
  • Penerbit : Buku Oryzaee
  • Cetakan : I, 2015
  • Tebal : vi + 321p
  • ISBN : 978-602-73305-0-4
  • Harga : Rp 62.800,- (oryzaee.com)

BURLB

Evelyn Sander tidak pernah menyangka jika pertemuannya dengan gadis kecil bernama Angelica akan membawa perubahan besar dalam hidupnya. Berawal dari keisengannya memberikan permen pada gadis kecil berusia tujuh tahun itu, Angelica lantas mengira bahwa Evelyn adalah Mommy yang telah lama pergi meninggalkannya. Di hadapan Ben, sang Ayah, Angelica memohon pada Evelyn untuk tetap tinggal bersama mereka.

Evelyn menjadi kelabakan. Dan semakin kelabakan ketika Ben benar-benar melamarnya demi sang buah hati, Angelica, yang ternyata mengidap penyakit yang cukup parah. Karena alasan itu pula, pada akhirnya Evelyn menerima lamaran lelaki itu.

Di tengah-tengah pernikahan mereka, mampukah Evelyn menolak pesona Ben? Mampukah Evelyn tetap menjaga perasaannya untuk Billy, sang kekasih yang tengah berjuang memantaskan diri demi menjadi pendamping hidupnya? Lalu... apa yang akan terjadi ketika akhirnya Billy


REVIEW


Evelyn atau Eve sebelumnya hanyalah perempuan sederhana yang bekerja sebagai kasir di sebuah Cafe di dekat tempat tinggalnya. Hari itu sebenarnya dia ingin menemui sahabatnya Monica yang kini menjadi seorang pengajar di sebuah TK, tapi Eve justru bertemu dengan Angelica yang tengah berdiri di depan sekolah dan sedang menunggu mobil jemputannya. Merasa kasihan, Eve menghampirinya dan memberikan sebatang lolipop kepada Angel.

Angel yang telah lama kehilangan ibunya, mengira Eve sebagai Mommy-nya. Tanpa pikir panjang Angel membawanya menemui Ben dan meminta ayahnya agar Eve tinggal bersama mereka.
"Bagaimanapun di saat-saat terberat dalam hidupnya, anak kecil akan jauh lebih membutuhkan kasih sayang seorang Ibu, Eve. Aku yakin kau juga mengetahui itu." —Katie, hal. 28
Eve bisa saja menolak permintaan Angelica, karena dia sudah mempunyai Billy, kekasih yang sedang berjuang untuk memantaskan diri agar bisa menjadi pria yang layak berdiri di samping Eve. Tapi, mengingat penyakit keras yang diderita Angel, mau tak mau Eve akhirnya menerima lamaran Ben yang awalnya hanya meminta selama 5 bulan—menunggu sampai Angel mendapatkan donor untuk penyakitnya.

Orang bilang cinta bisa datang karena kita terbiasa dengan orang yang selalu ada di samping kita. Begitu pun dengan Eve dan Ben. Selama dua bulan pernikahan, cinta mulai tumbuh di antara mereka. Ketika Ben akhirnya menyatakan cintanya kepada Eve, Billy justru pulang ke Amerika untuk menemui Eve karena rasa rindunya yang sudah tidak lagi tertahankan. Dan Eve semakin terkejut saat mengetahui jika ternyata Billy adalah salah satu orang terdekat dan yang paling berharga bagi Ben. Siapakah yang Eve pilih pada akhirnya?

***

Aku suka dengan bagaimana penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga karena kita bisa mengtahui apa saja yang dirasakan oleh masing-masing tokoh dalam buku. Alurnya sendiri menurutku terlalu cepat, mengingat bagaimana Eve dan Angel bertemu, cinta yang dirasakan Ben, dan poin yang utama adalah proses kesembuhan Angel yang begitu cepat. Mengingat di awal cerita Angel diceritakan mengidap kebocoran jantung parah yang membuat nyawanya berada di ujung tanduk.

Ide awal cerita tentang penyakit yang diderita Angel sebenarnya cukup unik dan menarik, hanya saja mungkin penulis sepertinya kurang melakukan riset sehingga tidak banyak dibahas di buku ini. Padahal jika lebih dibahas, mungkin buku ini semakin menarik untuk dibaca.

Terlepas dari kekurangan buku, aku paling suka dengan tokoh Billy. Sebenarnya aku tipe orang yang mudah jatuh cinta dengan pria yang menjadi tokoh utama dalam sebuah cerita, namun kali ini sepertinya tidak, ya. Aku suka bagaimana penulis menggambarkan sosok Billy di buku ini. Dia sosok yang sabar dan pantang menyerah dengan apa yang sedang dia perjuangkan. Meskipun pada akhirnya keputusan tetaplah berada ditangan Eve.
"... Cinta memang sulit ditebak dan diperkirakan kapan datangnya. Aku tidak menyesali itu, selama dia merasa bahagia bersamamu." —hal. 240
Oh iya, aku mendapatkan buku Unexpected Wedding ini dari blog tour yang diadakan kak Luckty di blognya Luckty Si Pustakawin, errr hampir sebulan yang lalu. Dan aku baru bisa membuat review-nya sekarang -___-

Bagi kamu yang suka sama kisah cinta yang manis dan bikin melting sama seperti perlakuan Ben terhadap Eve, kamu wajib membaca buku ini.

Eh iya, sebelumnya cerita Unexpected Wedding ini pernah dipublish akun wattpad Frisca tapi sepertinya telah dihapus ketika akan dicetak. Aku sendiri belum pernah membaca versi wattpad, jadi kurang tahu ada perbedaan atau enggak dengan versi cetak.

Overall, aku memberikan 3 cinta untuk Billy :D

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, mohon gunakan kata sopan dan bijak, serta gunakan Nama/Url. Bukan menggunakan user Anonim. ^^